Gibran Bakal Hapus Kartu Tani, Berikut Alasannya

Media Digital
Media Digital Rabu, 31 Januari 2024 04:27 WIB
Gibran Bakal Hapus Kartu Tani, Berikut Alasannya

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/1/2024). Antara/Aris Wasita

JOGJA—Setelah mendapat masukan dari berbagai kalangan, termasuk para petani, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka akan menghapuskan program kartu tani.

Saat berkampanye ke berbagai daerah di Pulau Jawa, Gibran mengatakan mendapat banyak masukan dari masyarakat, salah satunya petani. Menurut petani, program kartu tani justru menyulitkan petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Adapun kartu tani merupakan program Kementerian Pertanian pada 2016 dan diperuntukan petani di wilayah Jawa.

"Kami ada rencana menghapus Kartu Tani. Kami enggak pengen menyusahkan para petani. Kami enggak pengen subsidi pupuknya tidak tepat sasaran," kata Gibran ke para petani saat dialog Gibran Mendengar di Tegal, Jawa Tengah, Senin (29/1/2024).

Gibran berjanji masalah distribusi pupuk dan kartu tani akan diselesaikan secara sistemis dan menyeluruh jika mereka terpilih nanti. "Terkait petani, hampir seluruh kota ini komplain masalah pupuk. Ini nanti kami tindaklanjuti lagi, nggih? Yang jelas, nanti kami perbaiki sistemnya, terutama Kartu Tani tadi, biar lebih tepat sasaran,” ujar Gibran.

Baca Juga

Prabowo-Gibran Jadi Pasangan Pertama yang Temui Sultan, TKD Yakin Menang Satu Putaran

TKN Prabowo-Gibran: Gibran Bakal Berikan Sejumlah Kejutan

Kunjungi Manggarai Barat, Ini Pesan Gibran untuk Masyarakat

Meski berencana menghapuskan kartu tani, bukan berarti Gibran tak peduli dengan petani. Bersama calon presiden (capres) Prabowo, Gibran juga telah menyiapkan berbagai program untuk petani. Misalnya, menjamin ketersediaan pupuk, benih, dan pestisida langsung ke petani. Upaya ini sebagai bentuk mewujudkan swasembada pangan serta menjalankan agenda reformasi agraria untuk memperbaiki kesejahteraan petani dalam arti luas sekaligus mendukung peningkatan produksi di

sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, dan kelautan.

Dari sisi impor, Gibran juga akan memperkuat tata kelola impor pangan pokok dan utama agar

lebih efektif dan optimal sehingga tetap mampu menjaga stabilitas dan kepastian harga di tingkat

petani, terutama di saat panen raya. Tak hanya itu, paslon dua ini juga memedulikan kesejahteraan petani dengan menyediakan beasiswa bagi putra-putri petani, nelayan, guru, dan buruh, untuk melanjutkan jenjang pendidikan S1 hingga S3. Dikutip dari visi misi paslon dua, seluruh program ini dipersiapkan agar para petani dapat tersenyum karena mendapati harga jual produk mereka bagus serta kehidupan sosial mereka juga terjamin. (***)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online