Sukses Selenggarakan MTQ Nasional 2026, Ribuan Warga Jateng Rayakan dengan Bersholawat
Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, dipadati lautan manusia dalam acara Jawa Tengah Bersholawat yang digelar sebagai bentuk tasyakuran
Tim ONIC Esport mengangkat trofeo GEMAZ Fest 2024 yang berlangsung di Hall 5 dan 6 ICE BSD, Tangerang Selatan, pada Jumat. (Antara/HO-GEMAZ Festival 2024)
JOGJA—Ekosistem digital di Bandung, Jawa Barat membuat calon wakil presiden (cawapres) nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka terinspirasi. Gibran berjanji akan menyiapkan regulasi untuk memperkuat ekonomi kreatif sehingga dapat berkembang.
Gibran menjumpai pelaku ekonomi kreatif di Bandung didampingi oleh Ketua TKD Prabowo-Gibran Jawa Barat, Ridwan Kamil serta beberapa tokoh lainnya dalam agenda Gimik Hilirisasi Digital Gibran Startup Digital Showcase. Di acara itu, pelaku ekonomi digital turut menampilkan beberapa produk unggulannya. Salah satunya ada Agate developer game konsol dan online yang produknya sudah tembus ke pasar luar negeri. Seusai mendengarkan paparan, Gibran mengaku kagum atas ekosistem ekonomi digital di Kota Bandung. Dia menilai Bandung bisa dibilang daerah paling siap untuk lebih dikembangkan dalam hal ekonomi digital.
"Saya ingin belajar dari Bandung. Kami melihat di Bandung itu ekosistemnya udah jalan infrastrukturnya udah jalan, manusia-manusia SDM-nya udah jalan, ekosistemnya jalan jadi tinggal dibikin lompatan yang lebih jauh lagi," ujar Gibran pada peserta, Selasa (30/1/2024).
Gibran mengaku kagum atas ekosistem ekonomi digital di Kota Bandung. Dia menilai Bandung bisa dibilang daerah paling siap untuk lebih dikembangkan dalam hal ekonomi digital. "Saya ingin belajar dari Bandung. Kami melihat di Bandung itu ekosistemnya udah jalan infrastrukturnya udah jalan, manusia-manusia SDM-nya udah jalan, ekosistemnya jalan jadi tinggal dibikin lompatan yang lebih jauh lagi," ujar Gibran pada peserta.
Baca Juga
Gibran Unjuk Gigi Main Mobile Legends Bareng Raffi Ahmad dan Gamers Meyden, Catheeez
Gibran Dorong e-Sport Jadi Peluang Kerja Baru
Gibran Dukung Pegiat E-sport dan Ekonomi Kreatif
Siapkan Regulasi
Sebelumnya, Gibran juga mengunjungi Cirebon untuk bertemu dengan pelaku ekonomi kreatif setempat. Menut Gibran, pelaku ekonomi kreatif di Kota Cirebon tidak dberikan wadah oleh pemerintah daerah setempat. Kalau terpilih dalam Pilpres 2024, pelaku usaha tersebut akan diberikan bantuan permodalan dan inkubasi. "Ini adalah keinginan dari pelaku ekonomi kreatif atau anak muda di hampir semua daerah," kata Gibran saat ditemui dalam acara Gimmick Kreatif di Domo Coffee, Jalan Sudarsono, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Menurut Gibran, sulit berkembangnya usaha kreatif terjadi karena tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat. Padahal, usaha tersebut mampu menyerap tenaga kerja banyak sama dengan industri besar lainnya.
Selain itu, Gibran memberikan sejumlah rekomendasi bagi pekerja kreatif. Salah satunya adalah memperkuat brand produk dengan memanfaatkan influencer lokal, baik personal, media massa maupun perusahaan prodesional. Menurut Gibran, upaya ini dapat menaikkan pamor usaha kreatif maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). "Butuh influencer untuk mempromosikan UMKM, tempat wisata, supaya viral, dan maju. Contoh, Di solo itu kami dibantu wartawan dan influencer," ujar Gibran. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, dipadati lautan manusia dalam acara Jawa Tengah Bersholawat yang digelar sebagai bentuk tasyakuran
Harga emas Pegadaian Kamis 24 September 2026: Galeri24 Rp2,545 juta, Antam Rp2,645 juta, UBS Rp2,57 juta per gram.
Sjamsul Kahar, tokoh pers Aceh dan pendiri Serambi Indonesia, meninggal dunia. Ia dikenal sebagai wartawan senior dan ayah Nezar Patria.
Kemdiktisaintek masih menghitung skema kuliah gratis hingga perguruan tinggi. Penerapan serentak atau bertahap belum final.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp104.850 per kg berdasarkan PIHPS 24 September 2026. Simak harga pangan pokok lainnya.
Diduga dijaminkan tanpa izin ahli waris, sertifikat tanah warga Karangsari menjadi sengketa hingga Lurah dan dua Direktur BUMDes digugat ke PN Wates.