Hujan Mulai Turun, Petani Gunungkidul Diimbau Tak Buru-buru Menanam
Hujan mulai turun di Gunungkidul, tetapi petani diminta tidak terburu-buru menanam karena musim hujan diprediksi mulai Desember 2026.
Ilustrasi kotak suara pemilu - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—KPU Sleman memastikan tata cara pembagian kursi DPRD yang diraih partai politik masih sama dengan pelaksanaan di Pemilu 2019. Perhitungan menggunakan metode Sainte Lague.
Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi mengatakan total ada 606 caleg yang akan memerebutkan 50 kursi DPRD Sleman di Pemilu 2019. Adapun proses perhitungan raihan kursi untuk partai politik mengacu dengan Undang-Undang No.7/2017 tentang Pemilu. “Jadi proses perhitungannya masih sama dengan pelaksanaan di Pemilu 2019,” katanya, Senin (12/2/2024).
Baehaqi menjelaskan, proses perhitungan kursi akan menggunakan metode Sainte Lague. Meski demikian, untuk detail cara perhitungan tersebut akan dijelaskan oleh divis teknis penyelenggaraan pemilihan. “Yang jelas sudah ada mekanismenya dan tercantum di Undang-Undang tentang Pemilu,” katanya.
Terpisah, anggota KPU Sleman Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilihan, Noor Aan Muhlisoh mengatakan pembagian kursi DPRD bagi parpol dituangkan dalam Undang-Undang No.7/2017 pasal 415 ayat 2, yakni perhitungan dan pembagian kursi akan mengacu pada metode Sainte Lague.
Untuk mendapatkan kursi akan menggunakan bilangan pembangi suara berangka ganjil. “Jadi torehan suara yang dikumpulkan akan dibagi angka 1,3,5,7,9 hingga jumlah kursi di suatu dapil habis terdistribusi ke partai peraih suara terbanyak,” kata Aan, sapaan akrabnya.
Dia pun memberikan gambaran penghitungan kursi legislatif dengan metode Sainte Lague di salah satu dapil di Sleman sebagai berikut:
Cara Menghitung Kursi Pertama, maka masing-masing partai harus dibagi dengan angka ganjil satu. Berikut uraiannya:
- Partai Apel 36.000/1 = 36.000
- Partai Blimbing 18.000/1 = 18.000
- Partai Cokelat 15.000/1 = 15.000
- Partai Durian 9.000/1 = 9.000
- Partai Erbis 6.000/1 = 6.000
Dengan demikian, partai yang memperoleh kursi pertama di dapil tersebut adalah Partai Apel dengan jumlah 36.000 suara.
BACA JUGA: Ratusan Caleg Berebut 50 Kursi DPRD, Berikut Peta Dapil di Sleman
Adapun cara menghitung kursi kedua, maka untuk kursi berikutnya, Partai Apel telah mendapat kursi pada pembagian kursi pertama, maka pada pembagian dengan angka ganjil tiga. Sementara itu, Partai Blimbing, Cokelat, Durian dan Erbis tetap dibagi satu karena belum mendapatkan kursi.
Berikut uraiannya:
- Partai Apel 36.000/3 = 12.000
- Partai Blimbing 18.000/1 = 18.000
- Partai Cokelat 15.000/1 = 15.000
- Partai Durian 9.000/1 = 9.000
- Partai Erbis 6.000/1 = 6.000
Berdasarkan hasil penghitungan, maka yang berhak atas kursi kedua adalah Partai Blimbing dengan perolehan 18.000 suara. Suara terbanyak dibandingkan partai lainnya.
Cara Menghitung Kursi Ketiga. Sama seperti Partai Apel, maka Partai Blimbing dilakukan melalui pembagian angka ganjil tiga. Sementara itu, Partai Cokelat, Durian dan Erbis masih tetap dibagi dengan angka satu karena belum mendapatkan kursi saat pembagian kursi pertama dan kedua.
Berikut uraiannya:
- Partai Apel 36.000/3 = 12.000
- Partai Blimbing 18.000/3 = 6.000
- Partai Cokelat 15.000/1 = 15.000
- Partai Durian 9.000/1 = 9.000
- Partai Erbis 6.000/1 = 6.000
Menurut penghitungan tersebut, Partai Cokelat memperoleh kursi ketiga dengan jumlah suara terbanyak yaitu 15.000.
Cara Menghitung Kursi Keempat, baik Partai Apel, Partai Blimbing dan Partai Cokelat masing-masing dibagi dengan angka tiga. Sementara Partai Durian dan Erbis tetap dibagi angka satu.
Berikut uraiannya:
- Partai Apel 36.000/3 = 12.000
- Partai Blimbing 18.000/3 = 6.000
- Partai Cokelat 15.000/3 = 5.000
- Partai Durian 9.000/1 = 9.000
- Partai Erbis 6.000/1 = 6.000
Berdasarkan penghitungan, maka Partai Apel memperoleh kursi keempat dengan jumlah suara terbanyak 12.000. Cara Menghitung Kursi Kelima maka Partai Apel akan menggunakan pembagi angka lima karena sudah mendapatkan dua kursi, yakni untuk kursi nomor urut satu dan empat.
Adapun Partai Blimbing dan Partai Cokelat dibagi dengan angka tiga, sedangkan Partai Durian dan Erbis dibagi angka satu.
- Partai Apel 36.000/5 = 7.200
- Partai Blimbing 18.000/3 = 6.000
- Partai Cokelat 15.000/3 = 5.000
- Partai Durian 9.000/1 = 9.000
- Partai Erbis 6.000/1 = 6.000
Berdasarkan perhitungan ini, maka kursi kelima didapatkan oleh Partai Durian dengan perolehan suara terbanyak 9.000. Berdasarkan metode ini, maka setiap partai untuk mendapatkan satu kursi dibagi satu, kursi kedua dibagi tiga, kursi ketiga dibagi lima untuk perolehan suara yang sah dan seterusnya hingga jumlah kursi yang diperebutkan habis. “Yang jadi catatan untuk memeroleh satu kursi dan seterusnya, maka setiap partai harus memeroleh suara tertinggi dibandingkan dengan partai lainnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan mulai turun di Gunungkidul, tetapi petani diminta tidak terburu-buru menanam karena musim hujan diprediksi mulai Desember 2026.
MotoGP Qatar 2026 yang dijadwalkan pada November terancam batal di tengah konflik Timur Tengah. Keputusan terkait keselamatan dan logistik dibahas di Sepang
Nelayan Bantul mengeluhkan kapal besar yang diduga memasuki jalur tangkap armada kecil dan mengganggu aktivitas serta hasil melaut.
Jorge Martin mendapat izin medis untuk mengikuti FP1 MotoGP Malaysia 2026 di Sepang setelah mengalami patah tulang pergelangan tangan kanan.
Timnas Indonesia U-15 kalah 1-6 dari Luksemburg di Piala Dunia U-15 2026. Garuda Muda selanjutnya menghadapi Prancis untuk perebutan posisi akhir.
Everton menjamu Newcastle United di putaran keempat Piala Liga Inggris. Simak jadwal, prediksi susunan pemain, kondisi tim, dan peluang kemenangan.