Sensus Ekonomi 2026 Petakan Potensi Ekonomi dan Peluang Investasi DIY
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.
Bregada Prajurit Pura Pakualaman melakukan pergantian tugas jaga di Pura Pakualaman pada Sabtu (16/8/2025). Stefani Yulindriani/Harian Jogja
JOGJA–Pergantian Bregada Jaga di Pura Pakualaman kembali rutin digelar dengan berbagai atraksi budaya sebagai daya tarik wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Imam Pratanadi menuturkan penyelenggaraan pergantian Bregada Jaga tersebut merupakan tradisi yang digelar di Pura Pakualaman secara rutin setiap 35 hari sekali.
Tradisi Bregada Jaga digelar setiap Sabtu Kliwon yang bertepatan dengan peringatan kelahiran KGPAA Paku Alam X. “Itu [pergantian Bregada Jaga Pura Pakualaman] dipastikan akan menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujarnya, Sabtu (16/8/2025).
Dalam penyelenggaraannya selama ini, kata Iman, wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain dari Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur, serta beberapa wisatawan mancanegara juga turut menyaksikan prosesi pergantian bregada tersebut.
Dia menilai, tradisi yang tidak digelar di daerah lain tersebut mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke DIY. Untuk menambah daya tarik event tersebut, Imam mengaku Dinpar DIY mendukung penyelenggaraan tradisi rutin tersebut dengan dibarengi dengan atraksi budaya yang melibatkan berbagai komunitas kesenian di DIY.
Menurutnya, tradisi rutin tersebut perlu dijaga kelestariannya sembari dikenalkan kepada masyarakat secara luas. “Untuk memeriahkan pergantian bregodo, kita selenggarakan dukungan dengan acara [penampilan atraksi budaya] dari berbagai komunitas. Harapannya ini dapat mempromosikan kebudayaan dan kesenian di DIY juga meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dia menilai pergantian bregada jaga merupakan tradisi yang unik. Dalam penyelenggaraannya, dua kelompok prajurit bertukar tugas dengan diawali kirab mengelilingi Pura Pakualaman terlebih dahulu.
“Wisatawan domestik maupun mancanegara sama-sama tertarik dengan wisata berbasis budaya ini [pergantian bregada prajurit], karena tidak ditemukan di semua tempat,” ujarnya.
Selama ini tradisi rutin tersebut dapat disaksikan oleh masyarakat secara langsung di Alun-alun Sewandanan, Pura Pakualaman. Di sana, wisatawan juga dapat menikmati berbagai produk UMKM di DIY yang turut memeriahkan event tersebut. Imam berharap, tradisi rutin tersebut dapat lestrasi hingga masa-masa mendatang dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di DIY. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.
Investasi pariwisata DIY mencapai Rp378,14 miliar hingga semester I 2026, tetapi turun 75,40% pada Triwulan II.
Kawasan olahraga Cangkring mulai ditata jelang Porda DIY 2027. DPRD Kulonprogo meminta persiapan dilakukan matang, termasuk UMKM dan penginapan.
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.