Bahlil Rotasi 19 Pejabat ESDM, Ini Daftar Lengkapnya
Bahlil Lahadalia melantik 19 pejabat ESDM pada 6 Mei 2026. Simak daftar lengkap rotasi pejabat eselon II Kementerian ESDM.
Eko Suwanto. /Istimewa.
JOGJA—Yogyakarta memberi sumbangsih sejarah penting bagi ke-Indonesiaan dalam masa revolusi setelah merdeka di 17 Agustus 1945. Sebagai bangsa yang baru merdeka, pemerintahan Republik Indonesia mendapatkan ujian dengan aksi pasukan NICA dari Belanda yang menduduki Ibukota Jakarta
Presiden RI, Ir Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden memilih langkah strategis berjuang mempertahankan kedaulatan dengan cara menetapkan Yogyakarta sebagai Ibukota Republik pada 4 Januari 1946.
"Momentum Yogyakarta sebagai ibukota Republik Indonesia, saat dwi tunggal yaitu Presiden RI, Ir Soekarno dan Mohammad Hatta naik kereta api ke Yogyakarta dan memimpin revolusi melawan penjajah, penting direfleksikan dan selalu diingat, Yogyakarta memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan RI," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Minggu, 4/1/2026.
Sesuai catatan Arsip Nasional , Yogyakarta sebagai ibu kota RI berlangsung mulai 04 Januari 1946 – 27 Desember 1949.
Perpindahan ini dilakukan secara rahasia mengingat kondisi Jakarta yang waktu itu tidak aman. Rombongan Soekarno-Hatta dan para menteri kabinet tinggal selama tujuh pekan di kompleks Pakualaman. Hal ini dilakukan karena menunggu proses perbaikan istana negara Gedung Agung yang saat itu rusak sepeninggal Jepang.
Eko Suwanto, menjelaskan langkah pengumuman perpindahan pemerintahan Republik Indonesia diumumkan oleh Wakil Menteri Penerangan Mr. Ali Sastroamidjojo melalui Radio Republik Indonesia Yogyakarta pada malam hari, usai rombongan Presiden sampai di Yogyakarta tanggal 4 Januari 1946," kata Eko Suwanto.
Sebagian kementerian juga berkedudukan di Yogyakarta. Sebagian Kementerian Penerangan yang berpindah yaitu bagian Politik Dalam Negeri serta bagian Pers dan Publikasi. Di saat berpidato, Mr. Ali Sastroamidjojo menyampaikan alasan pemindahan pusat pemerintahan, yakni keadaan di Jakarta yang tidak aman dan untuk penyempurnaan organisasi dalam negeri.
"Apa makna penting bagi kita semua, lintas generasi penerus bangsa soal Yogyakarta sebagai kota Republik? Ada peran sejarah kebangsaan yang penting terus disuarakan dari Yogyakarta. Kita, matur nuwun dan harus terus ingat bagaimana peran Sultan Hamengku Buwono IX dan KGPAA Pakualam XIII yang dengan keberanian luar biasa memberikan dukungan pusat pemerintahan dipindahkan ke Jogja, serta membantu memfasilitasi jalannya pemerintahan saat itu.", ujar Eko Suwanto.
Eko Suwanto menambahkan bahwa kita harus selalu jaga kedaulatan bangsa, menggelorakan semangat perjuangan menuju Indonesia yang beradab, menjunjung tinggi keadilan dan bersama-sama berusaha wujudkan kehidupan rakyat Indonesia lebih makmur sejahtera. Meneladani langkah para pejuang revolusi kemerdekaan Indonesia di masa kini bisa kita jalankan dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air, persatuan, dan jaga kedaulatan bangsa di segala lini kehidupan kebangsaan," kata Eko Suwanto
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Brad Bird menolak Ratatouille 2 meski didorong Pixar. Sutradara sebut cerita sudah selesai dan tak ingin dipaksakan.
Gelombang panas ekstrem di Eropa kini jadi ancaman ekonomi serius. Jerman diprediksi menanggung kerugian terbesar hingga 2030.
Nickelodeon rayakan Hari SpongeBob 14 Juli dengan event global, maraton episode, hingga konten baru di Roblox dan YouTube.
Survei tunjukkan kepercayaan publik ke Prabowo tembus 74%. Qodari tegaskan pemerintah tak berpuas diri dan tetap evaluasi kinerja.
Kemenhub siapkan 39 bandara baru untuk memperkuat konektivitas nasional dan dorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.