Hotel Santika Gunungkidul Salurkan 20 Tangki Air Bersih
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) di Dusun Klayu, Gude 1, dan Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungki
Ribuan mahasiswa baru Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta mengurai persoalan sampah mulai dari sekitar kampus. Mahasiswa baru (Maba) Unisa Yogyakarta mengenalkan Losida atau Lodong Sisa Dapur sebagai solusi pengolahan sampah organik di lingkungan Nogotirto, Gamping, Sleman, Senin (15/9/2025). - ist
JOGJA—Ribuan mahasiswa baru Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta mengurai persoalan sampah mulai dari sekitar kampus. Mahasiswa baru (Maba) Unisa Yogyakarta mengenalkan Losida atau Lodong Sisa Dapur sebagai solusi pengolahan sampah organik di lingkungan Nogotirto, Gamping, Sleman, Senin (15/9/2025).
Aksi sosial ini berangkat dari keprihatinan terkait persoalan sampah. Unisa Yogyakarta sebagai kampus berwawasan kesehatan berkomitmen untuk berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan ini.
“Dulu sebenarnya juga sudah pernah menjalankan program pengolahan sampah plastik dan hari ini kita mulai juga untuk pengolahan sampah organik. Jadi Losida ini adalah inovasi sederhana yang berfungsi sebagai media penguraian sampah organik menjadi pupuk,” ungkap Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti, seusai membuka agenda Sapa Warga.
Selain memberi manfaat untuk kebersihan lingkungan, Warsiti mengharapkan Losida bisa memiliki nilai ekonomi. “Kalau bisa terus dilakukan, berkelanjutan, saya yakin bisa memberi dampak,” ucap Warsiti.
BACA JUGA: Sultan Berharap Pengembang Jalan Utara-Selatan Maksimalkan Potensi Pansela
Warsiti berharap melalui agenda Sapa Warga ini, mahasiswa baru yang datang dari berbagai daerah bisa hidup berdampingan bersama warga. Mahasiswa juga diharapkan menjadi contoh yang baik. “Mahasiswa baru kami tentu akan tinggal bersama mereka (warga), harapannya bisa menjadi pelopor perubahan perilaku dalam merawat lingkungan,” ujar Warsiti.
Kepala Dusun Cambahan, Solihin Nurcahyo, mengaku persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi masyarakat. Pihaknya pun menyambut baik adanya Losida.
“Walaupun sudah ada petugas yang mengambil (sampah), tapi program Losida ini sekaligus memberikan edukasi. Artinya masyarakat bisa membuat sendiri solusi untuk mengatasi sampah, terutama sisa dapur,” ungkap Solihin.
Solihin mengatakan inisiasi dari Unisa Yogyakarta akan dikembangkan oleh masyarakat. Pada tahap awal, dalam tiga rumah setidaknya memiliki satu Losida. “Jadi percontohan, ini penting untuk edukasi agar masyarakat bisa mengatasi sampah,” ucap Solihin.
Sementara itu, dua mahasiswa baru Unisa Yogyakarta, Muhammad Ilham dan Nayla Nabila, mengaku kegiatan pengelolaan sampah ini menjadi yang pertama bagi mereka. Mereka pun senang bisa membantu masyarakat sekitar.
“Kami sendiri jadi tahu bahwa sampah organik ternyata bisa diolah menjadi pupuk yang bermanfaat. Kami senang bisa membantu masyarakat sekitar kampus untuk menanam dan memanfaatkan Losida,” ungkap mereka. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) di Dusun Klayu, Gude 1, dan Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungki
Putri Anne mengaku kembali menjadi murid Yesus saat menjawab pertanyaan netizen soal hijab. Ia juga buka suara mengenai pandangannya terhadap pernikahan setelah
Petenis Indonesia Janice Tjen masuk unggulan ke-32 Cincinnati Open 2026. Status ini membuatnya langsung lolos ke babak kedua. Simak jadwal dan daftar pesaingnya
Cristiano Ronaldo kembali ke Al Nassr usai menikahi Georgina Rodriguez. Rambut emas barunya jadi sorotan, sementara target 1.000 gol menantinya di musim 2026/20
Masyarakat bisa mengajukan pembaruan data DTSEN melalui aplikasi Cek Bansos atau kelurahan. Simak cara, syarat, dan alasan desil tidak langsung berubah.
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) di Dusun Klayu, Gude 1, dan Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungki