CSR Bank Jateng Bedah 5 Rumah Tak Layak Huni di Rembang
Bank Jateng salurkan bantuan RTLH Rp15 juta per rumah bagi 5 warga Rembang untuk dukung pengentasan kemiskinan.
Salah satu keluarga pasien, Melda Evi, warga Jogoyudan, Kemantren Jetis, menyebut pengalaman menggunakan JKN selama bertahun-tahun sangat membantu, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi./ Ist
JOGJA - Pengguna BPJS Kesehatan mengaku mendapatkan pelayanan yang setara dengan pasien umum saat menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT Dr. Soetarto, Kotabaru, Kota Jogja, bahkan tanpa harus memikirkan biaya pengobatan.
Salah satu pasien pendamping, Melda Evi, warga Jogoyudan, Kemantren Jetis, menyebut pengalaman menggunakan BPJS selama bertahun-tahun sangat membantu, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.
“Untuk kesannya sih sangat terbantu ya, Mas. Buat saya yang kurang mampu, pelayanan BPJS sama yang mandiri ini sama sih. Enggak ada perbedaan,” ujarnya saat ditemui di RS DKT, Rabu (13/5/2026).
Melda saat ini tengah mendampingi putranya yang menjalani rawat inap. Ia mengatakan, seluruh anggota keluarganya selama ini juga mengandalkan BPJS untuk berobat di berbagai fasilitas kesehatan.
Menurutnya, pelayanan yang diterima tidak pernah dibeda-bedakan, baik di RS DKT maupun rumah sakit lain. Bahkan, proses penanganan pasien dinilai cepat sejak pertama kali datang.
“Anak saya langsung ditangani, enggak dibeda-bedakan. Biasanya kan ada yang diperlambat, tapi ini enggak. Dari IGD langsung masuk kamar inap,” katanya.
Melda juga mengungkapkan dirinya merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah, sehingga tidak perlu membayar iuran bulanan. Meski demikian, layanan yang diterima tetap optimal.
Ia menambahkan, pelayanan di RS DKT konsisten baik sejak beberapa tahun lalu, saat dirinya maupun anaknya pernah dirawat di rumah sakit yang sama.
“Alhamdulillah bagus semua. Dari dulu juga pernah dirawat di sini, pelayanannya masih sama, enggak ada bedanya. Semuanya ter-cover,” ucapnya.
Selain pelayanan medis, sikap tenaga kesehatan juga dinilai ramah dan membantu pasien serta keluarga.
“Dokter sama perawatnya baik, ramah-ramah. Jadi nyaman,” katanya.
Melda berharap pelayanan BPJS dan rumah sakit dapat terus dipertahankan. Ia mengaku keberadaan BPJS membuatnya lebih tenang saat menghadapi kondisi darurat kesehatan.
“Kalau kayak gini kan enggak mikir biaya, tinggal fokus ke penyembuhan saja. Terima kasih buat BPJS dan rumah sakit sudah membantu saya rakyat kecil,” ujarnya.(Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng salurkan bantuan RTLH Rp15 juta per rumah bagi 5 warga Rembang untuk dukung pengentasan kemiskinan.
PKB DIY mempercepat konsolidasi dan penataan badan partai sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029 serta memperkuat struktur organisasi.
BYD M6 DM-i diuji di rute Semarang-Kopeng. Teknologi PHEV diklaim mampu mencapai efisiensi hingga 65 km per liter.
WhatsApp diretas bisa dikenali dari pesan terbaca sendiri hingga perangkat asing yang terhubung. Simak tanda dan cara mengamankan akun.
Milad ke-109 Aisyiyah PCA Ngampilan di Jogja meneguhkan dakwah kemanusiaan, pemberdayaan perempuan, dan semangat perdamaian.
Sri Sultan HB X mengingatkan purna tugas bukan akhir pengabdian. Sebanyak 237 PNS Pemda DIY menerima SK pensiun periode Juli–Desember 2026.