HANI 2026: Pelajar DIY Perkuat Komitmen Perangi Narkoba
eklarasi diikuti oleh Satgas Giant SMK Negeri 2 Depok bersama perwakilan Satgas Anti Narkoba dari sejumlah sekolah di DIY.
Muryani di Yogyakarta bangkit dari stroke berkat JKN, jalani perawatan lengkap tanpa biaya tambahan dan obat rutin selalu tersedia. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Satu dekade terakhir, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi andalan bagi masyarakat Indonesia. Keberadaannya menjadi tumpuan sekaligus harapan untuk meraih kembali kesehatan. Melalui penjaminan layanan kesehatan, peserta tak perlu risau akan tingginya biaya pengobatan.
Muryani, salah satu warga Kota Yogyakarta merasakan betul manfaat Program JKN. Memasuki usianya di kepala enam, Muryani berjuang bangkit dari stroke dan hipertensi.
“Saya ada stroke dan penyumbatan jantung, dua kali terkena serangan stroke. Pertama hanya dinyatakan stroke ringan, kemudian datang serangan yang kedua,” kata Muryani, Selasa (31/03).
Serangan tersebut membuat Muryani terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan. Semua perawatan tersebut ia lakukan dengan penjaminan dari JKN, tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun.
“Awalnya dari tensi tinggi, sampai 190. Pada saat itu saya sedang jalan biasa saja mau membeli telur, tiba-tiba rasanya lemas seperti mau jatuh. Saya langsung ke rumah sakit, ternyata tensi tinggi dan dinyatakan stroke ringan. Kemudian selesai perawatan, saya pulang lalu kena lagi serangan kedua. Saya perawatan menggunakan JKN di RS Bethesda,” terang Muryani.
Dua kali melawan stroke dengan JKN, Muryani merasakan layanan tanpa beban biaya. Menurut pengalamannya, tak ada perlakukan berbeda maupun kurang menyenangkan yang ia terima. Ia senang, layanan kesehatan yang diaksesnya menggunakan JKN berjalan lancar. Semangatnya untuk kembali sehat pun semakin besar.
“Semua menggunakan jaminan JKN. Menurut saya pelayannnya bagus dan semua prosesnya saya rasa lancar. Kondisi saya pun membaik setelah menjalani perawatan. Belum pernah saya menemukan kendala atau dimintai tambahan biaya, sama sekali tidak ada. Semuanya gratis tis tis,” tegasnya.
Selama menjalani pengobatan rutin, semua tenaga kesehatan memberikan layanan optimal. Bahkan untuk obat-obatan rutin yang ia konsumsi, semua dijamin dan ketersediaannya selalu ada.
“Dokternya bagus, susternya ramah kepada pasien. Saya sekarang kontrol rutin, kalau obatnya habis saya kontrol, obatnya pun selalu tersedia. Bermacam-macam ya, ada obat untuk menurunkan tensi, pelancar untuk darah dan sebagainya,” katanya.
Muryani pun berharap, keberadaan program ini dapat terus berkelanjutan. Baginya, JKN merupakan andalan dan tumpuan untuk kesembuhannya. Kini Muryani menjalani pengobatan dengan tenang dan dapat berfokus pada kondisi kesehatannya.
“Harapan saya tentu JKN ini terus ada. Kasihan masyarakat seperti saya ini, sudah lanjut usia, tidak bekerja dan butuh untuk pengobatan. Semoga JKN dan BPJS Kesehatan selalu lancar, bagus dan memberikan yang terbaik,” tutupnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
eklarasi diikuti oleh Satgas Giant SMK Negeri 2 Depok bersama perwakilan Satgas Anti Narkoba dari sejumlah sekolah di DIY.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.