Gandeng Kader Posyandu, Taj Yasin Genjot Pendataan Perlinsos Digital di Jateng
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengoptimalkan peran kader Posyandu hingga tingkat desa untuk mempercepat proses registrasi Perlindungan Sosial (Perlinsos
Lurah Sidomulyo, Hariyadi/ Harian Jogja
BANTUL—Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk Lurah Sidomoyo, Hariyadi. Sejak menjadi peserta JKN pada 2016, ia mengaku sangat terbantu, terutama dalam menjalani pengobatan penyakit jantung yang dideritanya.
Hariyadi mengatakan kehadiran JKN, memberikan rasa aman karena seluruh biaya pengobatan dapat ditanggung tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
"Saya sudah menjadi peserta JKN sejak 2016 sampai sekarang. Adanya JKN ini sangat membantu sekali. Saya punya penyakit jantung dan selama berobat menggunakan JKN tidak membayar sepeser pun," ujar Hariyadi.
Ia menuturkan pelayanan yang diterimanya selama mengakses fasilitas kesehatan juga sangat baik. Menurutnya, seluruh pasien memperoleh pelayanan yang sama tanpa adanya perbedaan.
"Saya sebagai lurah merasakan pelayanannya sangat bagus. Semuanya mendapatkan pelayanan yang baik," katanya.
Hariyadi mengaku saat ini menjadi peserta JKN kelas II. Tidak hanya dirinya, seluruh anggota keluarganya juga telah didaftarkan sebagai peserta JKN.
"Semua keluarga saya ikut JKN. Sejauh ini kami selalu dilayani dengan baik dan tidak pernah dibeda-bedakan," ungkapnya.
Selain pelayanan kesehatan, Hariyadi juga mengapresiasi kemudahan layanan digital yang disediakan BPJS Kesehatan. Menurutnya, berbagai kebutuhan administrasi kini dapat dilakukan melalui aplikasi sehingga lebih praktis dan efisien.
"Semua proses lancar, tidak ada kendala. Sekarang juga sangat dipermudah dengan adanya Aplikasi Mobile JKN," ujarnya.
Hariyadi berharap masyarakat yang belum menjadi peserta JKN segera mendaftarkan diri agar dapat merasakan manfaat perlindungan kesehatan. Menurutnya, tidak ada yang mengetahui kapan seseorang akan membutuhkan layanan kesehatan sehingga kepesertaan JKN menjadi bentuk perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga.
"JKN sangat membantu. Saya sendiri sudah merasakan manfaatnya, begitu juga saudara-saudara saya. Karena itu saya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan JKN agar ketika membutuhkan pelayanan kesehatan tidak terbebani biaya," tutupnya.
Dukungan terhadap Program JKN, menurut Hariyadi, juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses layanan kesehatan yang lebih mudah dan terjangkau. Ia berharap program ini terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal. Dengan jaminan kesehatan yang telah tersedia, masyarakat diharapkan tidak lagi menunda pemeriksaan atau pengobatan karena khawatir terhadap biaya, sehingga kondisi kesehatan dapat ditangani lebih dini dan risiko penyakit yang lebih berat dapat dicegah.(Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengoptimalkan peran kader Posyandu hingga tingkat desa untuk mempercepat proses registrasi Perlindungan Sosial (Perlinsos
Apindo menyebut pelemahan rupiah, kenaikan harga energi, dan lesunya permintaan ekspor menekan margin perusahaan serta membuat pengusaha menahan investasi.
Pemerintah memutuskan mengangkat PPPK paruh waktu lintas profesi menjadi penuh waktu. Pendaftaran CPNS juga direncanakan mulai November 2026.
BPBD Banyumas mencatat 84 dari 121 desa terdampak kekeringan menyatakan kebutuhan air bersih tercukupi. Distribusi bantuan masih berlanjut di wilayah lain.
Pemerintah menyiapkan stimulus Rp31 triliun pada akhir 2026, mulai dari pembukaan rekening, bantuan pangan, BSU, hingga diskon tiket Nataru.
RAPBD DIY 2027 mengalokasikan 40,14% belanja untuk pendidikan. DPRD menyoroti penurunan bantuan keuangan hingga 33,65%.