Tiga Mahasiswa Desain Produk UKDW Raih Penghargaan Nasional IIDSA 2026
Tiga mahasiswa Program Studi Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta meraih penghargaan Karya Terpuji Indonesia (IIDSA Meritorious Award
Salah satu Gedung Rumah Sakit Saras Adyatma Bantul./ Harian Jogja - Yosef Leon
BANTUL—Kualitas pelayanan Rumah Sakit Saras Adyatma (RSSA) Bantul mendapat respons positif dari masyarakat. Rumah sakit yang merupakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemkab Bantul tersebut dinilai mampu menghadirkan pelayanan medis yang cepat, rapi, serta didukung petugas yang ramah, termasuk dalam pelayanan administrasi.
Selain itu, warga menilai pelayanan di RSSA tidak membeda-bedakan pasien umum maupun pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Siti Aminah, 42, mengatakan awalnya ragu untuk berobat di RSSA.
Keraguan itu muncul karena pengalaman yang ia dapatkan saat berobat di rumah sakit lain. Ia khawatir proses pelayanan akan membutuhkan waktu lama dan antrean panjang.
“Jujur awalnya saya mengira berobat di rumah sakit bakal ribet dan antre lama,” katanya.
Namun, kekhawatiran tersebut tidak terbukti setelah ia mendapatkan pelayanan di RS Saras Adyatma Bantul. Menurutnya, proses pelayanan yang dijalani justru berlangsung cepat dan tertata.
“Tapi pengalaman saya di RS Saras Adyatma Bantul jauh dari kesan itu,” imbuhnya.
Warga Kapanewon Sanden ini biasa berobat dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui aplikasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Setelah itu, ia menjalani proses verifikasi berkas oleh petugas rumah sakit sebelum dipanggil untuk mendapatkan pelayanan dokter di poli.
Menurut Aminah, alur pelayanan tersebut membuat pasien lebih mudah mengikuti setiap tahapan pengobatan. Ia juga menilai petugas memberikan informasi dengan jelas sehingga pasien tidak kebingungan ketika menjalani proses administrasi maupun pemeriksaan.
“Semuanya rapi dan cepat,” ungkap Siti Aminah.
Selain pelayanan yang cepat, Aminah juga melihat suasana rumah sakit yang bersih. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pasien merasa lebih nyaman selama berada di lingkungan rumah sakit.
Ia juga mengapresiasi sikap perawat dan dokter yang dinilainya ramah dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Menurutnya, pelayanan yang diberikan juga tidak membeda-bedakan pasien umum maupun peserta BPJS Kesehatan.
“Terima kasih Rumah Sakit Saras Adyatma,” tandasnya.
Pengalaman tersebut membuat Aminah menilai pelayanan RSSA Bantul memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Ia berharap kualitas pelayanan yang sudah baik tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga masyarakat semakin nyaman memanfaatkan layanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga mahasiswa Program Studi Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta meraih penghargaan Karya Terpuji Indonesia (IIDSA Meritorious Award
Apple menguasai 50% pendapatan smartphone global pada kuartal III-2026. Samsung berada di posisi kedua, disusul Xiaomi, Oppo, dan Vivo.
PSS Sleman menang 6-0 atas PSGC Ciamis. Pieter Huistra berharap hasil itu mendongkrak kepercayaan diri tim saat menghadapi Bhayangkara FC.
WhatsApp memperbarui fitur Acara. Pengguna kini bisa mengundang orang tanpa akun melalui tautan dan mengelola konfirmasi kehadiran.
Cristiano Ronaldo mengakhiri karier internasional setelah 23 tahun. Simak rekor bersama Portugal dan sumber kekayaan US$1,2 miliar.
Warga mengapresiasi pelayanan RS Saras Adyatma Bantul yang dinilai cepat, rapi, ramah, serta tidak membeda-bedakan pasien umum dan peserta BPJS Kesehatan.