Pemkab Bantul Lanjutkan Dana Padukuhan 2027, Anggaran Rp37,32 Miliar
Pemkab Bantul melanjutkan PPBMP pada 2027 dengan anggaran Rp40 juta per padukuhan. Sebanyak 40% dialokasikan untuk penanganan kemiskinan dan stunting.
Ilustrasi anggaran/APBN - Freepik
BANTUL - Pemkab Bantul mempertahankan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP) pada 2027. Program yang dikenal dengan Dana Padukuhan tersebut tetap dilanjutkan untuk mendorong pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat di tingkat padukuhan.
PPBMP merupakan program pembangunan yang diusulkan melalui musyawarah masyarakat padukuhan. Pelaksanaannya dilakukan oleh pemerintah kalurahan bersama masyarakat dengan sumber pendanaan dari bantuan keuangan Pemkab Bantul kepada kalurahan.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, mengatakan PPBMP dipertahankan karena manfaatnya telah banyak dirasakan masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan program pada tahun depan tidak jauh berbeda dengan tahun ini, yakni diarahkan untuk mendukung penanganan kemiskinan dan stunting.
Aris mengatakan kemiskinan dan tengkes (stunting) masih menjadi persoalan yang harus diselesaikan di Kabupaten Bantul. Berbagai upaya telah dilakukan, tetapi hasilnya belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan langkah yang berkelanjutan agar penanganan kedua persoalan tersebut dapat lebih optimal, salah satunya melalui pemanfaatan PPBMP.

Sebanyak 40% dari total anggaran PPBMP di setiap padukuhan diwajibkan untuk mendukung dua program prioritas tersebut. Sementara itu, paling banyak 60% sisanya dialokasikan untuk menangani berbagai persoalan strategis di tingkat padukuhan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Rencana anggaran sebesar Rp40 juta per padukuhan untuk 933 padukuhan, dengan total sebesar Rp37,32 miliar,” kata Aris yang juga menjabat Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Bantul tersebut melalui keterangan tertulis, Kamis (5/11).
Melalui alokasi tersebut, setiap padukuhan diharapkan dapat mengidentifikasi warga yang membutuhkan perhatian khusus, terutama keluarga miskin dan keluarga yang memiliki anak berisiko stunting. Musyawarah masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan kegiatan agar tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi di wilayah masing-masing.
Aris yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Bantul menilai keterlibatan masyarakat secara langsung penting untuk mendukung penurunan angka kemiskinan dan tengkes di Bantul. Menurutnya, kondisi dan permasalahan di setiap padukuhan tidak selalu sama sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Penyesuaian Anggaran
Lebih lanjut, Aris mengungkapkan masyarakat masih menginginkan program Dana Padukuhan tetap dilanjutkan meskipun terdapat keterbatasan anggaran. Hal itu diketahui berdasarkan sejumlah kunjungan yang dilakukannya ke berbagai padukuhan di Bantul.
Warga menilai program tersebut memberikan ruang untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus menentukan prioritas pembangunan di lingkungan masing-masing.
Meski demikian, terdapat penyesuaian besaran anggaran. Jika sebelumnya setiap padukuhan mendapatkan alokasi Rp50 juta, pada 2027 jumlahnya turun menjadi Rp40 juta atau berkurang Rp10 juta per padukuhan.
Pemkab Bantul berharap penyesuaian tersebut tidak mengurangi efektivitas program. Sebaliknya, perubahan prioritas penggunaan anggaran diharapkan membuat PPBMP semakin tepat sasaran, khususnya dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting di tingkat padukuhan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (DPMKal) Bantul, Afif Umahatun, membenarkan bahwa PPBMP akan kembali dilanjutkan pada 2027.
“Pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan tahun ini,” kata dia.
Afif mengatakan program tersebut dipertahankan karena masih dibutuhkan masyarakat di tingkat padukuhan. Selain itu, PPBMP juga mendukung program strategis nasional dalam upaya pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting.
“Jadi, untuk anggaran PPBMP tahun depan hampir sama dengan tahun ini, berikut juga alokasinya 40 persen untuk penanganan kemiskinan dan stunting,” ujarnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul melanjutkan PPBMP pada 2027 dengan anggaran Rp40 juta per padukuhan. Sebanyak 40% dialokasikan untuk penanganan kemiskinan dan stunting.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Agglomeration Leadership Award untuk kategori Regional Leadership and Governance
Juventus menang atas AZ Alkmaar, sedangkan AC Milan kalah 0-2 dari Ferencváros. Simak hasil lengkap Liga Europa 6 November 2026.
Atalanta bermain imbang 1-1 melawan Kairat Almaty di Conference League. Gol Nikola Krstovic menyelamatkan La Dea dari kekalahan.
SC Freiburg menang 1-0 atas Trabzonspor di Conference League. Gol Lukas Kübler pada menit ke-14 menjadi penentu kemenangan tim tamu.
Pelaku UMKM di DIY masih kesulitan memisahkan uang modal dan keuntungan. Kondisi ini membuat usaha rentan terjebak utang dan membutuhkan pengelolaan keuangan ya