Tiga Mahasiswa Desain Produk UKDW Raih Penghargaan Nasional IIDSA 2026

Media Digital
Media Digital Jum'at, 06 November 2026 10:22 WIB
Tiga Mahasiswa Desain Produk UKDW Raih Penghargaan Nasional IIDSA 2026

Tiga mahasiswa Program Studi Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta meraih penghargaan Karya Terpuji Indonesia (IIDSA Meritorious Award) dalam ajang Indonesia Industrial Design Student Award (IIDSA) ke-7. Ketiganya memperoleh penghargaan terbaik pada kategori berbeda./ Ist

JOGJA - Tiga mahasiswa Program Studi Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta meraih penghargaan Karya Terpuji Indonesia (IIDSA Meritorious Award) dalam ajang Indonesia Industrial Design Student Award (IIDSA) ke-7. Ketiganya memperoleh penghargaan terbaik pada kategori berbeda.

IIDSA merupakan ajang tahunan yang mempertemukan karya terbaik mahasiswa dari berbagai program studi Desain Produk di Indonesia. Kompetisi yang diselenggarakan Forum Program Studi Desain Produk Industri Indonesia ini berlangsung sejak September 2026, dengan rangkaian kegiatan pameran dan penganugerahan di ISI Surakarta pada 28–30 Oktober 2026.

Ketua Umum Forum Program Studi Desain Produk Industri Indonesia, Dr. Guguh Sujatmiko, S.T., M.Ds., CIPIR., mengapresiasi kualitas karya mahasiswa UKDW.

“Kekuatan karya mahasiswa UKDW terlihat pada keunikan gagasan, kreativitas, dan perhatian yang cermat terhadap detail. Setiap karya memiliki karakter desain yang kuat dan khas, sehingga mampu tampil menonjol dalam ajang IIDSA 2026,” ungkapnya.

Ketiga karya tersebut masing-masing mengangkat pendekatan desain yang berbeda. Vanessa Alvenia Hartono meraih penghargaan terbaik pada kategori Market-Ready Design (Solusi Desain Siap Pasar) melalui karya Sachi: Alat Saji Sushi Premium Berbahan Kayu di Indonesia.

Kategori ini menilai kematangan sebuah rancangan untuk dikembangkan menjadi produk yang dapat diproduksi, dipasarkan, serta menjawab kebutuhan fungsional dan estetika sesuai kebutuhan pengguna. Melalui Sachi, Vanessa mengangkat potensi material kayu lokal menjadi alat saji sushi premium yang dikombinasikan dengan desain penyaji bahan tambahan berbahan keramik terintegrasi untuk memudahkan penyajian. Produk Sachi ini telah digunakan di restoran sushi ternama.

Sementara itu, Fransiska Cristanti meraih penghargaan terbaik pada kategori Material Innovation Design (Desain dengan Inovasi Material) melalui karya Pospana: Perancangan Aksesori Fesyen dengan Memanfaatkan Biokomposit Limbah Bunga Potong.

Karya ini memanfaatkan limbah bunga mawar potong yang dikumpulkan dari industri florist sebagai bahan biokomposit untuk aksesori fesyen, seperti dompet, purse, dan card holder. Inovasi tersebut memberikan nilai tambah pada limbah organik melalui pengembangan material.

Penghargaan terbaik kategori Business-Oriented Design (Solusi Desain Berorientasi Bisnis) diraih Theodora Anggun Chintyaamora melalui karya Hobo Janggan Bag: Perancangan Tas Hobo dengan Sistem Akses Cepat Bervisual Kebaya Janggan sebagai Strategi Diversifikasi Produk Abhinaya untuk Generasi Z.

Tas ini mengadaptasi karakter visual Kebaya Janggan, terutama kerah tegak tinggi yang khas dan keterkaitannya dengan tradisi Keraton Yogyakarta. Produk yang telah berhasil dipasarkan secara nasional tersebut menjadi bagian dari diversifikasi produk merek Abhinaya untuk generasi Z. Abhinaya merupakan merek kreatif karya mahasiswa UKDW yang meraih hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) pada 2024 dan 2025.

Ketiga capaian ini mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi material, kesiapan produk untuk dipasarkan, dan potensi bisnis. Pencapaian ini didukung proses pembelajaran di Program Studi Desain Produk UKDW yang mengintegrasikan pengembangan kompetensi desain, pendampingan dosen, dan kolaborasi dengan mitra industri dalam kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan konsentrasi proyek studio yang beragam.

Keterlibatan mitra berlangsung melalui berbagai kegiatan akademik, seperti magang, penelitian, kunjungan industri, serta pembelajaran bersama dosen praktisi.

Ketua Program Studi Desain Produk UKDW, Winta Tridhatu Satwikasanti, Ph.D., menjelaskan bahwa proses pembelajaran yang berkesinambungan berperan dalam membentuk intuisi desain mahasiswa.

“Pembelajaran dari studio di semester pertama hingga Tugas Akhir secara bertahap membangun intuisi desain mahasiswa melalui pengetahuan dan pengalaman yang terus diperkaya, baik secara mandiri maupun kolaboratif. Proses ini membantu mahasiswa menerjemahkan gagasan menjadi produk yang mampu menjawab kebutuhan pengguna dan siap dipasarkan,” terangnya.

Penghargaan IIDSA 2026 ini melanjutkan rekam jejak prestasi Program Studi Desain Produk UKDW dalam ajang serupa. Sebelumnya, mahasiswa UKDW juga meraih penghargaan IIDSA pada 2021, 2022, 2024, dan 2025 dalam kategori Inclusive Design, Design with Special Purpose, dan Design with Educational Purpose.

Konsistensi pencapaian tersebut menunjukkan kontribusi UKDW dalam menghasilkan karya desain produk yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan industri serta masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online