Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T

Media Digital
Media Digital Senin, 13 Juli 2026 16:52 WIB
Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T

Sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan berkomitmen menghadirkan akses layanan JKN yang mudah dijangkau oleh masyarakat Indonesia di mana pun berada.

JAKARTA—Sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan berkomitmen menghadirkan akses layanan JKN yang mudah dijangkau oleh masyarakat Indonesia di mana pun berada. Untuk mengatasi keterbatasan akses layanan di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), BPJS Kesehatan menghadirkan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta layanan jemput bola BPJS Keliling.

VIOLA merupakan kanal layanan tanpa tatap muka berbasis video conference yang menghubungkan masyarakat dengan petugas BPJS Kesehatan secara real time untuk pengurusan administrasi kepesertaan JKN, memperoleh informasi, hingga menyampaikan pengaduan. Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di daerah 3T untuk memfasilitasi video conference di fasilitas kesehatan, kantor desa, kelurahan, kecamatan, sekolah, dan lokasi lainnya.

Selama Januari–Mei 2026, terdapat 218.729 pemanfaatan layanan VIOLA. Lokasi pelaksanaan terbanyak berada di puskesmas, sementara jenis layanan yang paling banyak dimanfaatkan adalah layanan informasi dan perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Adapun segmen peserta yang paling banyak memanfaatkan VIOLA ialah peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa tidak semua wilayah di Indonesia mampu mengadopsi layanan digital karena berbagai kendala, seperti keterbatasan jaringan komunikasi data, kondisi geografis, serta belum semua lapisan masyarakat familier dengan teknologi digital. Oleh karena itu, selain mengembangkan kanal digital, BPJS Kesehatan juga mengoptimalkan layanan jemput bola melalui BPJS Keliling.

Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi, mengurus administrasi kepesertaan, hingga menyampaikan pengaduan terkait JKN.

"Optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling tersebut merupakan wujud implementasi Layanan Ujung Negeri (LANURI), salah satu dari Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan. Hari ini kita laksanakan LANURI serentak di 558 titik kabupaten/kota se-Indonesia dengan melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Dari 558 titik tersebut, sebanyak 179 titik menyediakan layanan BPJS Keliling, sementara di 379 titik lainnya menghadirkan layanan VIOLA. Harapan kami, LANURI dapat memudahkan akses layanan JKN bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil atau aksesnya terbatas karena kondisi geografis," ujar Pujo, didampingi Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, dalam acara Launching LANURI dan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi, Senin (13/7).

Pada kesempatan yang sama, Pujo juga menyampaikan capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan yang telah mencapai 91,53%.

Sebagai informasi, program Quick Wins tersebut terdiri atas empat Program Customer Centric dan empat Program Collaborative. Program Customer Centric dikembangkan secara khusus untuk mengakomodasi kebutuhan fundamental peserta JKN yang dirumuskan melalui penjaringan aspirasi masyarakat. Sementara itu, Program Collaborative dijalankan untuk memperluas jangkauan layanan terintegrasi melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Adapun beberapa program utama yang telah tercapai adalah JKN 3T (kerja sama dengan kapal bantu rumah sakit ke daerah 3T serta pengiriman tenaga kesehatan ke daerah 3T), P-Care MBG (petugas SPPG menjadi peserta JKN dan terpantau kesehatannya, serta tumbuh kembang siswa penerima MBG terpantau), dan Eliminasi Inefisiensi (intelligence claim untuk upaya efisiensi biaya JKN, serta pencegahan, pendeteksian, dan penanganan perilaku inefisiensi termasuk potensi fraud). Ada pula sejumlah poin yang masih terus berproses bersama pemangku kepentingan terkait," jelas Pujo.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, mengapresiasi inisiatif BPJS Kesehatan dalam memperluas akses JKN bagi masyarakat di wilayah 3T. Menurutnya, kehadiran layanan VIOLA dan BPJS Keliling merupakan terobosan yang mampu mendekatkan layanan administrasi JKN bagi masyarakat yang masih mengalami keterbatasan transportasi maupun infrastruktur digital.

"Kementerian Koperasi menyambut baik kolaborasi ini, mengingat jaringan Koperasi Desa Merah Putih tersebar hingga ke tingkat desa dan kecamatan di seluruh Indonesia serta memiliki akses internet untuk mendukung penyelenggaraan VIOLA maupun BPJS Keliling. Kami akan mendorong jajaran pengurus koperasi di daerah 3T untuk mendukung pelaksanaan LANURI sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh masyarakat Indonesia," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda, mengatakan pemerataan layanan kesehatan masih menjadi salah satu tantangan Indonesia, terutama di wilayah 3T yang mengalami keterbatasan akses, infrastruktur, dan sumber daya manusia. Kehadiran LANURI diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut.

"Jaringan pelayanan kesehatan TNI yang tersebar di seluruh negeri dapat dimanfaatkan untuk mendukung LANURI, misalnya melalui mobilisasi personel kesehatan ke daerah terpencil, pemanfaatan fasilitas kesehatan TNI sebagai titik layanan tambahan, serta pengoperasian kapal rumah sakit yang dapat digunakan untuk melayani pulau-pulau terpencil. Termasuk dengan mengerahkan sekitar 76.000 personel Babinsa yang tersebar di Indonesia," katanya.(Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online