Masuk IGD Langsung Dilayani, Warga Jogja Sebut JKN Tetap Cepat

Media Digital
Media Digital Rabu, 13 Mei 2026 17:22 WIB
Masuk IGD Langsung Dilayani, Warga Jogja Sebut JKN Tetap Cepat

Pengalaman masuk instalasi gawat darurat (IGD) tanpa harus menunggu lama menjadi kesan paling membekas bagi Yuni Kaswanti saat mendampingi suaminya menjalani rawat inap di Rumah Sakit DKT Dr. Soetarto, Kotabaru, Kota Jogja./ Ist

Masuk IGD Langsung Dilayani, Warga Jogja Sebut JKN Tetap Cepat Tanpa Dibeda-bedakan

Harianjogja.com, JOGJA - Pengalaman masuk instalasi gawat darurat (IGD) tanpa harus menunggu lama menjadi kesan paling membekas bagi Yuni Kaswanti saat mendampingi suaminya menjalani rawat inap di Rumah Sakit DKT Dr. Soetarto, Kotabaru, Kota Jogja.

Yuni, warga Kelurahan Baciro, Gondokusuman, mengaku langsung mendapat penanganan begitu tiba di rumah sakit, ketika menggunakan penjaminan dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia dan suami merupakan peserta JKN kelas 2.

“Langsung. Kita datang langsung ada pelayanan,” ujar Yuni saat mendampingi suaminya, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, proses administrasi hingga penanganan medis berjalan cepat tanpa kendala. Menurutnya, pelayanan yang diberikan rumah sakit tidak membedakan antara pasien JKN dan pasien umum.

“Enggak pernah dibedakan. Selama ini walaupun dulu juga pernah di kelas 3, sama aja sama pelayanan umum. Tetap maksimal pelayanannya,” katanya.

Yuni telah memanfaatkan program yang dikelola BPJS Kesehatan tersebut sejak 2016 atau sejak awal menikah. Selama itu, ia menilai pelayanan fasilitas kesehatan di Jogja, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, tergolong baik dan ramah.

“Kalau di Jogja alhamdulillah pelayanan dari Puskesmas baik, pelayanannya bagus. Untuk perawat-perawatnya juga bagus, baik, ramah-ramah,” tandasnya.

Selain pelayanan medis, kemudahan administrasi juga dirasakan Yuni. Ia menyebut tidak mengalami kesulitan saat mengurus proses perawatan suaminya di rumah sakit.

“Mudah sih Mas, enggak sulit. Kayak kemarin ke IGD langsung dilayani cepat, langsung dikasih perawatan juga enggak nunggu lama,” katanya.

Dari sisi pembiayaan, Yuni mengakui JKN sangat membantu. Seluruh biaya pengobatan hingga obat-obatan ditanggung, tanpa tambahan biaya.

“Enggak, enggak ada namanya biaya tambahan. Obat semua gratis,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa JKN, biaya pengobatan bisa jauh lebih besar dan memberatkan keluarga. Namun, dengan adanya JKN, ia dan keluarga hanya fokus dengan kesembuhan.

Ke depan, Yuni berharap kualitas pelayanan JKN dan RS DKT Dr. Soetarto sebagai mitra BPJS Kesehatan dapat terus ditingkatkan meski sudah dinilai baik.

“Untuk harapan saya sih untuk BPJS Kesehatan semakin bagus, semakin baik. Untuk pelayanan DKT juga semakin bagus, semakin baik. Pelayanannya sudah bagus, sudah ramah-ramah pelayanannya,” harapnya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online