BPJS Kesehatan Wilayah VI Genjot Layanan JKN Berbasis AI
BPJS Kesehatan Wilayah VI memperkuat layanan JKN di Jateng-DIY melalui skrining, kesehatan mental, dan inovasi digital berbasis AI.
Pasien BPJS Kesehatan./ Ist
JOGJA – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Tri Purwanti, mengaku mendapatkan pelayanan yang baik dan tanpa perbedaan selama mendampingi kakaknya menjalani rawat inap di Rumah Sakit DKT Dr. Soetarto, Kota Jogja.
Ia menilai pelayanan yang diterima tetap maksimal dan setara dengan pasien lain.
Tri mengatakan telah menggunakan penjaminan dari program yang dikelola BPJS Kesehatan ini sejak awal program berjalan. Selama itu pula, ia mengaku tidak pernah mengeluarkan biaya sepeser pun untuk layanan kesehatan.
"Kalau saya periksa dilayani dengan baik, lancar saja. Dari awal pakai JKN yang pemerintah dan tidak pernah bayar," kata Tri Purwanti saat mendampingi kakaknya di RS DKT, Rabu (13/5/2026).
Saat ditemui, Tri tengah menemani kakaknya yang sudah dirawat selama dua hari di RS DKT. Ia menilai pelayanan dari tenaga medis, baik perawat maupun dokter, berjalan dengan baik tanpa kendala.
"Bagus sekali pelayanannya, tidak ada keluhan. Sama saja, tidak dibedakan dengan pasien lain," katanya.
Pengalaman positif itu juga pernah ia rasakan saat menjalani perawatan di rumah sakit yang sama beberapa tahun lalu. Saat itu, ia menjalani rawat inap selama dua hari dan mendapatkan pelayanan yang dinilai memuaskan.
"Waktu saya dirawat dulu juga di sini, pelayanannya bagus. Dari dulu sampai sekarang tetap baik," ucapnya.
Tri mengaku merasa nyaman dengan pelayanan yang diberikan. Menurutnya, sikap ramah dari tenaga medis menjadi salah satu alasan utama kepuasannya.
"Di sini pelayanannya ramah, perawatnya baik, jadi saya merasa enak," katanya.
Ia berharap pelayanan BPJS Kesehatan ke depan tetap berjalan lancar dan kualitas layanan rumah sakit bisa terus dipertahankan. Dengan begitu, masyarakat dari segala lapisan bisa mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
Selain memberikan manfaat dari sisi pembiayaan, Program JKN juga dinilai membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah dan terjangkau. Bagi peserta PBI seperti Tri, keberadaan program ini menjadi bentuk perlindungan yang sangat berarti, terutama saat menghadapi kebutuhan pengobatan atau perawatan di rumah sakit.
Ia berharap masyarakat dapat terus memanfaatkan fasilitas kesehatan sesuai prosedur yang berlaku dan menjaga kepesertaan JKN agar tetap aktif. Menurutnya, pelayanan yang baik, ramah, dan tidak membedakan status peserta merupakan hal penting yang perlu terus dipertahankan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin meningkat dari waktu ke waktu. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Kesehatan Wilayah VI memperkuat layanan JKN di Jateng-DIY melalui skrining, kesehatan mental, dan inovasi digital berbasis AI.
Rekomendasi wisata Kanada, AS, dan Meksiko untuk Piala Dunia 2026: alam, kota ikonik, hingga situs bersejarah dunia.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bantul mencatat empat jemaah haji asal Bantul meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji 2026
BPJS Ketenagakerjaan dorong perlindungan pekerja DIY, terutama sektor informal, lewat program murah mulai Rp8.400 per bulan.
IHSG naik 2,07% ke 6.007,65 dipimpin saham DSSA, AMMN, dan BBCA dengan kapitalisasi pasar tembus Rp10.547 triliun.
Aksi demo di Bundaran HI dan DPR/MPR ganggu rute Transjakarta, sejumlah koridor dialihkan dan dihentikan sementara.