210 Mahasiswa DIY Terima Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026
Sebanyak 210 mahasiswa DIY dari empat perguruan tinggi menerima Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026 yang bersumber dari Dana Keistimewaan.
Peserta JKN PBPU BP Pemda, Rilani Mardiwiyono (63), merasakan langsung dari manfaat Program JKN./ Ist
SLEMAN -- Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah Daerah (PBPU BP Pemda) terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Seorang Peserta JKN PBPU BP Pemda, Rilani Mardiwiyono (63), merasakan langsung dari manfaat Program JKN. Meski kepesertaan JKN Rilani sempat berhenti, kepesertaannya bisa diurus dan bisa segera mengakses layanan kesehatan.
Rilani dirawat di RS Bhayangkara karena mengidap Demam Berdarah Dengue (DBD). Meski kepesertaannya baru aktif kembali, Rilani merasakan pelayanan yang diterimanya begitu baik saat mengakses layanan kesehatan. Dia juga tak merasa adanya perbedaan layanan dengan pasien umum.
"Kemarin sempat nonaktif kepesertaannya tapi bisa langsung aktif kembali saat diurus. Dan pelayannya alhamdulillah baik," terang Rilani, Rabu (17/6).
Menurut Rilani layanan yang ia terima tidak hanya cepat, tetapi juga ramah. Karena kondisinya, semula Rilani harus masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan perawatan segera.
Waktu pertama dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), ia merasakan kondisi demam hebat. Karena demam selama tiga hari, makanya lantas dibawa ke FKRTL.
"Awalnya demam tinggi. Karena sudah tiga hari terus diperiksakan.” tuturnya.
Selama empat hari dirawat, Rilani merasa baik dokter maupun perawat yang menanganinya bersikap sangat koorperatif. Ia juga sering mendapatkan penjelasan saat dokter datang mengecek kondisinya.
"Perawat dan dokternya baik semua. Pelayanan cepat dan ramah" ujarnya.
Setelah empat hari menjalani perawatan, kondisi Rilani berangsur-angsur membaik. Demam yang dialaminya sudah turun, tidak seperti saat awal pertama masuk ke FKRTL.
"Enggak demam lagi, alhamdulillah sudah sehat. Sudah turun demamnya, kepalanya sudah sembuh, lambung sudah sembuh. Ini cuman tunggu DB-nya aja," ungkapnya.
Selama dirawat, Rilani mengaku tak dipungut biaya sepeser pun baik itu perawatan maupun obat-obatan.
Sementara itu sang anak, Murtini berharap layanan JKN terus ada dan menjangkau banyak masyarakat.
Selama menemani sang ibu dirawat di rumah sakit, Murtini melihat pelayanan yang diberikan kepadanya ibunya sudah sangat baik. Senada dengan sang ibu, ia menilai jika layanan yang diberikan tidak membeda-bedakan.
"Sudah, semuanya sudah oke. Alhamdulillah baik, enggak ada bedanya," ujarnya.
Murtini ingat betul bagaimana kondisi pertama ibunya saat dirawat di rumah sakit. Sang ibu kata Murtini merasa pusing dan sesak napas saat pertama dibawa ke FKRTL.
"Waktu pertama dibawa ke rumah sakit kondisi gawat. Ibu merasa sesak nafas dan pusing" ujarnya.
Setelah empat hari dirawat, Murtini melihat perkembangan pemulihan kesehatan sang ibu. Kata dia, kondisi ibunya sudah membaik dan tinggal menunggu kadar trombosit kembali normal.
"Semua sudah oke, sudah normal, semua sudah sembuh. Tinggal nunggu trombositnya ini,"
Bukan kali pertama sang ibu harus dirawat di rumah sakit. Sebelumnya kata Murtini sang ibu pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit hipertensi. Kala itu Program JKN juga menjadi jaminan kesehatan yang dipakai sang ibu untuk mengakses layanan kesehatan.
Ketika ditanya adakah perbedaan antara pelayanan BPJS Kesehatan dulu dan sekarang, Murtini berujar jika pelayanannya sama saja, sama baiknya.
Mengingat manfaatnya, Murtini berharap Program JKN tetap terus ada ke depannya.
"Semoga lebih baik dan bermanfaat untuk orang banyak. Program JKN sangat membantu," tutup Rilani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 210 mahasiswa DIY dari empat perguruan tinggi menerima Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026 yang bersumber dari Dana Keistimewaan.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.