JKN PBPU BP Pemda Bantu Arin Pulih dari ISK Tanpa Keluar Biaya Berobat

Media Digital
Media Digital Sabtu, 20 Juni 2026 16:52 WIB
JKN PBPU BP Pemda Bantu Arin Pulih dari ISK Tanpa Keluar Biaya Berobat

​Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus dirasakan oleh masyarakat, termasuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah Daerah (PBPU BP Pemda). Salah satunya adalah Arin Nuryani (20), warga Kalasan, Sleman, yang telah merasakan kemudahan akses layanan kesehatan sejak masih kecil./ ist

SLEMAN -- ​Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus dirasakan oleh masyarakat, termasuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah Daerah (PBPU BP Pemda). Salah satunya adalah Arin Nuryani (20), warga Kalasan, Sleman, yang telah merasakan kemudahan akses layanan kesehatan sejak masih kecil.

Arin mengaku sudah lama terdaftar sebagai peserta JKN, bahkan sejak usia anak-anak. Ia bahkan lupa kapan tepatnya terdaftar sebagai peserta JKN. Namun satu yang ia ingat, sudah beberapa kali ia mengakses layanan kesehatan menggunakan JKN saat sakit.

"Saya lupa tahun berapa tepatnya terdaftar sebagai peserta JKN. Soalnya waktu itu saya masih kecil," ujar Arin, Rabu (17/6).
Selama menjadi peserta JKN, Arin telah beberapa kali menjalani pengobatan maupun perawatan di fasilitas kesehatan. Terakhir ia menjalani rawat inap akibat Infeksi Saluran Kemih (ISK) di RS Bhayangkara.

"Saya sudah beberapa kali merasakan layanan kesehatan menggunakan JKN. Pernah berobat di Puskesmas karena meriang. Kemudian juga pernah dirawat di rumah sakit karena tifus, maag, dan muntaber. Yang terakhir saya mengalami ISK," ungkapnya.

Menurut Arin, akses layanan kesehatan yang diperolehnya melalui Program JKN berjalan dengan mudah. Ia cukup datang ke fasilitas kesehatan, melakukan pendaftaran dan melengkapi administrasi, kemudian menunggu pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.

Berkali-kali mengakses fasilitas dan layanan kesehatan menggunakan BPJS, Arin merasa tak ada perlakuan berbeda yang diterimanya. Ia dilayani sebagaimana pasien lainnya mendapatkan penanganan.

Lebih dari itu, Arin merasa tidak ada perlakuan berbeda yang diterimanya. Ia dilayani sebagaimana pasien lainnya mendapatkan penanganan yang cepat serta pelayanan yang baik dari tenaga kesehatan.

“Tidak ada perbedaan, menurut saya semua pasien mendapatkan perlakuan yang sama tanpa dibeda-bedakan. Penanganannya juga sama, sama cepatnya gitu loh," terangnya.

Pengalaman positif juga ia rasakan saat berinteraksi dengan petugas rumah sakit. para petugas yang membantunya di rumah sakit juga ramah-ramah. Baik petugas administrasi, perawat maupun dokter yang menanganinya berlaku ramah kepada selurug pasien. Dokter seringkali memberi penjelasan yang mudah dimengerti pasien agar cepat sembuh.

​"Alhamdulillah ramah-ramah. Diberi penjelasan, kalau misal saya tanya juga dijawabnya juga yang ramah, gitu. Enggak yang bentak-bentak atau gimana," ungkap perempuan asal Kalasan tersebut.

​Saat ini Arin tengah menjalani masa pemulihan setelah mendapatkan perawatan akibat ISK. Sebelumnya, ia sempat merasakan sakit bagian perut dengan rasa nyeri hingga melingkar sampai ke bagian belakang. Namun kini setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi Arin berangsur-angsur pulih.

"Sudah mulai membaik. Sudah mulai berkurang, enggak sesakit yang kemarin. Yang kemarin itu enggak bisa, beneran enggak bisa ditahan. Sekarang alhamdulillahnya bisa. Mungkin sudah bener-bener berkurang banget," tutur perempuan yang bekerja di toko sembako dan camilan tersebut.

Bagi Arin, salah satu manfaat terbesar yang dirasakan sebagai peserta JKN segmen PBPU BP Pemda adalah tidak adanya biaya yang harus dikeluarkan selama menjalani pengobatan. Seluruh layanan kesehatan yang dibutuhkan, mulai dari pemeriksaan, konsultasi dokter, pengobatan hingga kontrol lanjutan, dapat diakses selama indikasi medis.

“Selama menggunakan JKN, saya tidak pernah mengeluarkan biaya untuk berobat. Dari awal sampai selesai semuanya ditanggung. Semoga Program JKN dapat terus hadir membantu masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi,” tutupnya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online