Takut Intimate Wedding Ditolak? Coba Forest Wedding

Media Digital
Media Digital Jum'at, 17 Juli 2026 13:22 WIB
Takut Intimate Wedding Ditolak? Coba Forest Wedding

Suasana booth Wanasekar Resort dalam wedding expo yang digelar Jason Enterprise di Grand Atrium Pakuwon Mall Jogja, pada Jumat (17/7/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

JOGJA—Keinginan menggelar intimate wedding kerap berbenturan dengan harapan keluarga besar yang menginginkan pesta pernikahan berskala besar. Namun, konsep pernikahan bernuansa alam dengan dekorasi megah dinilai bisa menjadi jalan tengah agar suasana tetap hangat tanpa kehilangan kesan istimewa.

Konsep tersebut diperkenalkan Wanasekar Resort dalam pameran pernikahan yang digelar Jason Enterprise di Grand Atrium Pakuwon Mall Jogja pada 17–19 Juli 2026. Melalui tema forest wedding, pengunjung diajak merasakan atmosfer pernikahan di tengah alam melalui dekorasi yang menyerupai kawasan hutan.

Resort Representative Wanasekar, Khairul Anwar, mengatakan tren pernikahan saat ini mulai bergeser dari pesta besar menuju konsep yang lebih intim. Calon pengantin kini cenderung mengundang keluarga dan sahabat terdekat agar momen pernikahan terasa lebih personal.

"Trennya memang sekarang lebih ke intimate. Jadi yang datang keluarga dekat dan teman-teman terdekat, suasananya lebih privat. Bahkan akad atau pemberkatan mulai banyak yang dilakukan di lokasi terbuka, bukan lagi di gedung," ujar Khairul di Pakuwon Mall, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, konsep intimate wedding bukan berarti mengurangi kemegahan sebuah pesta. Justru dengan jumlah tamu yang lebih terbatas, pasangan dapat menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan melalui lokasi, dekorasi, hingga suasana yang menyatu dengan alam.

Ia menilai tren dekorasi juga mulai bergeser ke nuansa tropis yang memanfaatkan kekayaan alam Indonesia. Konsep tersebut dinilai memberi kesan lebih hangat sekaligus menjadi kenangan yang tetap menarik ketika dikenang kembali melalui foto maupun video pernikahan.

Di Wanasekar Resort, kapasitas pesta pernikahan dibatasi sekitar 200 tamu. Jumlah itu sengaja dipilih untuk menciptakan interaksi yang lebih akrab antara pasangan pengantin dan para tamu undangan.

"Memang tidak terlalu banyak. Kami ingin suasananya hangat, intimate, dan semua tamu bisa merasa lebih dekat satu sama lain," imbuhnya.

Khairul mengakui masih ada calon pengantin yang khawatir konsep intimate wedding kurang mendapat restu dari keluarga besar. Karena itu, pihaknya berupaya menghadirkan konsep yang tetap terlihat megah sehingga dapat mengubah pandangan tersebut.

"Kami ingin menunjukkan bahwa konsep seperti ini mungkin sebelumnya tidak pernah mereka bayangkan. Tapi setelah melihatnya, bisa menjadi referensi baru dan muncul perasaan, 'Ini sepertinya pernikahan impian saya.' Tidak terlalu besar, tetapi tetap terasa istimewa, dekat dengan alam, dan hasil fotonya juga sangat menarik," tandasnya.

Selama pameran berlangsung, Wanasekar Resort menghadirkan booth bernuansa hutan yang dirancang Excelsior Decoration. Pengunjung disambut elemen kayu, tanaman hijau, replika pohon, bunga segar, hingga suara gemericik air dan kicauan burung yang merepresentasikan suasana asli kawasan resort. Tim Wanasekar juga mengusung wastra Nusantara dengan busana karya desainer kenamaan Yogyakarta, Phillip Iswardono.

Khairul menjelaskan seluruh elemen tersebut sengaja dihadirkan agar pengunjung dapat merasakan karakter Wanasekar sejak pertama kali memasuki booth. Bahkan, desain meja dibuat melengkung menyerupai aliran sungai untuk memperkuat pengalaman berada di tengah alam. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online