Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Rapat koordinasi bidang pertanian dan perkebunan, peternakan, dan ketahanan pangan yang digelar di Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis, 18 September 2025. /Istimewa.
SEMARANG—Produktivitas padi gabah kering giling (GKG) periode Januari-Oktober 2025 di Jawa Tengah diperkirakan mengalami peningkatan 353.627 ton dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Sementara ketersediaan beras sampai Oktober 2025 diproyeksikan surplus sebanyak 1.577.734 ton.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares saat rapat koordinasi bidang pertanian dan perkebunan, peternakan, dan ketahanan pangan yang digelar di Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis, 18 September 2025.
Ia mengatakan, produktivitas padi berupa gabah kering giling (GKG) Jawa Tengah untuk tahun 2025 sampai bulan Oktober sekitar 8.614.010 ton. Naik sekitar 353.627 ton dari jumlah produksi tahun 2024. Jumlah produksi tersebut berasal dari luas panen yang mencapai 1.534.490 hektare.
BACA JUGA: PDIP Hormati Keputusan Prabowo Ganti Kepala LKPP
Adapun produksi beras bulan Januari-Oktober 2025 akan mencapai 4.953.494 ton. Sementara kebutuhan beras di Jawa Tengah mencapai 3.375.832 ton, sehingga ada surplus beras sebanyak 1.577.734 ton.
"Kita lihat data, sampai Oktober 2025 beras kita surplus 1,5 juta ton. Berarti kalau dibagi 10 bulan rata-rata setiap bulan kita ada surplus 150 ribu ton. Untuk Jawa Tengah beras seharusnya selesai," kata Defransisco.
Meskipun mengalami penambahan produktivitas padi dan surplus beras, kata dia, masih ada beberapa hal yang harus diantisipasi, karena banyak hasil panen Jawa Tengah yang justru lari ke luar daerah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, produktivitas padi di Jawa Tengah sudah bagus, bahkan produktivitas itu juga diiringi dengan ketersediaan beras yang surplus.
Untuk itu ia meminta agar tata kelola hasil panen dan kebutuhan pokok dilakukan dengan baik. Ia tidak ingin produktivitas yang bagus tersebut ada kebocoran karena banyak hasil panen yang diambil daerah lain.
Tata kelola tersebut untuk memastikan hasil panen di Jawa Tengah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia tidak ingin ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok penting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.
UGM menyiapkan penonaktifan sementara 10 mahasiswa terduga pelaku KBGO di Fakultas Teknik selama 1,5 bulan.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.