Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Kementerian Keuangan di wilayah DIY kembali melaksanakan kegiatan Kemenkeu Mengajar 10, sebuah program pengabdian pegawai Kementerian Keuangan untuk mengajar di sekolah-sekolah, guna menanamkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan negara dan peran Kemenkeu dalam menjaga perekonomian bangsa. /Istimewa.
JOGJA—Kementerian Keuangan di wilayah DIY kembali melaksanakan kegiatan Kemenkeu Mengajar 10, sebuah program pengabdian pegawai Kementerian Keuangan untuk mengajar di sekolah-sekolah, guna menanamkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan negara dan peran Kemenkeu dalam menjaga perekonomian bangsa.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Bea Cukai Yogyakarta turut berpartisipasi aktif, mengajar di berbagai sekolah di wilayah Yogyakarta dan memberikan pembelajaran interaktif kepada pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 10 November 2025, serentak di 38 provinsi di Indonesia, termasuk 9 sekolah yang menjadi kolaborator utama di wilayah D.I. Yogyakarta.
Dengan mengusung tema “Mengenal Uang Kita, Membangun Masa Depan”, para relawan Bea Cukai Yogyakarta menyampaikan materi mengenai peran Bea Cukai dalam menjaga lalu lintas barang di perbatasan, pelabuhan, dan bandara, kontribusi Bea Cukai dalam penerimaan negara melalui cukai dan kepabeanan, dan pentingnya APBN sebagai wujud gotong royong rakyat Indonesia dalam membiayai pendidikan, kesehatan, dan pembangunan.
Sebagai bentuk edukasi berbasis pengalaman langsung, Unit K-9 Bea Cukai Yogyakarta turut hadir di SDE Mangunan dan SMP Pangudi Luhur 1, menampilkan demonstrasi kemampuan anjing pelacak dalam mendeteksi barang berbahaya. Para siswa diajak menyaksikan simulasi pemeriksaan barang layaknya di bandara internasional.
Melalui metode ini, pelajar memahami bahwa Bea Cukai berperan penting dalam mencegah peredaran narkotika dan barang berisiko dan tugas pengawasan ini dilakukan dengan profesional, terlatih, dan melibatkan teknologi serta sumber daya khusus seperti anjing pelacak.Antusiasme siswa terlihat dari tingginya interaksi, pertanyaan, hingga rasa ingin tahu yang muncul sepanjang kegiatan.
Partisipasi Bea Cukai Yogyakarta dalam Kemenkeu Mengajar merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, komitmen mendukung literasi keuangan, dan upaya menanamkan kesadaran kebangsaan sejak dini.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Riri Riani menyampaikan amanatnya di SD Kanisius Kadirojo bahwa pendidikan mengenai fungsi keuangan negara perlu ditanamkan sedini mungkin, agar generasi muda memahami bahwa pengelolaan ekonomi bukan hal yang jauh dari kehidupan sehari-hari.
“APBN bukan sekadar angka. Ia adalah bentuk kerja bersama seluruh masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang maju. Melalui Kemenkeu Mengajar, kami ingin memperkenalkan peran Bea Cukai sebagai garda terdepan perlindungan masyarakat dan fasilitator perdagangan,” ujar Riri.
Kemenkeu Mengajar 10 menjadi ruang kolaborasi antar unit Kementerian Keuangan untuk hadir lebih dekat dengan siswa, menumbuhkan inspirasi, dan memperkuat nilai integritas, pelayanan, serta kepedulian. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.