Telkom Hadirkan Inovasi OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Salah satu titik kerja bakti Jogja Berhati Nyaman di Jalan Malioboro, Jogja, pada Jumat (6/2/2026) pagi. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA—Gerakan kerja bakti massal yang diimbau Presiden Prabowo Subianto mendapat respons cepat dari Pemerintah Kota Jogja melalui program Jogja Berhati Nyaman, yang disebut telah berjalan lebih dahulu sebagai penguatan kebersihan lingkungan dan estetika kota. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa semangat kurve atau kerja bakti tersebut sejalan dengan langkah yang sudah digulirkan Pemkot Jogja sejak awal masa kepemimpinannya.
Pada Jumat (6/2/2026) pagi, kerja bakti Jogja Berhati Nyaman kembali dilaksanakan serentak di 14 kemantren. Kegiatan difokuskan pada pembersihan rumput liar di trotoar dan area sekitarnya dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
“Sangat nyambung sekali dengan apa yang kita lakukan. Bahkan dua minggu sebelum imbauan kurve itu, kami sudah kurve dari Balai Kota sampai Pojok Beteng Kulon,” ujar Hasto.
Ia menjelaskan, jumlah titik kerja bakti yang semula hanya 10 lokasi kini diperluas menjadi 14 titik, sebagai bentuk penguatan gerakan kebersihan. Menurutnya, pelibatan masyarakat menjadi kunci agar kerja bakti tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi budaya bersama. Dari unsur pemerintah, sekolah, TNI, Polri, hingga Satpol PP telah rutin diterjunkan setiap Jumat.
“Yang perlu kami gerakkan saya kira bersama masyarakat. Kalau institusi, sekolah, TNI, Polri sudah. Satpol PP itu saya minta tiap Jumat turun. Kita punya sekitar 600 Satpol PP, kecuali yang jaga malam, pakai kaos terus kita bersih-bersih,” ucapnya.
Hasto menekankan, kerja bakti tidak hanya menyasar pengangkutan sampah, tetapi juga penertiban rumput liar yang dinilai mengganggu kerapian dan keindahan kota. Dalam waktu dekat, Pemkot Jogja akan menerbitkan surat edaran yang mengimbau warga membersihkan lingkungan di depan rumah masing-masing, khususnya dari rumput liar.
Selain masyarakat umum, pelibatan pelajar juga menjadi bagian dari gerakan kebersihan lingkungan. Bahkan, menurut Hasto, sejumlah kepala daerah lain telah berkunjung ke Jogja untuk melihat langsung praktik gotong royong tersebut.
“Kemarin ada beberapa kepala daerah ke sini dan akan mencontoh Jogja dengan gotong royongnya. Karena kita sudah mengerahkan anak sekolah, sekolah-sekolah juga harus menyelesaikan sampah dan lingkungannya,” katanya.
Ia menambahkan, sejak awal menjabat, Pemkot Jogja telah mencanangkan program sekolah bersih hingga radius 200 meter dari lingkungan sekolah sebagai quick win Dinas Pendidikan. Dari sisi branding, Hasto menilai slogan Jogja Berhati Nyaman selaras dengan konsep ASRI yang digaungkan Presiden, yakni Aman, Sehat, Rapi, dan Indah.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Rajwan Taufiq, memastikan seluruh sampah hasil kerja bakti dari 14 kemantren akan dikumpulkan dan diangkut DLH untuk diolah di unit pengolahan sampah milik Pemkot.
Rajwan menegaskan, gerakan kerja bakti Jogja ini memperkuat program kebersihan yang telah berjalan konsisten di tingkat kota dan kini beririsan dengan kebijakan pusat.
“Kebetulan saja program yang sudah dilaksanakan pemerintah kota ini juga menjadi program tingkat pusat. Jogja sudah mendahului dan ternyata nyambung, sesuai dengan harapan Pak Presiden,” jelas Rajwan.
Gerakan kerja bakti Jogja Berhati Nyaman ini terus diperluas sebagai bagian dari strategi kebersihan kota, penguatan budaya gotong royong, serta respons terhadap imbauan kurve Presiden yang kini menjadi perhatian nasional. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.