Badan Mutu KKP Yogyakarta-BBPOM Sinergi Jaga Mutu dan Keamanan Produk Perikanan
Badan Mutu KKP Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta memperkuat sinergi pengawasan mutu dan keamanan pangan asal ikan melalui Rencana Aksi dan joint inspection
Pimpinan DPRD Kabupaten Magelang menekankan pentingnya inovasi dan peningkatan pelayanan publik dalam momentum Hari Jadi Kota Mungkid 2026. - ist
MAGELANG—Peringatan Hari Jadi ke-42 Kota Mungkid pada 22 Maret 2026 berlangsung lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bertepatan dengan libur Idulfitri, rangkaian kegiatan difokuskan pada malam tirakatan yang dibarengkan dengan halal bihalal aparatur sipil negara (ASN), serta ditutup dengan agenda seremonial Grebek Kupat pada Sabtu (28/3/2026).
Meski dilaksanakan secara terbatas, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magelang menilai momentum ini tetap memiliki makna penting sebagai refleksi perjalanan Kota Mungkid sekaligus penguatan arah pembangunan ke depan.
Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Sakir, menegaskan bertambahnya usia Kota Mungkid harus menjadi pemicu peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Magelang perlu terus menghadirkan inovasi baru sejalan dengan visi dan misi Bupati Magelang yaitu Anyar Gress (Aman, Nyaman, Religius, Unggul, dan Sejahtera).
“Semangat Anyar Gress harus diwujudkan melalui pelayanan yang lebih baik, peningkatan daya saing, serta upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Magelang, Rabu (26/3/2026).
Ia juga mengingatkan tantangan ke depan tidak ringan, mulai dari meningkatnya tuntutan masyarakat hingga dinamika global yang turut memengaruhi kondisi ekonomi nasional dan daerah. Oleh karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah untuk menyusun perencanaan yang lebih cermat serta memprioritaskan program pelayanan publik, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
Lebih lanjut, Sakir menilai peringatan hari jadi tidak harus selalu dirayakan secara besar-besaran. Menurutnya, yang terpenting adalah adanya refleksi atas perjalanan sejarah Kota Mungkid, yang sejak 1984 menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Magelang.
“Momentum ini menjadi ajang untuk melihat kembali perjalanan dan menata langkah ke depan agar Kota Mungkid semakin maju,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Muhamad Fahrudin, memandang peringatan Hari Jadi Kota Mungkid sebagai agenda strategis yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat branding daerah.
Menurutnya, keberadaan ibu kota kabupaten perlu dikemas sebagai identitas yang mampu menarik perhatian, baik masyarakat lokal maupun luar daerah. Ia mengapresiasi inovasi baru yang mulai dihadirkan pemerintah daerah, salah satunya melalui penyelenggaraan Grebek Kupat.
“Momentum ini dapat menjadi sarana promosi daerah. Kegiatan yang dikemas menarik akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD lainnya, Abdul Aziz, menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat terhadap nilai historis Hari Jadi Kota Mungkid, yang berkaitan dengan perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Magelang dari Kota Magelang.
Ia berharap ke depan Kota Mungkid dapat berkembang menjadi pusat pemerintahan sekaligus pusat budaya yang memiliki daya tarik tersendiri. Menurutnya, sinergi dengan sektor pariwisata, termasuk kawasan Borobudur, perlu terus diperkuat.
“Pemerintah daerah harus tetap fokus pada tujuan pembangunan. Meskipun ada efisiensi anggaran, inovasi tetap bisa dilakukan, seperti pelayanan kesehatan dan program ‘ngantor di kecamatan’ yang relatif minim biaya,” jelasnya.
Abdul Aziz juga menilai langkah Bupati Magelang dalam membangun tim kerja yang solid serta menghadirkan berbagai inovasi menjadi sinyal positif bagi arah pembangunan daerah.
Dengan berbagai pandangan tersebut, DPRD Kabupaten Magelang menunjukkan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan daerah sekaligus mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan yang adaptif dan inovatif. Peringatan Hari Jadi Kota Mungkid tahun ini pun diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum memperkuat identitas dan masa depan Kabupaten Magelang yang lebih maju dan berdaya saing. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Badan Mutu KKP Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta memperkuat sinergi pengawasan mutu dan keamanan pangan asal ikan melalui Rencana Aksi dan joint inspection
DPRD DIY mengusulkan Bioskop Rakyat Rp10.000 diperluas hingga kemantren, kapanewon dan kelurahan untuk pemerataan akses film.
Polisi menembak mati AF, terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Tulang Bawang setelah menyerang petugas dengan senjata tajam.
Satgas PKH menyerahkan Rp13,2 triliun hasil penindakan tahap ke-8 ke Kemenkeu. Penyerahan disaksikan Presiden Prabowo Subianto.
Jelajah Tamanmartani Kulinerun digelar 24–25 Oktober 2026 dengan olahraga, kuliner, budaya, serta konsep living medal berupa bibit tanaman
Kasus ISPA di Kulonprogo mencapai 84.756 hingga pekan ke-39 2026, naik 1,3 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.