Senam Sehat dan Meracik Jamu, Cara Magister Farmasi UII Dekatkan Edukasi Kesehatan

Media Digital
Media Digital Senin, 02 November 2026 11:00 WIB
Senam Sehat dan Meracik Jamu, Cara Magister Farmasi UII Dekatkan Edukasi Kesehatan

Istimewa

SLEMAN – Program Studi Magister Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama warga Padukuhan Lodadi, Kalurahan Umbulmartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, pada Minggu (1/11/2026). Kegiatan ini mengusung semangat peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik, pemeriksaan kesehatan sederhana, serta pemanfaatan tanaman obat dan bahan alam sebagai produk jamu tradisional.

Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama yang diikuti oleh masyarakat dan keluarga besar Magister Farmasi UII. Aktivitas ini menjadi salah satu upaya untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup aktif dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah senam sehat, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran tekanan darah (tensi), pemeriksaan kadar glukosa darah, serta pemeriksaan kadar asam urat. Pemeriksaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan masing-masing sekaligus mendorong pentingnya deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit tidak menular.

Tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menghadirkan edukasi dan praktik langsung pembuatan jamu tradisional. Masyarakat diajak mengenal dan mempraktikkan pembuatan beberapa produk jamu, yaitu jahe instan, beras kencur, dan jamu kebugaran. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan bahan alam menjadi produk herbal yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan praktik pembuatan jamu diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi bahan alam lokal sekaligus mendorong pelestarian budaya minum jamu sebagai bagian dari kearifan lokal Indonesia. Selain itu, keterampilan pengolahan jamu juga berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ketua Dusun Lodadi, Heryudi Zananda, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. "Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Magister Farmasi UII atas kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga, khususnya dalam meningkatkan kesadaran kesehatan dan memberikan keterampilan praktis pembuatan jamu. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut," ujarnya.

Ketua Program Studi Magister Farmasi UII, Suci Hanifah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara dosen, tenaga kependidikan, laboran, dan mahasiswa magister. "Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan maupun mengenalkan potensi bahan alam Indonesia melalui pengolahan jamu. Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi Magister Farmasi UII dalam mendekatkan ilmu kefarmasian kepada masyarakat," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Magister Farmasi UII berharap dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan mandiri. Pengabdian masyarakat tidak hanya menjadi sarana penerapan ilmu pengetahuan dan kefarmasian, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, serta keterampilan yang memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

Kebersamaan antara sivitas akademika Magister Farmasi UII dan masyarakat Padukuhan Lodadi menjadi wujud nyata komitmen perguruan tinggi untuk terus hadir dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, serta pemberdayaan berbasis potensi bahan alam Indonesia.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online