Keluhan Sampah Pasar Cebongan, Anggota DPRD Sleman Usulkan Penggunaan Insinerator
Anggota DPRD Sleman Respati Agus Sasangka menindaklanjuti keluhan sampah di Pasar Cebongan dengan mengusulkan penggunaan insinerator dan optimalisasi mesin komp
Dapat Keluhan Soal Sampah Di Pasar Cebongan, Anggota DPRD Sleman, Respati Inginkan Adanya Penggunaan Insinerator Pada Sampah./ Istmewa
SLEMAN—Menindaklanjuti keluhan pedagang dan pengunjung terkait persoalan sampah, anggota DPRD Kabupaten Sleman, H. Respati Agus Sasangka, S.I.P., mengunjungi Pasar Cebongan, Mlati, Sabtu (31/10) pagi. Keluhan tersebut berkaitan dengan pembuangan sampah di sekitar area pasar.
Dalam kunjungan tersebut, Respati juga menyerahkan bantuan berupa peralatan kebersihan untuk mendukung kegiatan bersih-bersih Pasar Cebongan.
Ditemui seusai kegiatan, Respati mengatakan pihaknya bersama anggota paguyuban pedagang dan UPTD ingin mengembalikan fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berada di dalam pasar. Keberadaan RTH diharapkan dapat menjadi bagian dari paru-paru pasar sehingga pedagang maupun konsumen merasa lebih nyaman.
"Namun, masalah sampah tidak hanya terjadi di pasar, tetapi juga karena TPA Piyungan sudah tidak difungsikan, sehingga menimbulkan persoalan sampah di berbagai tempat termasuk pasar," ucapnya.
Sebagai salah satu alternatif penanganan, Respati mengusulkan penggunaan insinerator. Namun, kualitas dan spesifikasi alat tersebut harus memenuhi ketentuan regulasi, termasuk suhu pembakaran, cerobong, dan blower, agar pengoperasiannya tidak mengganggu ketertiban pasar maupun kenyamanan konsumen.
Selain itu, mesin kompos yang berada di bagian belakang pasar perlu diaktifkan kembali untuk mengolah sampah organik. Sementara itu, penanganan sampah residu dan anorganik dapat dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
"Kami berencana untuk segera mengoordinasikan penanganan sampah pasar ini dengan pihak DLH pada kegiatan yang dijadwalkan tanggal 26 November nanti," lanjutnya.
Menurut Respati, kendala utama dalam pengelolaan sampah di Pasar Cebongan terletak pada keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Padahal, fasilitas pendukung sebenarnya sudah tersedia. Karena itu, diperlukan pembagian peran yang jelas serta perbaikan sistem operasional di lapangan agar pengelolaan sampah dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Kepala UPTD Pelayanan Pasar Wilayah 2, Rohmad Wisnu Aji, mengatakan proses pembersihan area pasar ditargetkan selesai pada pertengahan November 2026. Dengan demikian, area tersebut diharapkan sudah dapat dimanfaatkan saat puncak perayaan Merti Pasar Cebongan pada 26 Desember 2026.
"Rencananya, nanti bisa bersih kembali dan dapat digunakan untuk pusat kegiatannya teman-teman para pedagang. Karena setiap seminggu sekali sering diadakan senam," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggota DPRD Sleman Respati Agus Sasangka menindaklanjuti keluhan sampah di Pasar Cebongan dengan mengusulkan penggunaan insinerator dan optimalisasi mesin komp
Sejumlah konglomerat Indonesia berinvestasi di klub sepak bola, mulai dari Como 1907, Oxford United, US Lecce, hingga Persib Bandung.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp400 juta untuk pengerukan delapan alur sungai guna mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
Dosen UMY King Faisal menyoroti prosedur penggeledahan Hamalatul Qur’an dan meminta dugaan intimidasi terhadap santriwati diperiksa.
Kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia, Bekasi, menewaskan enam orang dan melukai enam lainnya saat menunggu bus di halte.
Pelatih kepala baru PSIM Jogja, Risto Vidakovic, mulai terlibat dalam proses pembenahan tim meski belum resmi mendampingi skuad dari pinggir lapangan. Pelatih a