SNNT 2026, SV UGM Perkuat Hilirisasi Riset dan Kolaborasi dengan Industri

Media Digital
Media Digital Minggu, 01 November 2026 10:02 WIB
SNNT 2026, SV UGM Perkuat Hilirisasi Riset dan Kolaborasi dengan Industri

Foto bersama Seminar Nasional Teknologi Terapan 2026 Sekolah Vokasi UGM./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono

SLEMAN—Sekolah Vokasi (SV) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperkuat komitmennya dalam menghadirkan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat dan industri. Komitmen tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Seminar Nasional Teknologi Terapan (SNNT) 2026 yang mengusung tema Applied Research: Real Impact, Connecting Innovation, Industry, and Global Talent di Teaching Industry Learning Center (TILC) SV UGM, Depok, Sleman, Sabtu (31/10/2026).

Ketua Panitia SNNT 2026, Grhasta Dian Perestroika, menyampaikan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang strategis bagi para peneliti untuk berbagi hasil riset, memperkaya perspektif, serta membuka peluang kolaborasi lintas disiplin.

Rangkaian kegiatan tahun ini diikuti 191 dosen penerima hibah penelitian Dana Masyarakat (Damas) SV UGM yang terbagi dalam 16 klaster tematik.

Para peneliti tidak hanya memaparkan temuan, tetapi juga mengikuti sesi pendampingan penulisan artikel ilmiah (research coaching) bersama para reviewer guna memperkuat potensi hilirisasi hasil riset.

Sementara itu, Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wiryanta, menjelaskan bahwa setiap tahun SV UGM konsisten mengalokasikan dana internal untuk mendukung sekitar 190 proyek penelitian dosen. Potensi besar dari ratusan proyek tersebut harus dikelola secara optimal agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah. Sebaliknya, hasil penelitian diharapkan dapat diwujudkan menjadi produk inovasi yang mampu menjawab kebutuhan dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA).

Lebih lanjut, Wiryanta menjelaskan bahwa arah kebijakan riset pendidikan vokasi saat ini berpijak pada prinsip respond to the market. Artinya, kegiatan penelitian yang dilakukan institusi pendidikan harus selaras dengan dinamika dan perkembangan kebutuhan industri.

Kendati demikian, dia tidak memungkiri bahwa proses hilirisasi riset menuju komersialisasi dalam skala luas masih menghadapi berbagai tantangan. Persoalan tersebut antara lain sengketa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) hingga proses negosiasi yang rumit dengan mitra industri.

Salah satu contohnya adalah penelitian yang dilakukan peneliti SV UGM bekerja sama dengan PT Akebono Brake Astra Indonesia (AAIJ). Penelitian yang berfokus pada pengendalian kualitas kampas rem kendaraan tersebut sempat dipamerkan dalam ajang Hannover Messe di Jerman.

PT AAIJ sempat menyampaikan bahwa hasil penelitian tersebut berpeluang dihilirisasi di Indonesia dan Vietnam. Hal itu menjadi sinyal positif bagi terwujudnya pemanfaatan hasil riset di sektor industri.

“Kalau satu produk kampas remnya itu kami dapat royalti misalnya Rp200.000 saja dengan pangsa pasar seluruh kendaraan di Indonesia dan Vietnam, kami bisa membebaskan UKT lewat royalti riset ini,” kata Wiryanta di Ballroom Lantai 2 Gedung TILC.

Namun, rencana tersebut menghadapi sejumlah kendala, mulai dari persoalan HKI hingga negosiasi dengan mitra industri. Akibatnya, rencana hilirisasi itu tidak dapat direalisasikan.

Meski demikian, SV UGM tetap berkomitmen menyediakan alokasi dana hibah penelitian bagi para dosen untuk menjaga keberlanjutan ekosistem riset dan inovasi di lingkungan kampus.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Danang Sri Hadmoko, menyatakan bahwa pihaknya akan kembali membuka alokasi dana hibah equity bagi para dosen guna mendorong penguatan ekosistem riset di lingkungan kampus.

Menurut dia, strategi pengelolaan riset dan inovasi ke depan akan difokuskan secara terpusat, bukan tersebar (scatter). UGM akan melakukan seleksi proposal secara ketat agar setiap penelitian yang memperoleh pendanaan benar-benar berpotensi membangun ekosistem inovasi sekaligus menjawab kebutuhan nyata industri.

Sebagai contoh, hilirisasi riset lintas fakultas, seperti pengembangan produk inovasi pertanian dan teknologi material, telah berhasil diwujudkan melalui kolaborasi erat dengan dunia usaha.(Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online