Ganjar Pranowo Gembleng Kader PDIP Jogja, Tekankan Pentingnya Mendengarkan Suara Gen Z
Ganjar Pranowo mengajak kader PDIP Jogja mendengarkan aspirasi Gen Z serta meneladani semangat Bung Karno dalam membaca, berdiskusi, dan berpolitik.
Suasana Pekan Disiplin dan Kepemimpinan (PDK) bagi taruna dan taruni yang digelar STTKD pada Senin (7/9/2026).
BANTUL – Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) menggelar Pekan Disiplin dan Kepemimpinan (PDK) bagi taruna dan taruni baru mulai Senin (7/9/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga Kamis (10/9/2026) tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengukuhan mahasiswa baru yang tahun ini berjumlah 610 orang.
Ketua STTKD, Erwhin Irmawan, mengatakan PDK tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan lingkungan kampus kepada taruna dan taruni baru. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memberikan bekal sebelum mereka menjalani kehidupan akademik maupun nonakademik di kampus.
Dalam kegiatan tersebut, taruna dan taruni mendapatkan berbagai materi, mulai dari informasi kampus dan akademik, Pendidikan Khas Kejogjaan, artificial intelligence (AI), bahaya pinjaman online (pinjol), judi online (judol), narkoba, hingga informasi mengenai program pertukaran mahasiswa ke China.
Erwhin mengatakan terdapat tiga hal penting yang harus diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan di STTKD. Ketiganya yakni pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude).
“Yang pertama adalah knowledge. Jadi kita semua melalui pikiran, melalui pancaindra, bisa menangkap ilmu pengetahuan,” kata Erwhin.
Menurutnya, pengetahuan tidak semata-mata berkaitan dengan materi perkuliahan yang disampaikan dosen. Pengetahuan juga dapat diperoleh dari berbagai aktivitas dan pengalaman mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari.
Pengetahuan tersebut kemudian harus diimplementasikan melalui keterampilan. Erwhin mencontohkan seseorang yang memiliki pengetahuan mengenai suatu pekerjaan harus mampu menerapkannya secara langsung melalui keterampilan yang dimiliki.
“Skill merupakan sebuah cara atau sebuah proses agar ilmu pengetahuan itu bisa diimplementasikan,” ujarnya.
Selain pengetahuan dan keterampilan, mahasiswa juga perlu memiliki sikap yang baik. Attitude, menurut Erwhin, berkaitan dengan sikap, moral, dan perilaku seseorang dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilannya.
Dia menegaskan ketiga bekal tersebut tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Pengetahuan dan keterampilan harus dibarengi dengan sikap yang baik agar ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Knowledge, skill, attitude sangat penting. Akan tetapi ketiga-tiganya ini tidak boleh dijalankan secara mandiri. Semuanya harus terintegrasi,” katanya.
Melalui PDK, STTKD berharap taruna dan taruni baru tidak hanya siap mengikuti proses perkuliahan, tetapi juga mampu membangun kedisiplinan, kepemimpinan, serta karakter sejak awal menempuh pendidikan di kampus kedirgantaraan tersebut. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ganjar Pranowo mengajak kader PDIP Jogja mendengarkan aspirasi Gen Z serta meneladani semangat Bung Karno dalam membaca, berdiskusi, dan berpolitik.
PHRI DIY menyoroti penginapan yang diduga belum berizin di Gumaton dan Jeron Beteng serta potensi kebocoran PAD Kota Jogja.
Ahli paru Tjandra Yoga Aditama mengingatkan risiko vape, mulai dari cedera paru-paru hingga gangguan kardiovaskular dan perkembangan otak.
SPPG Banjarharjo II di Muntuk, Dlingo, Bantul, kembali beroperasi sejak 19 Oktober setelah melengkapi kebutuhan tenaga inti.
Pemkab Bantul menyiapkan pemindahan rute jeep wisata dari zona inti ke zona penyangga Gumuk Pasir untuk menjaga kelestarian bentang alam barchan.
Kementerian PKP menargetkan bedah 10.300 rumah tak layak huni di DKI Jakarta pada 2026 untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.