RSJ Grhasia Siapkan Inovasi SIAP Farmasi, Permudah Akses Obat bagi Pasien Rawat Jalan

Media Digital
Media Digital Sabtu, 24 Oktober 2026 07:32 WIB
RSJ Grhasia Siapkan Inovasi SIAP Farmasi, Permudah Akses Obat bagi Pasien Rawat Jalan

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan inovasi SIAP (Sistem Integrasi Akses Pelayanan) Farmasi untuk mempermudah akses obat bagi pasien rawat jalan. Program ini dirancang agar pelayanan obat menjadi lebih mudah, aman, dan terpantau, termasuk melalui mekanisme pengantaran obat bagi pasien yang memenuhi kriteria./ Ist

JOGJA—Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan inovasi SIAP (Sistem Integrasi Akses Pelayanan) Farmasi untuk mempermudah akses obat bagi pasien rawat jalan. Program ini dirancang agar pelayanan obat menjadi lebih mudah, aman, dan terpantau, termasuk melalui mekanisme pengantaran obat bagi pasien yang memenuhi kriteria.

Mendapatkan obat setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit semestinya tidak menjadi beban tambahan bagi pasien dan keluarga. Namun, bagi sebagian pasien, terutama yang menjalani pengobatan jangka panjang, proses menunggu dan mengambil obat di rumah sakit membutuhkan waktu, biaya, serta pendampingan yang tidak sedikit.

SIAP bukan sekadar layanan pengantaran obat. Inovasi ini merupakan upaya membenahi proses pelayanan farmasi secara menyeluruh, mulai dari verifikasi resep, penyiapan dan pemeriksaan akhir obat, pengemasan, pemantauan status pelayanan, hingga pengantaran dan konfirmasi penerimaan oleh pasien atau keluarga.

Puluhan Ribu Resep, Tantangan Pelayanan Terus Berkembang

Besarnya kebutuhan pelayanan farmasi menjadi salah satu alasan RSJ Grhasia mengembangkan inovasi tersebut. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Instalasi Farmasi RSJ Grhasia memproses sekitar 38.930 resep sepanjang 2025.

Volume pelayanan yang tinggi tersebut menuntut proses kerja yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, aman, dan mampu memberikan kepastian kepada pasien mengenai status obatnya.

Selama ini, pelayanan obat rawat jalan melibatkan sejumlah tahapan, mulai dari penerimaan resep hingga penyerahan obat. Pasien juga perlu meluangkan waktu untuk menunggu dan mengambil obat setelah proses penyiapan selesai.

Dalam pelayanannya, RSJ Grhasia mencatat bahwa keluhan terkait antrean dan pelayanan farmasi masih menjadi perhatian. Keluhan yang muncul antara lain berkaitan dengan lambatnya pelayanan farmasi, antrean, serta ketidaksinkronan antrean daring dengan antrean di rumah sakit.

Persoalan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan pelayanan tidak cukup hanya dilakukan dengan mempercepat penyiapan obat. Rumah sakit juga perlu menghadirkan akses yang lebih fleksibel, informasi yang lebih jelas, serta proses penyerahan obat yang aman dan dapat ditelusuri.

SIAP Menghubungkan Pelayanan hingga Obat Diterima

Melalui SIAP, RSJ Grhasia merancang proses pelayanan farmasi yang lebih terintegrasi. Pasien atau resep yang memenuhi kriteria akan melalui proses identifikasi dan verifikasi oleh petugas farmasi.

Setelah resep dinyatakan sesuai, obat disiapkan, diperiksa kembali, dikemas sesuai standar, dan didokumentasikan.

Dengan demikian, pengantaran obat tidak dipandang sebagai proses yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian pelayanan farmasi yang tetap harus memenuhi standar mutu dan keselamatan.

Inovasi Berangkat dari Kebutuhan Pasien

SIAP dikembangkan sebagai bagian dari upaya RSJ Grhasia meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan, khususnya pelayanan kesehatan jiwa yang kerap membutuhkan kesinambungan terapi.

Bagi pasien yang menjalani pengobatan jangka panjang, kemudahan memperoleh obat menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberlanjutan perawatan. Sementara bagi keluarga, akses yang lebih mudah juga berpotensi mengurangi beban perjalanan dan waktu yang dibutuhkan untuk mengambil obat.

Wakil Direktur Pelayanan RSJ Grhasia, dr. Tri Sunu Handayani, menyampaikan bahwa inovasi SIAP merupakan upaya mengintegrasikan proses pelayanan sebelum obat diserahkan kepada penyedia jasa pengantaran.

Status pelayanan dan pengantaran direncanakan dapat dipantau melalui mekanisme pencatatan atau pelacakan sesuai kemampuan sistem informasi yang tersedia. Setelah obat sampai di tujuan, penerimaan didokumentasikan sebagai bagian dari pengendalian mutu pelayanan.

Dengan alur tersebut, pasien yang memenuhi kriteria diharapkan memiliki alternatif untuk memperoleh obat tanpa harus selalu menunggu secara langsung di Instalasi Farmasi. Keluarga yang mendampingi pasien pun diharapkan dapat memperoleh kepastian proses pelayanan dengan lebih baik.

Meski demikian, layanan ini tidak otomatis berlaku bagi seluruh pasien dan semua jenis obat. Kelayakan pasien, resep, dan obat akan ditentukan berdasarkan kriteria yang ditetapkan rumah sakit dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan pasien.

Keamanan Obat dan Kerahasiaan Pasien Jadi Prioritas

Kemudahan akses tidak boleh mengurangi standar keselamatan pelayanan. Karena itu, SIAP dirancang dengan pembagian tanggung jawab yang jelas antara RSJ Grhasia dan penyedia jasa pengantaran.

Seluruh proses profesional kefarmasian, termasuk verifikasi resep, penyiapan obat, pemeriksaan akhir, pemberian informasi obat, dan penentuan kelayakan obat untuk diantarkan, tetap menjadi tanggung jawab Instalasi Farmasi RSJ Grhasia.

Sementara itu, pihak ketiga berperan dalam pengantaran sesuai ketentuan kerja sama yang disepakati. Pengaturan tersebut mencakup keamanan dan keutuhan paket, ketepatan penerima, dokumentasi serah terima, pemenuhan standar waktu layanan, serta penanganan apabila terjadi keterlambatan atau kegagalan pengantaran.

Melalui inovasi ini, RSJ Grhasia berupaya menghadirkan pelayanan farmasi yang lebih mudah diakses, terukur, terdokumentasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Pelaksanaan inovasi direncanakan dilakukan secara bertahap, dimulai dari penyiapan proses bisnis dan standar operasional prosedur, penetapan kriteria pasien serta obat, penguatan koordinasi antarunit, hingga uji coba pada pasien atau resep yang memenuhi persyaratan.

Pelaksanaan inovasi tersebut direncanakan dimulai pada akhir Oktober 2026.

Hasil pelaksanaan nantinya akan dievaluasi melalui sejumlah indikator, antara lain ketepatan waktu pelayanan dan pengantaran, keberhasilan penerimaan obat, keluhan pelanggan, serta kepuasan pengguna.

Evaluasi tersebut menjadi dasar bagi rumah sakit untuk menyempurnakan mekanisme layanan sebelum mengembangkannya lebih luas sesuai kesiapan organisasi.

Menuju Pelayanan Kesehatan yang Lebih Humanis

Transformasi pelayanan kesehatan tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang rumit. Perubahan juga dapat dimulai dari keberanian melihat kembali proses yang selama ini dijalankan, mendengarkan kebutuhan masyarakat, dan menghadirkan solusi yang lebih sesuai dengan kehidupan pasien.

Melalui SIAP, RSJ Grhasia berupaya menempatkan kemudahan akses, kepastian informasi, keamanan obat, dan kenyamanan pasien sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan farmasi.

Pada akhirnya, keberhasilan inovasi ini tidak hanya akan dilihat dari tersedianya mekanisme pengantaran obat, tetapi juga dari kemampuannya menjawab kebutuhan pasien secara nyata, menjaga keselamatan, dan meningkatkan pengalaman masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

SIAP membawa semangat pelayanan yang lebih dekat kepada pasien, yakni mudah diakses, tepat dalam proses, aman dalam pengantaran, dan tetap mengutamakan kebutuhan pasien. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online