Ada 203 Agenda Wisata di Jogja Sepanjang 2027, Ini Target Dinas Pariwisata DIY
Dinas Pariwisata DIY meluncurkan Calendar of Events 2027 dengan 203 agenda wisata untuk meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan
Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi meluncurkan Calendar of Events (CoE) Pariwisata 2027 bertema "Discover Jogja: Stay Local, Explore More, Move Further" pada Jumat (30/10/2026) di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
SLEMAN—Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi meluncurkan Calendar of Events (CoE) Pariwisata 2027 bertema "Discover Jogja: Stay Local, Explore More, Move Further", Jumat (30/10/2026). Melalui tema tersebut, wisatawan diajak untuk tinggal lebih lama dan menjelajahi potensi wisata budaya hingga desa wisata secara lebih mendalam. Sebanyak 203 event pariwisata dan budaya disiapkan untuk menyemarakkan DIY sepanjang 2027.
Peluncuran yang digelar di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta tersebut menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat promosi pariwisata DIY melalui penyebarluasan informasi agenda kegiatan pariwisata dan budaya sepanjang tahun depan. Kegiatan ini didanai Dana Keistimewaan DIY 2026.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Eling Priswanto, mengatakan CoE 2027 lahir dari kolaborasi lintas sektor. Berbagai elemen, khususnya di bidang pariwisata, bersinergi dengan komitmen yang sama untuk memajukan pariwisata DIY.
"Calendar of Events yang kita luncurkan hari ini merupakan hasil kerja bersama, kolaborasi yang melibatkan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, komunitas, seniman, pengelola destinasi, serta berbagai elemen masyarakat yang tentunya memiliki komitmen untuk memajukan pariwisata di DIY," kata Eling.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan dan penyelenggaraan CoE 2027, termasuk melalui dukungan Dana Keistimewaan 2026.

Menurut Eling, CoE 2027 diharapkan menjadi pedoman informasi yang lengkap dan terencana bagi wisatawan mengenai berbagai agenda kegiatan di DIY. Kalender tersebut dilengkapi jadwal kegiatan sejak awal sehingga wisatawan dapat merencanakan perjalanan dan mengatur waktu liburan dengan lebih baik. Wisatawan juga bisa menentukan destinasi yang ingin dikunjungi berdasarkan minat dan pengalaman yang diinginkan.
"Calendar of Events memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan kepariwisataan. Melalui kalender yang terencana dan terpublikasikan sejak awal, wisatawan dapat menyusun rencana perjalanan dengan lebih baik, sementara pelaku industri pariwisata dapat menyiapkan layanan paket wisata, promosi, dan berbagai pendukung lainnya secara lebih optimal," tandasnya.
Tema "Discover Jogja: Stay Local, Explore More, Move Further" mengajak wisatawan untuk mengenal Jogjakarta lebih dekat, mendapatkan pengalaman yang lebih beragam, serta menjelajahi destinasi secara lebih luas.
Pesan "Stay Local" mendorong wisatawan untuk tinggal dan berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat lokal. Hal itu dapat dilakukan melalui kunjungan ke desa wisata, menginap di homestay, menikmati kuliner khas, hingga mengikuti aktivitas berbasis budaya.
"Stay Local, mengajak wisatawan untuk lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal, menikmati keramahan warga, tinggal di homestay dan desa wisata, mencicipi kuliner khas, serta merasakan langsung kekayaan tradisi dan budaya yang hidup di tengah masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, "Explore More" mengajak wisatawan menemukan lebih banyak daya tarik wisata, tidak hanya di destinasi populer, tetapi juga berbagai destinasi alternatif yang memiliki keunikan tersendiri.
"Explore More mengajak wisatawan untuk menemukan lebih banyak destinasi dan pengalaman baru. Tidak hanya mengunjungi destinasi yang sudah populer, tetapi juga menjelajahi berbagai potensi wisata alternatif yang tersebar di seluruh wilayah DIY," lanjutnya.
Adapun "Move Further" menjadi ajakan bagi wisatawan untuk memperluas perjalanan, menjangkau lebih banyak wilayah, dan memperoleh pengalaman wisata yang lebih mendalam di DIY.
"Move Further, menjadi ajakan untuk memperpanjang perjalanan dan memperluas eksplorasi sehingga wisatawan dapat menikmati lebih banyak pengalaman, mengunjungi lebih banyak destinasi, dan pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat," tegas Eling.
Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar slogan promosi, melainkan ajakan untuk mengenal Jogjakarta secara lebih dekat, menjelajahi lebih banyak pengalaman, dan tinggal lebih lama guna menikmati kekayaan destinasi yang ada.
"Tema ini bukan sekadar slogan promosi, namun merupakan ajakan kepada wisatawan untuk memperoleh pengalaman di Jogjakarta secara lebih mendalam dan bermakna," tuturnya.
203 Agenda Pariwisata
Sebanyak 203 event terangkum dalam CoE 2027. Ratusan kegiatan tersebut terdiri atas 16 acara musik, 64 festival, 67 acara seni budaya, 18 kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), 19 sport events, serta 19 kegiatan lomba atau kontes.
"Keberagaman ini menunjukkan bahwa Jogjakarta memiliki kalender kegiatan yang kaya, dinamis, dan mampu menjangkau berbagai minat wisatawan, baik Nusantara maupun mancanegara," tuturnya.
Eling menegaskan, penyelenggaraan event tidak hanya berfungsi sebagai atraksi wisata, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat citra destinasi, serta meningkatkan lama tinggal wisatawan di DIY.
Peluncuran CoE 2027 diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan kinerja kepariwisataan daerah. Sejumlah target yang ingin dicapai antara lain peningkatan jumlah kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara, peningkatan Length of Stay (LOS) atau lama tinggal wisatawan, serta pemerataan pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi di wilayah DIY.
"Kami meyakini bahwa event bukan hanya sekadar atraksi, namun event merupakan instrumen penting untuk memperkuat citra destinasi, meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal wisatawan, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Eling.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Menurutnya, keberhasilan sebuah event tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, media, komunitas, hingga wisatawan.
"Dengan kerja bersama, tentunya kita dapat menghadirkan event-event yang berkualitas, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat DIY," jelasnya.
Melalui peluncuran CoE 2027, Eling berharap kunjungan dan lama tinggal wisatawan meningkat, sekaligus memperluas pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi di seluruh wilayah DIY.
Ia juga berharap kalender tersebut menjadi komitmen bersama untuk menghadirkan pengalaman wisata berkualitas dan memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi unggulan yang selalu dirindukan untuk dikunjungi kembali.
Dinas Pariwisata DIY optimistis penyelenggaraan berbagai event dapat menjadi penggerak promosi, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mempercepat pengembangan kepariwisataan daerah.
"Pada akhirnya, pariwisata diharapkan semakin memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Bangun Ekosistem Kolaborasi
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menambahkan bahwa Jogjakarta bukan sekadar titik tujuan dalam peta perjalanan. Menurut Made, Jogjakarta merupakan ruang perjumpaan, tempat sejarah, kebudayaan, kreativitas, dan kehidupan masyarakat membentuk pengalaman yang bermakna.
"Kekuatan pariwisata kita terletak pada kemampuan menghadirkan pengalaman yang membuat wisatawan ingin tinggal lebih lama, menjelajah lebih jauh, dan membawa pulang kenangan yang berkesan," ujarnya.
Dalam semangat tersebut, Made menyambut baik peluncuran CoE 2027 yang mengusung tema "Discover Jogja: Stay Local, Explore More, Move Further".
"Jadi informasi ini menjadi penting sehingga ketika kemudian ada rencana-rencana perjalanan itu, dia mau datang kapan saja, pasti ada hal-hal yang ingin ditunjukkan kepada wisatawan untuk bisa dinikmati," tuturnya.
Menurut Made, CoE hendaknya tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ekosistem kolaborasi yang menghubungkan penyelenggara, industri pariwisata, desa wisata, homestay, komunitas budaya, dan pelaku ekonomi kreatif.
"Setiap kegiatan perlu menciptakan nilai tambah, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, sinergi antardaerah, kurasi berkualitas, dan promosi terintegrasi menjadi penting untuk menjaga daya tarik Jogjakarta sebagai destinasi yang aman dan nyaman," pungkasnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pariwisata DIY meluncurkan Calendar of Events 2027 dengan 203 agenda wisata untuk meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan
Mandat ganda Bank Indonesia memperkuat peran kebijakan moneter dan sinergi IRU, GIRU, serta RIRU dalam mendorong investasi dan lapangan kerja.
Imigrasi mencekal Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke luar negeri selama enam bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bea Cukai.
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.
PSS Sleman melakukan sejumlah perubahan saat menghadapi Garudayaksa FC. Frederic Injai, Lucao, dan Muhammad Isfandyar masuk starting XI.
Wahyu Suhendri terpilih menjadi Ketua PKDI DIY periode 2026-2031. Ia berkomitmen memperjuangkan aspirasi lurah dan kesejahteraan masyarakat.