Badan Mutu KKP Yogyakarta-BBPOM Sinergi Jaga Mutu dan Keamanan Produk Perikanan
Badan Mutu KKP Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta memperkuat sinergi pengawasan mutu dan keamanan pangan asal ikan melalui Rencana Aksi dan joint inspection
Agenda Podcast Jagong Aspirasi bertajuk Jogja Membara: Mitigasi Bencana Kekeringan dan Cuaca Ekstrem 2026, yang digelar di Studio Harian Jogja, Selasa (31/3/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA—Daerah Istimewa Yogyakarta diprediksi menghadapi musim kemarau 2026 yang lebih panjang dan lebih kering dari biasanya, dengan potensi ancaman kekeringan hingga heat stress yang meningkat.
Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, menjelaskan awal musim kemarau di wilayah DIY diperkirakan datang lebih cepat pada sebagian daerah, yakni sekitar akhir April atau dasarian ketiga April 2026.
“Prediksi kami awal musim kemarau masuk akhir April dan berakhir di awal November. Artinya, musim kemarau bakal lebih panjang dari biasanya,” ujarnya dalam Podcast Jagong Aspirasi bertajuk Jogja Membara: Mitigasi Bencana Kekeringan dan Cuaca Ekstrem 2026, di Studio Harian Jogja, Selasa (31/3/2026).
Ia menyebut, kondisi tersebut berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2026, sifat hujan di musim kemarau diprediksi berada di bawah normal, sehingga kondisi akan jauh lebih kering.
“Musim kemarau tahun ini kami prediksi lebih kering daripada biasanya karena sifat hujan di bawah normal,” katanya.
Reni menambahkan, potensi kekeringan ekstrem umumnya terjadi menjelang hingga setelah puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026.
Selain itu, fenomena El Nino yang diprediksi muncul pada pertengahan tahun juga akan memperparah kondisi kekeringan karena mengurangi pasokan uap air ke wilayah Indonesia. “Kalau El Nino terjadi, pasokan uap air berkurang sehingga kondisi menjadi semakin kering, apalagi jika bersamaan dengan musim kemarau,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memahami perbedaan antara cuaca dan iklim. Menurutnya, prakiraan cuaca hanya berlaku dalam jangka pendek hingga tujuh hari, sedangkan prediksi jangka lebih panjang masuk dalam ranah iklim. “Kalau ingin tahu besok hujan atau tidak, itu masuk cuaca. Tapi kalau berbicara kondisi bulanan atau musim, itu sudah masuk iklim,” ujarnya.
Langkah Mitigasi
Sementara, Anggota Komisi A DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, menekankan pentingnya penyebarluasan informasi berbasis ilmiah kepada masyarakat agar dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut. “Ini informasi yang scientific dan perlu disosialisasikan agar masyarakat paham situasi yang akan dihadapi,” katanya.
Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah, hingga DPRD, untuk bersinergi dalam menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan panjang dan cuaca ekstrem. “Semua pihak harus bergerak bersama menyiapkan langkah antisipasi, jangan sampai kita hanya menunggu dan kemudian terdampak,” ujarnya.
Sofyan menyebut, Pemda DIY telah menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp15 miliar untuk mengantisipasi kondisi darurat, termasuk potensi kekeringan.
Ia juga menyoroti perlunya respons lintas sektor, mulai dari BPBD, Dinas Pertanian, hingga Dinas Kesehatan, mengingat dampak kemarau panjang tidak hanya pada sektor pangan tetapi juga kesehatan masyarakat. “Dengan kondisi kemarau panjang ditambah El Nino, potensi panas ekstrem atau heat stress harus diantisipasi agar tidak menimbulkan korban,” katanya.
Dia berharap langkah mitigasi dapat disiapkan lebih awal sehingga dampak kekeringan dan cuaca ekstrem di DIY dapat ditekan semaksimal mungkin. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Badan Mutu KKP Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta memperkuat sinergi pengawasan mutu dan keamanan pangan asal ikan melalui Rencana Aksi dan joint inspection
MK menilai gugatan syarat administrasi Gibran tidak relevan dan telah melampaui tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024.
Pew Research Center mencatat 10 negara dengan proporsi warga yang tidak berdoa setiap hari. Swedia tertinggi, disusul Hungaria dan Jerman.
Pematangan lahan PSEL Piyungan dimulai Oktober 2026 dan ditargetkan rampung Desember sebelum pembangunan fisik dimulai.
Empat WNI korban pembajakan kapal MT Honour 25 oleh perompak Somalia dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.
MK tak menerima gugatan terkait syarat pendidikan Gibran karena pemohon dinilai tak memiliki kedudukan hukum mengajukan perkara.