Pameran UMKM Hari Jadi Jateng Catat 15.159 Pengunjung
Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah mencatat 15.159 pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp1,165 miliar.
Bedah buku Gus Dur Pembela Minoritas Etnis Keagamaan Pecinta Ulama Sepanjang Zaman, bersama penulis Umaruddin Masdar, di Omah Nongkrong Berbah, Padukuhan Sumber Lor, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Rabu (13/5)./ Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Pemikiran Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tentang toleransi dan kemanusiaan masih menjadi magnet di tengah masyarakat. Diskusi bedah buku tentang Gus Dur yang digelar di Omah Nongkrong Berbah, di Sumber Lor, Kalitirto, Berbah, Sleman, Rabu (13/5), bahkan diikuti masyarakat lintas organisasi yang ingin kembali mendalami gagasan Presiden keempat Republik Indonesia (RI) tersebut.
Penulis buku Gus Dur Pembela Minoritas Etnis Keagamaan Pecinta Ulama Sepanjang Zaman, Umaruddin Masdar, menilai Gus Dur bukan hanya tokoh agama bagi umat Islam, tetapi figur yang diterima banyak kalangan karena pemikirannya yang terbuka dan menjunjung nilai kemanusiaan. “Gus Dur itu bukan hanya kiai untuk umat Islam, tetapi kiai bagi semua agama,” kata Umaruddin dalam kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY tersebut.
Menurut dia, cara pandang Gus Dur lahir dari tradisi fikih yang mengajarkan keberagaman pendapat. Dari tradisi itu, muncul sikap moderat dan tidak mudah menyalahkan kelompok lain. Umaruddin menjelaskan pemikiran Gus Dur tidak hanya berbicara tentang hukum agama, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan melalui pendekatan tasawuf.
Menurut dia, Gus Dur selalu menempatkan manusia sebagai pusat perhatian dalam melihat persoalan sosial di masyarakat. “Beliau memberi harapan kepada orangorang yang putus asa dan menghadirkan penerang bagi mereka yang hidup dalam kegelapan,” ucapnya.
Pendekatan tersebut, lanjut Umaruddin, membuat Gus Dur diterima lintas kelompok agama maupun budaya. Bahkan, makam Gus Dur di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang, hingga kini masih ramai diziarahi masyarakat dari berbagai latar belakang keyakinan. Selain dikenal sebagai pemikir pluralisme, Gus Dur juga memiliki gaya khas dalam menyampaikan gagasan melalui humor.
“Humor Gus Dur sering kali menjadi cara untuk menjawab persoalan sosial dan keagamaan tanpa menyakiti orang lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, anggota DPRD DIY Rahayu Widi Nuryani menilai nilai toleransi yang diajarkan Gus Dur masih relevan diterapkan dalam kehidupan seharihari, termasuk dalam membangun ekonomi masyarakat yang lebih inklusif.
“Kalau kita tidak membeda-bedakan suku dan agama, insyaallah usaha dan perekonomian masyarakat juga akan berkembang,” kata Rahayu.
Literasi Masyarakat Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY Zulfa Kurniawan mengatakan kegiatan bedah buku menjadi bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi masyarakat.
“Buku menjadi sumber informasi yang lebih kredibel karena memiliki penulis, editor, dan penerbit yang jelas,” kata Zulfa. Kegiatan tersebut diikuti masyarakat dan sejumlah organisasi kemasyarakatan di wilayah Berbah.
Selain memperkuat budaya membaca, forum itu juga menjadi ruang diskusi mengenai pemikiran serta keteladanan Gus Dur dalam kehidupan kebangsaan. Salah satu peserta, Hermansyah, mengaku rela izin kerja demi mengikuti diskusi tersebut karena ingin mendalami kembali pemikiran Gus Dur.
“Saya senang dengan pemikiran Gus Dur. Walaupun kita tidak bisa meniru semuanya, tetapi pemikirannya sangat enak diterapkan di masyarakat,” kata Herman. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah mencatat 15.159 pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp1,165 miliar.
Bayern Muenchen mengalahkan Borussia Dortmund 2-1 dan menjadi juara Piala Super Jerman 2026 dalam laga Der Klassiker.
Extended concourse bawah tanah di Stasiun MRT Bundaran HI dibangun dengan biaya Rp200 miliar dan ditargetkan rampung Mei 2027.
Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi 3 mulai bertarif sejak 21 Agustus 2026. Cek rincian tarif berdasarkan golongan kendaraan dan tujuan perjalanan
Cek jadwal KSPN Jogja Minggu 23 Agustus 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan jam keberangkatan dan tarif.
Jelang Muktamar ke-35 NU, sejumlah ulama menyerukan penolakan politik uang dan meminta pemegang hak suara menjaga independensi organisasi.