Pameran UMKM Hari Jadi Jateng Catat 15.159 Pengunjung

Media Digital
Media Digital Sabtu, 22 Agustus 2026 21:12 WIB
Pameran UMKM Hari Jadi Jateng Catat 15.159 Pengunjung

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi

Pameran UMKM Hari Jadi Jateng Catat 15.159 Pengunjung, Transaksi Capai Rp1,165 Miliar

SEMARANG — Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah mencatat 15.159 pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp1,165 miliar.

Kendati demikian, kegiatan yang digelar pada 20–22 Agustus 2026 di halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah tersebut tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung maupun nilai transaksi. Pameran juga diarahkan untuk meningkatkan kelas usaha dan memperluas jangkauan pasar produk UMKM.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menutup Pameran Program dan UMKM HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026).

Taj Yasin berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan potensi setiap pelaku UMKM dalam memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas.

“Ada salah satu pelaku UMKM jamu yang menyampaikan kepada kami akan melakukan MoU dengan Malaysia,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pameran dapat menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnis. UMKM yang sebelumnya hanya menjangkau pasar kabupaten/kota dapat berkembang ke tingkat nasional, bahkan internasional.

“Artinya kita mengantarkan para pelaku UMKM kita yang skala kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar. Yang awalnya hanya di sekitar kabupaten/kota, lompatannya bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi sampai ke luar negeri,” kata Taj Yasin.

Ia berharap penyelenggaraan pameran tahun depan dapat semakin menarik, tidak hanya dalam mendatangkan pengunjung, tetapi juga mendorong masyarakat untuk berbelanja produk UMKM.

“Bagaimanapun juga, ini bagian dari menyejahterakan UMKM, menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah, dan bagian dari pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Menurut Taj Yasin, penguatan UMKM sangat penting karena sektor tersebut terbukti mampu menopang perekonomian dalam menghadapi berbagai krisis, termasuk krisis moneter dan pandemi Covid-19.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemprov Jawa Tengah juga menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM sekaligus membantu meningkatkan omzet penjualan.

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Desy Arijani mengatakan, pameran dirancang dengan konsep zonasi yang meliputi Zona Kranasda Expo, zona kuliner dan jamu, zona program, zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta zona mobil pelayanan.

Pameran tersebut diikuti 221 stan. Rinciannya, 35 stan Zona Kranasda Expo, 50 stan zona komersial dan jamu, 110 stan zona program, 20 stan zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta enam unit mobil pelayanan dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.

Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai kegiatan pendukung turut digelar untuk menarik minat masyarakat. Di antaranya lomba memasak ikan bagi siswa SMK, job fair yang melibatkan puluhan perusahaan pencari tenaga kerja, lomba mural tingkat SMA sederajat, lomba menggambar tingkat SD sederajat, lomba stan terbaik, hiburan musik, hingga nonton bareng film-film lawas setiap malam.

Desy berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM.

“Kami berharap kegiatan pameran ini dapat menjadi momentum strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM, serta mempererat kolaborasi antara instansi, pelaku usaha, dan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

Pada acara penutupan, panitia juga mengumumkan para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang telah menampilkan kreativitas, keberanian, dan inovasi selama pameran. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online