Pembangunan Taman Budaya Bantul Dimulai, Jadi Pusat Seni Budaya

Media Digital
Media Digital Rabu, 03 Juni 2026 14:52 WIB
Pembangunan Taman Budaya Bantul Dimulai, Jadi Pusat Seni Budaya

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (tengah) bersama Kepala DPUPKP, Jimmy Alran Manumpak Simbolon, dan jajaran meninjau lokasi pembangunan Taman Budaya Bantul./ Istimewa-dok DPUPKP Bantul

Pembangunan Taman Budaya Bantul Dimulai, Jadi Pusat Seni, Budaya Dan Ekonomi Kreatif

BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul terus memperkuat pembangunan sektor kebudayaan melalui pembangunan Taman Budaya Bantul yang berlokasi di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan. Kawasan budaya yang direncanakan berdiri di atas lahan seluas 5 hektare tersebut akan menjadi pusat kegiatan seni, budaya, edukasi, dan ekonomi kreatif yang representatif bagi masyarakat Bantul.

Pembangunan Taman Budaya Bantul didanai melalui Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan alokasi anggaran sebesar Rp19,8 miliar untuk pembangunan tahap pertama pada 2026.

Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Taman Budaya Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon, menyampaikan bahwa proyek ini dirancang sebagai kawasan budaya terpadu yang akan dibangun secara bertahap dalam tiga tahap.

“Taman Budaya Bantul ini akan dibangun dalam tiga tahap. Tahap pertama akan dilaksanakan pada April hingga Desember 2026 dengan fokus pada pembangunan infrastruktur dasar kawasan,” ungkapnya di Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bantul.

Ia menambahkan, fasilitas yang akan dibangun meliputi pintu masuk utama, ruang ekspresi terbuka, pasar seni dan UMKM, gedung kantor pengelola, landmark kawasan, pos satpam, serta area parkir bus.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi awal pengembangan kawasan sekaligus membuka akses bagi masyarakat, seniman, komunitas budaya, dan pelaku UMKM untuk memanfaatkan ruang publik yang lebih representatif.

Selain menjadi wadah aktivitas budaya, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi kreatif melalui penyediaan pasar seni dan ruang usaha bagi pelaku ekonomi lokal. Dengan demikian, Taman Budaya Bantul tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pemerintah Kabupaten Bantul selanjutnya mengusulkan pembangunan tahap kedua dan ketiga melalui Dana Keistimewaan DIY pada 2027 dan 2028 guna mewujudkan kawasan budaya yang lengkap dan terintegrasi.

Pada tahap kedua, direncanakan pembangunan pendopo, area parkir, lapangan kegiatan, serta ruang pertunjukan terbuka yang dapat digunakan untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan seni, budaya, dan kemasyarakatan dalam skala yang lebih besar.

Sementara itu, tahap ketiga akan melengkapi kawasan dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain kios kuliner, musala, gedung pertunjukan tertutup, studio latihan, sanggar budaya anak, galeri dan ruang pameran, gardu pandang, kios suvenir, serta gudang gamelan. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas budaya secara berkelanjutan sekaligus memberikan pengalaman yang lengkap bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

Dengan konsep pembangunan bertahap, Taman Budaya Bantul diharapkan tumbuh menjadi pusat kebudayaan yang mampu mewadahi pelestarian seni tradisi, pengembangan kreativitas generasi muda, serta memperkuat identitas budaya Bantul di tingkat regional maupun nasional.

Ke depan, Taman Budaya Bantul tidak hanya menjadi ruang pertunjukan dan ekspresi budaya, tetapi juga menjadi simpul pertemuan antara seni, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat posisi Bantul sebagai salah satu pusat kebudayaan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar tradisi yang menjadi jati dirinya.

Pembangunan Taman Budaya Bantul merupakan wujud nyata pemanfaatan Dana Keistimewaan DIY untuk memperkuat ekosistem kebudayaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan ruang publik yang berkualitas bagi generasi saat ini dan generasi mendatang. (Adv)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online