Mahasiswa USD Berkesempatan Berdialog Langsung dengan Wapres RI
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, menerima audiensi Yayasan Widya Cahaya Nusantara di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat
Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Asal Asmat Berkesempatan Berdialog Langsung dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Soroti Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Papua Selatan./ Ist
JAKARTA– Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, menerima audiensi Yayasan Widya Cahaya Nusantara di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat. Pertemuan ini menjadi ruang penting untuk membahas pengembangan Museum Asmat sebagai pusat pelestarian warisan budaya, sekaligus program Sekolah Lapang Sagu yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat Asmat, antara lain kesehatan, stunting, sanitasi, dan malaria.
Turut hadir dalam pertemuan itu Kaletus Sakaro, mahasiswa asal Agats, Asmat, Papua. Kehadiran Kaletus menegaskan bahwa suara generasi muda Papua tidak hanya menjadi bagian dari diskusi pembangunan, tetapi juga hadir sebagai representasi langsung masyarakat yang mengalami dan merasakan berbagai kebutuhan di lapangan.
Dalam konteks tersebut, pertemuan dengan RI-2 dapat dimaknai sebagai upaya mempertemukan aspirasi lokal, pelestarian budaya, dan agenda pembangunan manusia di Tanah Papua.

Bagi Kaletus, kesempatan tersebut memiliki makna yang strategis. Dengan latar belakang sebagai mahasiswa kerja sama dari Agats, Asmat, Papua, serta capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,55 pada Program Studi Sejarah Universitas Sanata Dharma, ia tampil sebagai figur muda yang menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi jembatan antara kampung halaman, identitas budaya, dan ruang kebangsaan yang lebih luas.
Berdasarkan informasi resmi, kehadiran Kaletus selaras dengan posisinya sebagai mahasiswa binaan yayasan asal Asmat yang turut terlibat dalam forum yang membahas masa depan budaya dan kesejahteraan daerahnya.
Universitas Sanata Dharma sendiri memiliki fondasi akademik yang kuat. Perguruan tinggi ini berdiri pada 17 Desember 1955 dan mengusung motto “Cerdas dan Humanis”, dengan nilai-nilai dasar mencintai kebenaran, memperjuangkan keadilan, menghargai keberagaman, serta menjunjung tinggi keluhuran martabat manusia.
Program Studi Sejarah Universitas Sanata Dharma juga menegaskan orientasi akademiknya melalui pembelajaran yang melatih mahasiswa untuk menganalisis peristiwa masa lalu secara kritis dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang memiliki kesadaran sejarah.
Pertemuan ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya Asmat, penguatan pangan lokal berbasis sagu, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan agenda yang saling berkaitan. Dalam semangat tersebut, kehadiran mahasiswa seperti Kaletus Sakaro menjadi penting sebagai representasi generasi muda Papua yang belajar, bertumbuh, dan membawa suara daerahnya ke pusat pengambilan kebijakan. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, menerima audiensi Yayasan Widya Cahaya Nusantara di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat
Timnas Indonesia U-19 masih berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF U-19 2026. Duel melawan Vietnam menjadi laga penentunya.
Veda Ega Pratama naik satu posisi di klasemen Moto3 setelah Brian Uriarte didiskualifikasi akibat pelanggaran regulasi oli mesin.
KPK mengungkap dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai Rp145,5 miliar. Penyidik membongkar kode rahasia "malaikat" hingga "vokalis".
Ahli gizi mengingatkan sosis menjadi salah satu menu sarapan terburuk untuk kolesterol karena tinggi lemak jenuh dan mengandung nitrit.
Timnas Indonesia menghadapi Oman di SUGBK, Jumat malam. Garuda memburu kemenangan pertama atas Oman sejak 1988 sekaligus tambahan poin ranking FIFA.