Putri Kus Wisnu Wardani Raih Fellowship Award dari FIHRA
Putri Kus Wisnu Wardani menerima Fellowship Award dari FIHRA sebagai apresiasi atas pengabdian dan kontribusinya terhadap ketahanan kesehatan Indonesia.
Kepala DLH Kota Jogja Rajwan Taufik membersihkan lantai di Jalan Malioboro, tepatnya di depan Gedung DPRD DIY, dengan floor polisher pada Jumat (12/6/2026). Stefani Yulindriani/Harian Jogja
JOGJA-Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menggelar aksi kebersihan massal yang melibatkan ribuan peserta dalam rangka memperingati HUT ke-79 Kota Jogja sekaligus Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Malioboro dan tersebar di 150 titik di seluruh wilayah kota.
Gerakan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Jogja dalam mewujudkan kota yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Rajwan Taufik, menjelaskan bahwa kegiatan bersih-bersih tersebut sebenarnya sudah rutin dilakukan setiap Jumat oleh pemerintah daerah bersama masyarakat.
“Pembersihan di 150 titik ini memang rutin setiap Jumat. Namun hari ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan HUT ke-79 Kota Jogja dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia,” ujarnya di kawasan Malioboro, Jumat (12/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga melakukan pembersihan intensif hingga pengepelan lantai kawasan Malioboro yang menjadi pusat wisata utama.
Kesadaran Warga Meningkat, Sampah Liar Mulai Berkurang
Menurut Rajwan, program kebersihan rutin ini mulai menunjukkan hasil signifikan. Saat ini, sampah liar dan rumput liar di sejumlah titik Kota Jogja mulai berkurang drastis.
“Kesadaran masyarakat semakin tumbuh. Mereka ikut mengawasi dan merasa memiliki lingkungan,” katanya.
Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan gerakan kebersihan ini.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Jogja, Dedi Budiono, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan implementasi langsung dari komitmen Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dalam menjaga lingkungan.
“Ini bukan sekadar slogan, tetapi gerakan nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
ASN di seluruh OPD disebut menjadi motor utama dalam membangun budaya gotong royong dan kesadaran lingkungan.
Dukung Pariwisata dan Ekonomi Kota
Dedi menambahkan, lingkungan yang bersih akan berdampak langsung pada sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
“Kota yang bersih akan memberi kesan positif bagi wisatawan. Ini juga bagian dari menjaga daya tarik Jogja,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Pemkot Jogja juga menerima bantuan CSR dari Bank Jogja berupa 600 ember organik untuk pengelolaan sampah rumah tangga.
Saat ini, sistem tersebut telah mengelola sekitar 1.200 ember dengan kapasitas hingga 30 ton sampah organik per hari.
Selain itu, Pemkot juga memperluas program biopori jumbo yang telah mencapai sekitar 800 titik di berbagai wilayah, termasuk pondok pesantren.
Aksi bersih massal ini menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah, ASN, dan masyarakat mampu memperkuat gerakan lingkungan di Kota Jogja. Dengan program berkelanjutan, Pemkot berharap Jogja semakin layak menjadi kota wisata yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Putri Kus Wisnu Wardani menerima Fellowship Award dari FIHRA sebagai apresiasi atas pengabdian dan kontribusinya terhadap ketahanan kesehatan Indonesia.
Mengenal Harry Kane, striker Inggris yang menjadi pencetak gol terbanyak Tottenham dan meraih berbagai gelar bersama Bayern Muenchen.
Pemerintah menyiapkan stimulus PPN-DTP Rp722 miliar untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi pada periode libur Nataru 2026/2027.
Elektabilitas Golkar mencapai 10,7% dalam survei IPO dan 11,7% versi Voxpol. AMPG menyebut konsolidasi dan kegiatan sosial menjadi fokus kader.
BMKG memprakirakan hujan di sejumlah wilayah Indonesia serta mengingatkan potensi gelombang tinggi, banjir rob, dan awan cumulonimbus.
Harry Kane meraih Ballon d’Or 2026 setelah mencetak 73 gol untuk klub dan timnas, sekaligus menjadi pemain Inggris pertama yang menang sejak 2001.