Membaca Yogyakarta lewat Buku Merakit Ayodya
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Merakit Ayodya di Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja
Ketua Tim Mahasiswa Program Magister Kebidanan Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta berfoto Kepala TK ABA Mlangi Gamping selaku Pembimbing Lahan Praktik, Sri Rusjiyanti, S.Pd.(berdiri, tengah). /Istimewa.
JOGJA—Upaya pencegahan pelecehan seksual terhadap anak perlu dilakukan sejak usia dini melalui pendidikan yang tepat dan sesuai tahap perkembangan anak. Kesadaran tersebut menjadi dasar bagi delapan mahasiswa Program Magister Kebidanan Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar kegiatan edukasi mengenai pengenalan area privasi tubuh kepada anak-anak dan orang tua di TK ABA Mlangi, Gamping, Sleman.
Kegiatan yang berlangsung pada 5-11 Juni 2026 tersebut merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat Program Magister Kebidanan Unisa Yogyakarta. Program mengusung tema Pentingnya Pengenalan Area Privasi Tubuh pada Anak Usia Dini untuk Pencegahan Pelecehan Seksual pada Anak.
Adapun pembimbing kegiatan itu, masing-masing adalah Pembimbing Akademik Program Magister Kebidanan Unisa Yogyakarta, Dr. Asri Hidayat, S.SiT., M.Keb., dan Kepala TK ABA Mlangi Gamping selaku Pembimbing Lahan Praktik, Sri Rusjiyanti, S.Pd.
Sementara delapan mahasiswa Program Magister Kebidanan Unisa Yogyakarta yang menjadi edukator kegiatan tersebut, di antaranya adalah Indri Wahyuni selaku Ketua Tim, dengan anggota Sunarseh, Kastinani, Nurul Asniatin.

Perwakilan tim, Indri Wahyuni, menjelaskan edukasi mengenai perlindungan diri perlu dikenalkan sejak dini agar anak memahami batasan tubuhnya dan berani menyampaikan apabila diperlakukan secara tidak semestinya.
Kegiatan edukasi kepada anak yang digelar dilaksanakan pada Rabu (10/6) dengan melibatkan 93 siswa TK ABA Mlangi. Materi disampaikan melalui pendekatan yang ramah anak, mulai dari pertunjukan drama, poster edukatif, lagu, hingga sesi tanya jawab interaktif.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenali bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain tanpa izin. Mereka juga diajarkan untuk berani mengatakan "tidak", menjauh dari situasi yang membuat tidak nyaman, serta segera melapor kepada orang tua atau guru apabila mengalami perlakuan yang mengarah pada kekerasan atau pelecehan seksual.
Melalui kegiatan ini, kata dia, mahasiswa tidak hanya menjalankan fungsi akademik, tetapi juga berkontribusi dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.
“Edukasi serupa kami harapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak anak dan orang tua memiliki pengetahuan yang memadai tentang perlindungan diri dan pencegahan kekerasan seksual,” ujar Indri melalui keterangan tertulis, Jumat (12/6).
Dengan pemahaman yang baik sejak dini, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, mampu menjaga dirinya, serta berani melapor ketika menghadapi situasi yang mengancam keselamatan dan kenyamanannya.
Edukasi Orang Tua
Sementara Kepala TK ABA Mlangi, Sri Rusjiyanti, S.Pd., menilai bahwa edukasi perlindungan diri menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu kekerasan seksual pada anak. "Anak-anak perlu mendapatkan pemahaman yang benar sejak dini mengenai tubuh mereka dan bagaimana melindungi diri dari tindakan yang tidak diinginkan," ujarnya.
Selain menyasar siswa, tim mahasiswa juga mengedukasi 57 orang tua siswa kelas B dalam rangkaian acara Tutup Tahun Ajaran dan Pelepasan Siswa TK ABA Mlangi yang digelar di Resto Sekar Wangi pada Kamis (11/6).
Dalam sesi tersebut, orang tua mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan seksual sesuai usia anak, cara mengenalkan area privasi tubuh, membangun komunikasi terbuka dalam keluarga, hingga mengenali tanda-tanda yang perlu diwaspadai terkait kemungkinan terjadinya pelecehan seksual.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Merakit Ayodya di Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja
Mengenal 5 miliarder termuda dunia 2026. Usianya 21-22 tahun dengan kekayaan miliaran dolar dari WEG, Boehringer Ingelheim, Nexon hingga Delfin.
PSIM Jogja memperbaiki saluran air kamar mandi tribun terbuka Stadion Sultan Agung dari gate 1 hingga 14 demi meningkatkan kenyamanan suporter.
Epson menghadirkan Lifestudio Grand Plus EH-LS970B, proyektor ultra-short-throw terbaru dengan desain all-in-one yang dilengkapi sistem audio Sound by Bose
Gedung Putih meluncurkan Trump TV 24 jam melalui YouTube di tengah sengketa dengan CNN, MS NOW dan Politico yang menggugat larangan peliputan.
BMKG prediksi suhu panas hingga Oktober 2026. Pemilik kendaraan wajib periksa 6 komponen mobil sebelum perjalanan jauh agar tetap aman dan prima