Mitsubishi Fuso Hadirkan Ekosistem Next Generation Zero Down Time
Next Generation Zero Down Time (ZDT) mentransformasi layanan purnajual dari pemeliharaan reaktif menjadi pencegahan proaktif untuk mendeteksi potensi kendala
Sebanyak 33 mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Teknobiologi UAJY, mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri bioteknologi dengan mengunjungi CV Pradipta Paramita di Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026).
JOGJA—Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) terus memperkuat kualitas pembelajaran berbasis praktik melalui kegiatan kunjungan industri. Kali ini, sebanyak 33 mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Teknobiologi UAJY, mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri bioteknologi dengan mengunjungi CV Pradipta Paramita di Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen UAJY dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Tidak hanya belajar teori di ruang kelas, mahasiswa diajak memahami secara nyata bagaimana ilmu biologi diterapkan dalam proses produksi dan pengembangan usaha berbasis teknologi.
Di lokasi kunjungan, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai inovasi produk bioteknologi yang dikembangkan perusahaan, khususnya probiotik dan fitobiotik untuk sektor perikanan, peternakan, dan pertanian. Produk-produk tersebut memanfaatkan mikroorganisme yang ramah lingkungan guna meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Mahasiswa juga berkesempatan meninjau langsung fasilitas penting perusahaan, mulai dari laboratorium mikrobiologi, area produksi, greenhouse pengujian tanaman, hingga kolam budidaya perikanan. Pengalaman ini memberikan pemahaman menyeluruh mengenai tahapan riset, pengembangan produk, kontrol kualitas, hingga strategi pemasaran dalam industri bioteknologi modern.
Dosen pembimbing kegiatan, Drs. P. Kianto Atmodjo, M.Si., menegaskan pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa. Menurutnya, lulusan biologi harus mampu beradaptasi dengan berbagai peluang karier, tidak hanya sebagai akademisi tetapi juga praktisi industri dan wirausahawan.
“Mahasiswa perlu melihat langsung bahwa ilmu biologi memiliki peluang luas. Mereka bisa menjadi peneliti, konsultan, maupun pelaku usaha berbasis sains,” ujarnya.
Selama sesi diskusi, mahasiswa tampak antusias menggali informasi seputar tantangan membangun usaha berbasis bioteknologi, peluang magang, hingga prospek penelitian tugas akhir. Interaksi langsung dengan pelaku industri memberikan wawasan baru terkait dinamika dunia kerja dan perkembangan teknologi.
UAJY menilai kegiatan ini sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem pembelajaran yang terintegrasi dengan dunia profesional. Melalui kolaborasi dengan mitra industri, mahasiswa didorong untuk mengembangkan pola pikir inovatif, jiwa kewirausahaan, serta kepedulian terhadap isu keberlanjutan.
Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan global. Dengan memadukan pengalaman praktis dan jejaring industri, UAJY terus berupaya mencetak generasi inovator yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Next Generation Zero Down Time (ZDT) mentransformasi layanan purnajual dari pemeliharaan reaktif menjadi pencegahan proaktif untuk mendeteksi potensi kendala
Pemkot Jogja menyiapkan program MALIKA setelah 31 dispensasi nikah diajukan pada 2024 untuk mendampingi keluarga muda dan menekan berbagai risiko.
Bank Jateng tidak hanya berperan sebagai lembaga penghimpun dan penyalur dana, tetapi juga sebagai Bank Pembangunan Daerah
PAN menilai usulan Pilkada tanpa wakil kepala daerah layak dikaji. Evaluasi sistem dinilai penting untuk memperkuat demokrasi dan pemerintahan daerah.
Investasi enam perusahaan tekstil hingga Agustus 2026 diproyeksikan membuka 9.000–9.800 lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan industri nasional.
BBWSSO menormalisasi Sungai Serang di Kulonprogo sepanjang Agustus 2026 untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga pasokan air irigasi.