Refleksi Yogya Kembali, Bangun Bangsa Dimulai dari Keluarga
Refleksi Yogya Kembali mengajak masyarakat meneladani nilai perjuangan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda DIY.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing. /Istimewa.
JOGJA—Memasuki Mei hingga Juni 2026, pembinaan kepemudaan dilanjutkan melalui proses seleksi dan pengukuhan Pemuda Pelopor Kota Yogyakarta. Sebanyak 15 pemuda terpilih dari berbagai bidang, dengan lima juara pertama berasal dari bidang pendidikan, seni budaya, pengelolaan sumber daya alam, pangan, serta inovasi teknologi.
Para pemuda tersebut membawa beragam inovasi sosial, mulai dari pendirian sanggar belajar bagi anak penyintas disabilitas, pelestarian seni budaya Jawa. Kemudian ada pengolahan sampah organik menggunakan manggot, pengembangan pertanian perkotaan berbasis hidroponik, hingga pembuatan aplikasi berbasis Android untuk memudahkan pembayaran zakat, infak, sedekah, dan kurban.
Pada periode yang sama, Disdikpora Kota Yogyakarta juga melanjutkan program Yogyakarta Entrepreneur School of Business Ownership (YES BOSS) melalui mentoring dan coaching clinic bagi peserta. Merupakan program inkubasi kewirausahaan itu merupakan kelanjutan dari angkatan pertama yang telah berjalan pada 2025 silam.

Melalui rangkaian program tersebut, Disdikpora Kota Jogja berupaya mencetak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu para pemuda diharapkan memiliki kemampuan tangguh secara mental, mampu menjadi agen perubahan di masyarakat, sekaligus memiliki daya saing melalui pengembangan kewirausahaan.
Data Pemuda Pelopor:
1. Juara 1 Bidang Pendidikan: lham Syahputra, Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan (pendirian sanggar belajar bagi anak-anak penyintas diasbilitas di bantaran sungai code).
2. Juara 1 Bidang Seni Budaya: Rendi Saputra, Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis (menggerakkan anak-anak, remaja & pemuda dalam melestarikan dan menjaga seni budaya Jawa melalui pendampingan pembentukan kelompok-kelompok Tari, Karawitan dan Teater/Kethoprak).
3. Juara 1 Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan, dan Pariwisata: Fadli Robbi Assamargandi, Kelurahan Ngampilan, Kemantren Ngampilan (Pengolahan Sampah Organik melalui budidaya Magot).
4. Juara 1 Bidang Pangan: Muhammad Latif Abdullah Kelurahan Tahunan, Kemantren Umbulharjo (Peningkatan Peran Perempuan dan Pemuda dalam ketahanan pangan melalui pertanian perkotaan/Hidroponik).
5. Juara 1 Bidang Inovasi Teknologi: Muhammad Siddiq Fathurrahman, Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan (Pembuatan Aplikasi berbasis Android untuk untuk kemudahan jamaah masjid dalam membayar Zakat, Infak, Shodaqoh & Qurban).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Refleksi Yogya Kembali mengajak masyarakat meneladani nilai perjuangan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda DIY.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Selasa 30 Juni 2026 lengkap beserta rute menuju Kota Jogja dan Sleman. Tarif perjalanan mulai Rp80.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 30 Juni 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
BNPB memastikan tidak ada korban jiwa akibat karhutla di Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Simak kronologi dan penanganannya.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Refleksi Yogya Kembali mengajak masyarakat meneladani nilai perjuangan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda DIY.