Eko Suwanto Desak Pemerintah Pusat Tingkatkan Dana Keistimewaan DIY dan Dana Desa
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto menyoroti tren penurunan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah atau TKD.
Peserta menyimak pemaparan narasumber dalam bedah buku Homepower: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup yang digelar di Pendopo Embung Mororejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Kamis (13/8/2026)./ Harian Jogja/Catur Dwi Janati
SLEMAN — Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup di Pendopo Embung Mororejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Kamis (13/8/2026).
Anggota DPRD DIY Basit Sugiyanto mengatakan agenda bedah buku tersebut erat kaitannya dengan isu ketahanan keluarga. Menurutnya, ketahanan keluarga perlu menjadi perhatian karena keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat.
“Ini sebuah fasilitasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya keluarga. Hari ini kita membahas isu ketahanan keluarga yang dimulai dari unit terkecil masyarakat. Keluarga itu penting,” kata Basit di Pendopo Embung Mororejo, Kamis (13/8/2026).
Menurut Basit, kemajuan global yang diiringi perkembangan teknologi informasi memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, termasuk anak-anak. Namun, perkembangan tersebut juga membawa dampak negatif apabila tidak dikelola dengan baik.
“Dari sisi positifnya memang bagus, bermanfaat untuk informasi. Tapi, di sisi lain, kalau tidak dikelola dengan baik, dampaknya luar biasa,” ujarnya.
Karena itu, Basit menyebut buku Homepower: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup dapat menjadi salah satu panduan untuk mewujudkan ketahanan keluarga.
Menurutnya, rumah tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, seperti kebersihan dan kenyamanan yang membuat penghuninya merasa aman. Rumah juga harus menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan keharmonisan antaranggota keluarga.
“Kami sangat meyakini bangunan negara ini kuat dimulai dari rumah. Itu menjadi pilar utama. Sebuah bangsa yang besar atau kuat karena rumah tangga atau unit terkecil masyarakatnya juga baik,” ujarnya.
Penulis buku Homepower: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup, Taat Setyabudi, menjelaskan buku tersebut pada dasarnya berisi panduan untuk mengembalikan fungsi rumah.
Menurut Taat, rumah tidak hanya dimaknai sebagai house yang cenderung merujuk pada bangunan fisik, tetapi juga home, yakni tempat untuk “pulang”.
“Misalnya digambarkan tentang rumah menjadi tempat yang nyaman buat anak pulang. Ketika anak punya masalah, dia pulang, bukan malah takut berbagi cerita dengan orang tua. Justru menjadi lebih bersemangat bercerita dengan orang tua, kemudian bisa menyelesaikan masalah bersama,” ucap Taat.
Menurut Taat, rumah seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk melakukan berbagai aktivitas. Untuk membantu mengembalikan fungsi tersebut, buku yang ditulisnya merangkum sejumlah aspek yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga.
“Di buku saya sudah digambarkan ada checklist-nya. Jadi, apa saja yang bisa mulai dilakukan bersama anak, bersama suami. Ada bab safe haven, rumah sebagai tempat yang aman dan nyaman. Ada bab komunikasi pasangan dan komunikasi keluarga,” kata Taat.
Praktisi Asri Widiarti menegaskan bahwa untuk mewujudkan ketahanan keluarga diperlukan visi yang sama di antara anggota keluarga. Tanpa visi bersama, arah masing-masing anggota keluarga dapat berpencar.
Sebaliknya, ketika seluruh anggota keluarga memiliki tujuan yang sama, berbagai hal dalam keluarga akan lebih mudah dibangun dan dikembangkan.
Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY Budiyono mengatakan kegiatan bedah buku tersebut merupakan hasil kolaborasi DPAD DIY dengan DPRD DIY. Sebanyak 200 titik di DIY menjadi sasaran kegiatan bedah buku dengan beragam judul.
“Kami ke sini membawa hanya satu buku dari 450.000 yang kami miliki. Di samping buku-buku manual seperti itu, kami juga punya buku-buku elektronik, buku-buku yang tidak bisa dipegang tetapi bisa dilihat dengan ponsel,” ujarnya.
Budiyono berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan masyarakat yang mengikuti bedah buku.
“Mudah-mudahan apa yang kami berikan bisa menambah wawasan kepada Ibu dan Bapak sekalian. Harapan kami, kegiatan bedah buku ini nantinya dapat menambah kesejahteraan bagi kita semua,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto menyoroti tren penurunan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah atau TKD.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 10 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Pentagon menyiapkan opsi operasi militer tiga hari terhadap Iran. Trump menyebut negosiasi masih berlangsung, sementara Teheran mengajukan proposal perdamaian.
Google Cloud memperkenalkan agen AI Gemini yang bisa membantu mengolah informasi, membuat konten, coding, hingga mengelola pekerjaan bisnis.
DPRD Kota Jogja mendorong WJNC digelar rutin setiap 7 Oktober agar menarik wisatawan mancanegara dan meningkatkan lama tinggal.
Suzuki membukukan penjualan ritel 54.179 unit hingga September 2026. New Carry menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan 55%.