Imigrasi DIY Perkuat Kepatuhan Internal
Menjaga integritas bukan hanya soal menjalankan aturan, tetapi juga tentang bagaimana setiap insan imigrasi mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab
Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan (kedua kiri) memaparkan materi dalam bedah buku di Gedung Taruna Bhakti Teguhan, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Sleman, Rabu (22/7)./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
SLEMAN- Media sosial tak lagi sekadar menjadi ruang hiburan. Melalui bedah buku berjudul 300 Juta Pertama dari YouTube dan Facebook yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY di Gedung Taruna Bhakti Teguhan, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Sleman, Rabu (22/7), masyarakat diajak beralih dari penonton menjadi pelaku yang mampu memperoleh penghasilan melalui platform digital.
Penulis buku 300 Juta Pertama dari YouTube dan Facebook sekaligus praktisi media sosial, Arif Setiyadi, mengatakan hampir semua orang saat ini mengakses YouTube, Facebook, Instagram, dan TikTok setiap hari. Namun, sebagian besar masih sebatas menjadi konsumen konten.
Buku 300 Juta Pertama dari YouTube dan Facebook tersebut lahir dari pengalamannya membangun bisnis melalui media sosial. Menurutnya, peluang menghasilkan pendapatan dari platform digital masih terbuka lebar, termasuk bagi masyarakat yang baru memulai usaha.
Untuk itu, dia mendorong masyarakat memanfaatkan potensi yang dimiliki, baik keterampilan pribadi maupun potensi lingkungan sekitar. Hobi, pekerjaan sehari-hari, produk lokal, hingga budaya desa dapat diolah menjadi ide konten sekaligus peluang usaha.
Sebelum memulai, calon pelaku usaha juga perlu melakukan riset sederhana mengenai tren pasar, target konsumen, dan kompetitor agar produk maupun konten yang dibuat sesuai dengan kebutuhan pasar.
"Tidak harus juga memiliki produk sendiri untuk memperoleh penghasilan dari media sosial. Bisa menjadi reseller, afiliator, atau membangun akun sebagai kreator konten dengan mengunggah video secara konsisten," kata Arif dalam pemaparannya, Rabu (22/7).
Konten sederhana yang menampilkan aktivitas sehari-hari pun dapat menarik audiens apabila dikemas dengan baik.
Sementara itu, praktisi bisnis digital, Noferiyatno, membagikan pengalamannya membangun usaha sejak 2012. Dia mengawali bisnis melalui blog dengan menjual berbagai produk, mulai dari makanan, pupuk, pakaian, hingga herbal.
"Kalau ingin sukses jualan online memang harus sabar, konsisten, dan menunggu momen. Musuh keberhasilan itu malas," kata dia.
Dia bahkan mengaku sempat menghentikan produksi konten YouTube karena tidak konsisten sehingga perkembangannya terhambat. Sebaliknya, ketika rutin memanfaatkan blog dan Facebook, penjualannya terus meningkat hingga mampu mengembangkan usaha seragam dan membangun toko dari hasil bisnis daring.
Noferiyatno juga mengingatkan peserta agar tidak langsung menghabiskan penghasilan pertama dari media sosial. Keuntungan yang diperoleh sebaiknya diputar kembali menjadi modal usaha agar bisnis dapat berkembang.
Pola Pikir
Menurut Noferiyatno, usia bukan menjadi penghalang untuk terus belajar. Dia mencontohkan model asal Tiongkok, Wang Desun, yang baru mempelajari bahasa Inggris pada usia 44 tahun serta mulai belajar seni peran dan kebugaran ketika usianya mendekati 50 tahun.
Menurutnya, membaca menjadi salah satu cara memperluas wawasan yang dapat mendukung keberhasilan berwirausaha. Pengetahuan baru akan membuka peluang dan membantu seseorang melihat potensi yang sebelumnya tidak disadari.
Sementara itu, anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, membenarkan kini sudah banyak pelaku UMKM mampu menghasilkan omzet ratusan juta rupiah lewat pemasaran melalui media sosial. Ternyata, usaha rumahan seperti penjahit, angkringan, tahu bakso, hingga sale pisang memiliki peluang berkembang apabila mampu menjangkau konsumen yang lebih luas melalui platform digital.
"Media sosial ibarat etalase yang dapat memperkenalkan produk kepada masyarakat dalam skala jauh lebih luas dibanding pemasaran konvensional. Karena itu, pelaku usaha perlu mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memperbesar pasar sekaligus meningkatkan omzet," ujar dia.
Pustakawan Ahli Pertama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Erwin Novianto, menilai buku yang dibedah kali ini dapat menjadi pemantik agar masyarakat semakin gemar membaca dan terus belajar mengembangkan usaha. Buku tersebut dipilih karena mengangkat peluang ekonomi melalui media sosial, topik yang dekat dengan kehidupan sekaligus kebutuhan masyarakat saat ini.
"Kegiatan ini diharapkan meningkatkan literasi bagi masyarakat di wilayah DIY, terutama di Teguhan, Kalurahan Kalitirto ini," kata Erwin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menjaga integritas bukan hanya soal menjalankan aturan, tetapi juga tentang bagaimana setiap insan imigrasi mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab
Fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Magelang menyampaikan berbagai catatan dan masukan terhadap dua rancangan peraturan daerah (Raperda)
Timnas putri Indonesia juara AFF Women's Cup 2026 usai menang 5-0 atas Laos. Garuda Pertiwi mempertahankan gelar dan lolos ke ASEAN Women's Championship 2027.
Inter Miami resmi merekrut Casemiro dengan status bebas transfer. Gelandang Brasil itu bergabung bersama Lionel Messi, Luis Suarez, dan Rodrigo De Paul.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Kamis 23 Juli 2026 beroperasi di Q Homemart Ring Road Timur. Simak lokasi, syarat, jam layanan, dan ketentuannya.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 23 Juli 2026 lengkap untuk layanan reguler dan Xpress dari Tugu Jogja menuju YIA dan sebaliknya.