Kraton Dorong Museum Jadi Ruang Interaktif dan Inklusif bagi Anak

Media Digital
Media Digital Senin, 27 Juli 2026 11:42 WIB
Kraton Dorong Museum Jadi Ruang Interaktif dan Inklusif bagi Anak

Suasana pembukaan kegiatan Gya!Dolan Sesarengan 2026 di Museum Wahanarata, Sabtu (25/7/2026) pagi. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

JOGJA—Kraton Yogyakarta mendorong museum bertransformasi menjadi ruang belajar yang interaktif dan inklusif bagi anak-anak melalui penyelenggaraan Gya! Dolan Sesarengan 2026 yang dibuka di Museum Wahanarata, Sabtu (25/7/2026). Pengelola museum pun didorong tidak hanya menyajikan informasi satu arah, tetapi juga membuka ruang dialog dengan generasi muda.

Penghageng KHP Nitya Budaya Kraton Jogja, GKR Bendara, mengatakan museum menyimpan banyak cerita dan nilai yang masih relevan hingga saat ini. Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami anak agar mereka dapat mengenal sejarah sekaligus memetik pembelajaran darinya.

"Filosofi-filosofi Jawa tertentu ternyata masih banyak yang relevan sampai sekarang, dan itu mungkin dibahasakan untuk anak-anak supaya anak juga mengetahui dan bisa belajar dari sejarah-sejarah itu," katanya usai membuka kegiatan, Sabtu (25/7/2026).

Ia menilai pendekatan museum juga perlu berubah mengikuti karakter generasi muda yang terbiasa dengan interaksi dua arah. Karena itu, museum harus memberi ruang bagi anak-anak untuk bertanya dan terlibat aktif selama berkunjung.

"Pertanyaan-pertanyaan dari anak-anak ini sebenarnya sangat krusial dan sudut pandang mereka berbeda dengan kita. Itu juga bisa membuat sebuah museum menggali lebih dalam cerita dan berinteraksi dengan anak-anak menjadi lebih baik," ucapnya.

Menurut GKR Bendara, perubahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengunjung, tetapi juga pengelola museum. Di tengah meningkatnya tren masyarakat berkunjung ke museum, momentum tersebut dinilai perlu dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas layanan dan penyajian museum.

Ia mengajak generasi muda dan anak-anak lebih sering mengunjungi museum, sembari meminta para pengelola terus berbenah mengikuti kebutuhan pengunjung masa kini. Dengan demikian, museum dapat terus tumbuh sebagai ruang edukasi yang relevan bagi berbagai kalangan.

Selain itu, Kraton Yogyakarta juga terus mengembangkan museum yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. Saat ini, pembenahan dilakukan di tiga unit museum yang dikelola Kraton, yakni di kawasan Kedhaton, Museum Wahanarata, dan Tamansari.

"Kami berkomitmen untuk terus mengangkat spektrum disabilitas. Walaupun saat ini belum bisa mengakomodasi semua disabilitas, kami terus melakukan pembenahan diri semaksimal mungkin," katanya.

Gya! Dolan Sesarengan 2026 digelar di Museum Wahanarata pada Sabtu (25/7/2026) hingga Minggu (26/7/2026). Beragam kegiatan disiapkan bagi anak-anak, mulai dari Jelajah Bocah, lokakarya, playground dolanan anak, wisata turangga, hingga pameran gambar.

Pada hari pertama, pengunjung juga disuguhi penampilan tari, talkshow bertema "Menggali Potensi Anak Down Syndrome", serta pertunjukan musik. Sementara pada hari kedua terdapat penampilan Sanggar Kinanti Sekar, talkshow "Memahami Karakter Anak Berdasarkan Weton", hingga penampilan paduan suara.(Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online