Dampingi Lemhannas RI Kunjungi PLTS, Bupati Klaten Komitmen Kembangkan EBT

Media Digital
Media Digital Kamis, 10 September 2026 18:32 WIB
Dampingi Lemhannas RI Kunjungi PLTS, Bupati Klaten Komitmen Kembangkan EBT

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat mendampingi peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Reguler Angkatan (P4N) LXX Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI mengunjungi PLTS PT Tirta Investama, Rabu (9/9/2026). (Dokumentasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Klaten)

KLATEN— Peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Reguler Angkatan (P4N) LXX Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) PT Tirta Investama di Kabupaten Klaten, Rabu (9/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT), mulai dari pemanfaatan energi surya hingga biogas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Klaten, jajaran Forkopimda Kabupaten Klaten, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten, jajaran PT Tirta Investama, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Hamenang menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan Lemhannas RI ke Kabupaten Klaten. Menurutnya, Klaten memiliki posisi strategis karena berada di antara dua kota besar, yakni Yogyakarta dan Surakarta.

Ia menjelaskan sektor pertanian dan pariwisata menjadi dua sektor yang selama ini diandalkan Kabupaten Klaten. Pengembangan kedua sektor tersebut perlu didukung kebijakan pembangunan yang adaptif, termasuk dalam menghadapi tantangan keterbatasan fiskal daerah.

Menurut Hamenang, kondisi keuangan nasional yang berdampak terhadap daerah menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan berbagai program pembangunan. Di sisi lain, kebutuhan untuk mengembangkan EBT dinilai tidak lagi dapat ditunda.

“Dana desa tinggal 30 persen, kemudian kabupaten kita juga terpangkas. Sehingga energi baru terbarukan ini sudah tidak bisa menjadi hal yang ditawar. Implementasinya harus disesuaikan dan kemudian bisa mendukung di Kabupaten Klaten,” kata Hamenang.

Ia menilai pengembangan EBT membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar. Karena itu, pemerintah daerah perlu terlebih dahulu melihat persoalan sekaligus potensi yang dimiliki daerah agar pengembangannya dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan.

“Kita memulai dari masalah dulu dan potensi. Kabupaten Klaten ini bentangannya dari Gunung Merapi sampai dengan perbatasan Gunung Kidul. Sehingga ketika bicara energi baru terbarukan, ada beberapa hal yang bisa kita manfaatkan,” jelasnya.

Salah satu bentuk pengembangan EBT yang telah berjalan di Klaten adalah pemanfaatan energi surya melalui PLTS yang dilakukan PT Tirta Investama. Menurut Hamenang, pemerintah daerah juga mulai menempatkan pengembangan EBT sebagai bagian dari arah kebijakan pembangunan daerah.

“Kami memulai dengan PLTS. Bicara ini harus ada aturan terlebih dahulu. Maka kami masukkan di RPJMD kami di pemerintahan kami hari ini. Sehingga energi baru terbarukan ini sudah masuk di RPJMD,” ungkapnya.

Selain energi surya, Kabupaten Klaten memiliki potensi EBT lainnya. Hamenang mencontohkan pemanfaatan kotoran ternak sebagai sumber biogas di Desa Mundu, Kecamatan Tulung. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi lokal untuk menghasilkan energi alternatif.

Klaten juga memiliki banyak sumber mata air yang berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari pemanfaatan energi terbarukan. Di sejumlah wilayah, menurut Hamenang, aliran air dapat dimanfaatkan melalui penggunaan turbin untuk menghasilkan listrik.

“Alhamdulillah hari ini Klaten memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Banyak sumber air, akhirnya banyak mata air. Ada juga beberapa wilayah yang memanfaatkan energi baru terbarukan dengan menggunakan turbin untuk bisa menghasilkan listrik,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Klaten juga terus mendorong efisiensi energi melalui program-program yang bersumber dari APBD. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk melakukan efisiensi sekaligus mendukung pengelolaan energi yang lebih baik.

Hamenang mengatakan Pemkab Klaten juga telah menyiapkan regulasi untuk memberikan kemudahan bagi pihak swasta maupun investor yang ingin berkontribusi dalam pengembangan EBT di daerah.

Ia menegaskan Pemkab Klaten menempatkan pengembangan EBT sebagai salah satu bagian penting dalam arah pembangunan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui masuknya EBT dalam RPJMD serta pelaksanaan sejumlah program prioritas dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Intinya kami sudah menuju arah sana. Energi baru terbarukan dibuktikan dengan keseriusan kami memasukkan ini di RPJMD. Kemudian dari beberapa program prioritas juga sudah kami jalankan dengan merangkul stakeholder-stakeholder yang ada di Kabupaten Klaten,” pungkasnya.(Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online