FKG UGM Pecahkan 3 Rekor MURI Sekaligus
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menorehkan tinta emas di kancah internasional dengan berhasil menduduki peringkat 1 dunia.
Istimewa
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menorehkan tinta emas di kancah internasional dengan berhasil menduduki peringkat 1 dunia pada dua kategori sekaligus dalam pemeringkatan World University Rankings for Innovation (WURI) 2026. Pencapaian luar biasa ini mendapat apresiasi tertinggi dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan penganugerahan tiga rekor sekaligus.
Penyerahan piagam penghargaan MURI tersebut dilangsungkan secara khidmat pada hari Senin, 3 Agustus 2026, bertempat di Gedung Margono Soeradji FKG UGM. Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh jajaran dekanat, ketua departemen, kaprodi, pengurus POTMAGI, KAGAMA, serta ratusan orang tua mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.
Adapun 3 catatan rekor MURI yang berhasil diborong oleh FKG UGM adalah:
Piagam penghargaan diserahkan oleh Ari Andriani Senior Representative MURI, kepada Dekan FKG UGM, Prof. Dr. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D. Dekan FKG UGM, Prof. Suryono, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga yang mendalam atas rekognisi internasional dan apresiasi dari MURI ini. Beliau menekankan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras seluruh civitas akademika FKG UGM, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
"Alhamdulillah, sore hari ini kita mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Indonesia terkait dengan pencapaian yang kami lakukan di tingkat global," ujar Prof. Suryono.
Lebih lanjut, Prof. Suryono menjelaskan bahwa pemeringkatan WURI menilai inovasi dan dampak nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat. FKG UGM terbukti mampu bersaing dengan universitas-universitas terkemuka dunia, bahkan melampaui posisi institusi elit seperti Harvard University dan Oxford University dalam kategori tertentu.
"Kompetisi ini tingkatnya universitas, dan kami mungkin satu-satunya fakultas di antara universitas yang berkompetisi di tingkat global. Kami bangga, dalam kategori inovasi ini, FKG UGM bisa berada di atas Harvard maupun Oxford," tegasnya yang disambut tepuk tangan riuh hadirin.
Keberhasilan meraih peringkat 1 dunia pada tahun 2026 ini ditopang oleh dua inovasi unggulan yang berhasil dihilirisasi dan dikomersialisasi (alih teknologi). Inovasi tersebut adalah:
Sebelumnya, pada WURI 2025, FKG UGM juga telah mencatatkan prestasi gemilang dengan menempati peringkat 8 dunia dalam kategori Industrial Application melalui produk Gamacha.
Pencapaian peringkat 1 dunia ini bukanlah instan, melainkan buah dari konsistensi FKG UGM dalam membangun ekosistem inovasi selama tiga tahun terakhir.Ari Andriani dari MURI menegaskan bahwa FKG UGM menunjukkan prestasi yang masif dan berkelanjutan.
"Ini merupakan tonggak sejarah tidak hanya bagi UGM, tetapi juga bagi dunia pendidikan, terutama dunia pendidikan kedokteran gigi di Indonesia. FKG UGM dalam waktu 3 tahun terakhir berhasil mempertahankan posisi di peringkat top 100 dunia pada 14 kategori berbeda, dan tahun ini meraih pencapaian tertinggi, peringkat 1 dunia," papar Ari Andriani.
Di hadapan para orang tua mahasiswa baru, Prof. Suryono berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Beliau mendorong mahasiswa baru untuk ikut berkontribusi dalam meraih prestasi dan menjadikan FKG UGM sebagai bagian dari "Kampus Berdampak" yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat internal maupun eksternal.
Acara penyerahan MURI dan sambutan Dekan ini ditutup dengan unik oleh peragaan sulap ringan oleh Prof. Suryono, yang menyemarakkan suasana kebahagiaan di Gedung Margono Soeradji. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan kurikulum oleh para Ketua Program Studi kepada orang tua mahasiswa baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menorehkan tinta emas di kancah internasional dengan berhasil menduduki peringkat 1 dunia.
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun
Warga Kalidadap, Selopamioro, Imogiri, Bantul harus menyedot air dari Sendang Wonosari saat kemarau. Sumur mengering dan jaringan air bersih belum menjangkau.
Pemkab Bantul menyiapkan strategi memenuhi batas belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027 dengan meningkatkan PAD, menerapkan zero minus growth ASN, dan mem
Belanja pegawai Sleman dalam APBD 2026 masih mencapai 32,36 persen. BKAD menyiapkan strategi pengendalian belanja dan peningkatan PAD untuk memenuhi batas 30.
Pemkab Kulonprogo mengaku kesulitan memenuhi aturan belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027. Belanja pegawai masih 38 persen dan daerah menegaskan tidak