Clan of Classy Vol.3 Ajak Pengguna Yamaha Healing dan Eksplorasi Yogyakarta-Magelang
Yamaha kembali menggelar Clan of Classy Vol.3 di Yogyakarta pada 13–14 September 2026.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto
JOGJA—Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, meminta Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru segera mengevaluasi dan membatalkan kebijakan pemangkasan anggaran transfer ke daerah (TKD).
Menurut dia, pemangkasan alokasi TKD dan Dana Keistimewaan (Danais) telah berdampak terhadap kapasitas belanja daerah serta berpotensi menghambat pelaksanaan berbagai program prioritas masyarakat.
Eko menjelaskan berdasarkan Perda APBD DIY No. 9/2025 dan Pergub DIY No. 56/2025 tentang Penjabaran APBD 2026 per 31 Desember 2025, Belanja Daerah DIY tercatat sebesar Rp5,416 triliun.
Namun, setelah adanya rapat di Kementerian Keuangan yang menghasilkan berita acara pemangkasan Danais, alokasi dana tersebut turun dari Rp1,581 triliun menjadi Rp1 triliun. Dengan demikian, Danais berkurang sekitar Rp581,157 miliar.
"Perubahan tersebut kemudian ditindaklanjuti Pemda DIY melalui perubahan pertama Pergub No. 56/2025. Pemda DIY menerbitkan Pergub No. 1/2026, sehingga Belanja Daerah turun menjadi Rp4,835 triliun," ujar Eko dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).
Selain pemangkasan TKD yang berdampak terhadap APBD DIY, Eko menyebut terjadi penurunan Dana Desa pada 2026 yang rata-rata mencapai 74% di empat kabupaten di DIY.
Rinciannya, Dana Desa di Kulon Progo turun sekitar 71%, Bantul 78%, Sleman 75%, dan Gunungkidul 71%.
Menurut Eko, kondisi tersebut berpotensi menghambat pembangunan desa, pemulihan ekonomi masyarakat, hingga penyediaan layanan publik di tingkat desa.
Dia menilai pemangkasan anggaran juga berisiko mengganggu penanganan sejumlah persoalan krusial, seperti pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, penanganan stunting, serta kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
"Semoga Menkeu yang baru, Suahasil Nazara, berani membatalkan pemangkasan transfer ke daerah. Peningkatan alokasi fiskal dari pemerintah pusat sangat diperlukan agar pemerintah daerah dapat menyusun rencana pembangunan yang terukur dan menyentuh kebutuhan langsung masyarakat," katanya.
Komisi A DPRD DIY berharap Menkeu yang baru segera mengambil langkah konkret untuk mengembalikan alokasi anggaran daerah. Menurut Eko, kebijakan tersebut diperlukan untuk menjaga tren pemulihan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.
"Ke depan, Menkeu yang baru perlu membuka diri untuk mendengarkan aspirasi masyarakat serta membangun dialog bersama masyarakat, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah, khususnya terkait hubungan keuangan pusat dan daerah. Kita perkuat otonomi daerah dengan semangat membangun Indonesia," ujar Eko. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yamaha kembali menggelar Clan of Classy Vol.3 di Yogyakarta pada 13–14 September 2026.
Antrean Pertalite di SPBU Galur Kulonprogo mengular hingga Jalan Raya Brosot. Puluhan motor mengantre pada Senin malam.
Icomex dijadwalkan diresmikan 17 September 2026. OJK dan DPR mempercepat regulasi sebelum pengawasan BMKS beralih ke OJK pada 2027
Taman Edupark Gemolong diperketat setelah video remaja bermesraan viral. Pengawasan, penerangan, dan pembatasan malam akan ditingkatkan.
Aktivitas Merapi dan kondisi alam menjadi pertimbangan wisatawan sebelum berkunjung ke Sleman, meski wisata kawasan Merapi tetap diminati.
Arab Saudi mengancam respons tegas terhadap Houthi setelah serangan rudal dan drone melukai 13 warga sipil di wilayah selatan.