Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Material Rendah Karbon untuk Konstruksi

Media Digital
Media Digital Selasa, 15 September 2026 16:32 WIB
Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Material Rendah Karbon untuk Konstruksi

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), bersama Green Building Council Indonesia (GBCI) menggelar Indonesia Green Building Festival 2026 – Bangun Indonesia: Yogyakarta Chapter di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Senin (14/9/2026)./ ist

JOGJA — Dampak perubahan iklim yang semakin terasa, mulai dari peningkatan suhu hingga perubahan pola cuaca, menjadi tantangan dalam pembangunan gedung dan infrastruktur. Sektor konstruksi kini tidak hanya dituntut menghasilkan bangunan yang fungsional dan berkinerja baik, tetapi juga mampu mengurangi dampak terhadap lingkungan serta jejak karbon.

Upaya mewujudkan pembangunan rendah karbon menjadi bagian penting dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 di Indonesia. Sejalan dengan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, inovasi material dan solusi konstruksi menjadi salah satu bagian penting dalam upaya tersebut.

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), bersama Green Building Council Indonesia (GBCI) menggelar Indonesia Green Building Festival 2026 – Bangun Indonesia: Yogyakarta Chapter di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Senin (14/9/2026).

Mengusung tema “Living Net Zero”, kegiatan tersebut menjadi bagian kedua dari rangkaian Indonesia Green Building Festival 2026 yang digelar SIG dan GBCI di lima kota, yakni Bandung, Yogyakarta, Makassar, Denpasar, dan Surabaya.

Festival menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi konstruksi, arsitektur, regulator, dan akademisi. Mereka membahas berbagai pendekatan untuk mewujudkan bangunan yang lebih ramah lingkungan dan rendah karbon.

Ketua GBCI Yogyakarta, Daud Tjondrorahardja, mengatakan penerapan konsep bangunan hijau perlu menjadi bagian dari ekosistem pembangunan secara menyeluruh.

“Keterlibatan industri bahan bangunan, perencana, pengembang, pemerintah, akademisi, hingga masyarakat menjadi penting agar prinsip keberlanjutan dapat diterapkan secara lebih luas sekaligus memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi dalam jangka panjang,” ujar Daud.

Seminar tersebut juga menjadi ruang untuk membahas integrasi inovasi material dengan desain dan performa bangunan dalam mendukung konstruksi rendah karbon.

Para narasumber berbagi perspektif mengenai tantangan dan peluang penerapan konsep bangunan hijau dari berbagai sudut pandang, mulai dari kebijakan, perencanaan dan desain, hingga pemilihan material.

Dorong Material Rendah Karbon

Product Advocacy Specialist SIG, Arief Sutanto, menilai keterlibatan industri bahan bangunan menjadi bagian penting untuk memperluas penerapan prinsip bangunan hijau.

Menurutnya, pembahasan mengenai desain dan performa bangunan perlu berjalan seiring dengan pengembangan material yang mendukung target pembangunan rendah karbon.

“Kolaborasi dan inovasi menjadi sangat penting dalam mendorong transformasi sektor konstruksi menuju pembangunan yang lebih rendah karbon. Pencapaian Net Zero Emission membutuhkan aksi kolektif yang dilakukan secara konsisten dan terintegrasi, termasuk melalui penggunaan material yang lebih ramah lingkungan serta penerapan solusi konstruksi yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan sejak tahap perencanaan, mulai dari bahan bangunan yang rendah karbon,” ujar Arief.

Untuk menghadirkan produk dan solusi rendah karbon, Solusi Bangun Indonesia melakukan berbagai inisiatif untuk mendorong proses produksi yang lebih efisien dan rendah emisi. Upaya tersebut antara lain melalui pemanfaatan bahan baku dan bahan bakar alternatif, peningkatan efisiensi energi, hingga penggunaan energi terbarukan.

Upaya tersebut juga berjalan beriringan dengan pengembangan produk dan solusi bahan bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi serta tren pembangunan.

Kebutuhan infrastruktur yang lebih berkelanjutan turut mendorong penggunaan material dan solusi konstruksi yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus memberikan performa dan durabilitas optimal.

Solusi Bangun Indonesia telah memiliki sejumlah solusi konstruksi, antara lain semen tipe khusus, solusi stabilisasi tanah, serta inovasi beton seperti ThruCrete, beton berpori yang memungkinkan air meresap ke dalam tanah sehingga membantu mengurangi genangan.

Selain itu, terdapat SpeedCrete, beton cepat kering yang dapat mendukung percepatan pekerjaan perbaikan jalan.

“Kami ingin memastikan setiap langkah yang kami lakukan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan jejak karbon sekaligus mendukung Indonesia mencapai target Net Zero Emission 2060,” kata Arief.

Dukung Bangunan Hijau di UGM

Salah satu proyek konstruksi di Yogyakarta yang didukung Solusi Bangun Indonesia adalah Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM).

GIK UGM menjadi salah satu contoh bangunan super creative hub yang telah memperoleh sertifikasi Bangunan Gedung Hijau dari GBCI karena dinilai mengimplementasikan prinsip bangunan hijau GREENSHIP GBCI.

Selain GIK, Solusi Bangun Indonesia juga mendukung pembangunan sejumlah gedung lain di UGM yang telah tersertifikasi GREENSHIP, di antaranya Smart and Green Learning Center, Engineering Research and Innovation Center, Integrated Forest Farming Learning Center, Advanced Pharmaceutical Science Learning Center, dan Teaching Industry Learning Center yang saat ini masih dalam tahap design recognition.

Sementara itu, Animal Science Learning Center, Agrotropica Learning Center, Dental Learning Center, dan Field Research Center telah melalui tahap final assessment dengan peringkat Gold.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online