Pemkot Solo Promosikan Wisata ke Gunungkidul untuk Dongkrak Kunjungan

Media Digital
Media Digital Senin, 28 September 2026 16:17 WIB
Pemkot Solo Promosikan Wisata ke Gunungkidul untuk Dongkrak Kunjungan

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo Maretha Dinar Cahyono (kiri) saat bertukar cenderamata dengan Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Hary Sukmono (kanan) dalam kegiatan Solo Travel Dialogue di Omah Kayu, Wonosari, Senin (28/9/2026)./Harian Jogja-David Kurniawan\r\n\r\n\r\n\r\n

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kota Solo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta menggandeng Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk memperkuat promosi pariwisata. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui Solo Travel Dialogue yang digelar di Omah Kayu, Wonosari, Kapanewon Wonosari, Senin (28/9/2028).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Solo. Kegiatan di Gunungkidul juga menjadi penyelenggaraan Solo Travel Dialogue untuk ketiga kalinya pada tahun ini.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di kawasan Madiun-Ngawi, Jawa Timur dan Pekalongan-Semarang. Menurut Dinar, rangkaian kegiatan tersebut mencakup tiga provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY.

“Untuk kali ini digelar di Provinsi DIY, tepatnya di Kabupaten Gunungkidul. Jadi, Solo Travel Dialogue digelar di tiga provinsi meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY,” kata Dinar, sapaan akrabnya di sela-sela kegiatan di Omah Kayu di Kapanewon Wonosari, Senin siang.

Gunungkidul Dinilai Punya Potensi Wisata Lengkap

Dinar menjelaskan Gunungkidul dipilih dibandingkan kabupaten/kota lain di DIY karena memiliki potensi wisata alam yang sangat lengkap. Kondisi tersebut dinilai dapat menunjang pertumbuhan sektor pariwisata.

“Makanya kita dipilih Gunungkidul agar ada kolaborasi dan sinergi dalam upaya promosi wisata. tujuan kami menggelar even ini, tidak lain agar kunjungan wisata di Kota Solo bisa terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Menurut Dinar, karakter pariwisata Gunungkidul dan Kota Solo dapat saling melengkapi. Gunungkidul memiliki potensi wisata alam, sedangkan Kota Solo berbasis budaya.

“Dalam kegiatan ini kami juga mengajak asosiasi kepariwisataan untuk promosi. Kami mengenalkan potensi wisata di Kota Solo, sedangkan pemkab bisa mempromosikan potensi wisata di Gunungkidul,” katanya.

Solo-Gunungkidul Dorong Kolaborasi Pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Hary Sukmono, menyambut baik pelaksanaan Solo Travel Dialogue di Omah Kayu, Wonosari. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi sarana kolaborasi untuk mempromosikan sektor pariwisata di masing-masing wilayah.

“Jarak Solo-Gunungkidul juga dekat dan aksesnya mudah sehingga kolaborasi ini penting dalam upaya pengembangan di sektor kepariwisataan,” kata Hary.

Kerja sama tersebut, lanjut Hary, tidak hanya diarahkan untuk memperkuat hubungan di bidang pariwisata. Kegiatan ini juga dapat menjadi sarana bertukar pikiran mengenai pengelolaan destinasi wisata.

Pasalnya, keberadaan destinasi wisata tidak mengenal batas wilayah. Karena itu, kolaborasi dan sinergi dibutuhkan agar pengembangan destinasi dapat berjalan dengan baik.

“Harus ada interaksi yang positif sehingga bisa saling menguatkan. Ini juga butuh peran dari asosiasi jasa wisata untuk saling mengenalkan dan membuat paket wisata di Kota Solo maupun Gunungkidul,” katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, potensi wisata Solo dan Gunungkidul diharapkan dapat saling dikenalkan. Asosiasi jasa wisata juga didorong berperan dalam memperkenalkan destinasi sekaligus membuat paket wisata di kedua wilayah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

David Kurniawan
David Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online