BBGTK DIY Tekankan Pentingnya Narasi Tepat dalam Publikasi Lembaga

Media Digital
Media Digital Selasa, 29 September 2026 09:22 WIB
BBGTK DIY Tekankan Pentingnya Narasi Tepat dalam Publikasi Lembaga

Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi DIY, Adi Wijaya, sedang menyampaikan tujuan kegiatan Peningkatan Kapasitas Peliputan dan Publikasi Tim Humas BBGTK DIY di BBGTK Provinsi DIY, Condongcatur, Sleman, Senin (28/9/2026)./ Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono

SLEMAN— Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY menekankan pentingnya kemampuan menyusun narasi yang tepat dalam setiap publikasi lembaga. Narasi dinilai menjadi bagian penting agar informasi mengenai program dan kegiatan BBGTK DIY dapat tersampaikan secara efektif kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala BBGTK Provinsi DIY, Adi Wijaya, dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Peliputan dan Publikasi Tim Humas BBGTK DIY di BBGTK Provinsi DIY, Condongcatur, Sleman, Senin (28/9/2026).

Adi mengatakan tim humas perlu bekerja lebih profesional dan maksimal dalam menyampaikan serta mempublikasikan berbagai kegiatan lembaga. Menurutnya, perkembangan media digital membuat setiap informasi yang dipublikasikan berpotensi menjangkau masyarakat secara luas.

Karena itu, dia meminta tim humas memahami berbagai hal yang perlu diperhatikan maupun dihindari dalam membuat materi publikasi.

Menurut pengamatannya, masih terdapat sejumlah poin dalam publikasi media sosial yang perlu diperbaiki agar tidak kembali muncul pada publikasi berikutnya. Selain isi, dia juga menyoroti penyusunan teks dan judul dalam materi publikasi.

“Tim humas perlu mendiskusikan dan memastikan ketepatan narasi sebelum informasi disampaikan kepada publik,” kata Adi dalam sambutannya, Senin.

Dia menilai peningkatan kapasitas tersebut penting karena publikasi merupakan salah satu kekuatan lembaga untuk menyampaikan program-program kementerian yang dikawal BBGTK DIY kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dalam perencanaan peliputan, pengambilan foto dan video, penulisan berita, caption dan narasi publikasi, serta penentuan sudut pandang atau angle yang memiliki nilai berita.

Pelatihan tersebut digelar bekerja sama dengan Harian Jogja. Redaktur Harian Jogja, Bhekti Suryani, memberikan materi mengenai pemilihan angle atau sudut pandang dan cara mengemas informasi agar bersifat timeless.

Menurut Bhekti, sudut pandang perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Gaya komunikasi lembaga yang formal dapat ditransformasikan menjadi lebih lentur dan cair. Dengan begitu, pembaca tidak merasa jenuh dan tetap terhibur dengan konten yang disajikan.

“Angle ibarat rautan pensil yang menajamkan tulisan, sehingga artikel lebih fokus dan memiliki penekanan,” ujarnya.

Pemateri kedua, Asisten Manager Konten Media Sosial Harian Jogja, Sirojul Khafid, menjelaskan informasi yang dibagikan di media sosial bukan sekadar memindahkan materi dari website atau media cetak. Pengemasan dan angle yang digunakan juga perlu disesuaikan dengan karakter media sosial.

Apalagi, pengguna media sosial mayoritas berasal dari generasi milenial dan Gen Z. Karena itu, materi publikasi perlu menyesuaikan dengan tren, gaya komunikasi, maupun topik yang dekat dengan mereka.

“Di sini, BBGTK DIY punya tantangan sekaligus keuntungan. Tantangannya mengubah pola lama ke baru ini, keuntungannya, audiensnya jelas dan segmented,” kata Sirojul. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online