17 Taman Budaya Bertemu di Jogja, Reuni Setelah 25 TahunTahun

Media Digital
Media Digital Rabu, 30 September 2026 05:22 WIB
17 Taman Budaya Bertemu di Jogja, Reuni Setelah 25 TahunTahun

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat memberikan plakat kepada perwakilan Taman Budaya se-Indonesia dalam pembukaan Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia XXV 2026 di Concert Hall TBY, Senin (28/9/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

JOGJA—Sebanyak 17 Taman Budaya dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Jogja dalam Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia XXV 2026. Pertemuan yang dibuka di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Senin (28/9/2026) malam, menjadi momentum reuni setelah forum serupa terakhir digelar di Jogja 25 tahun lalu.

Ratusan orang memadati Concert Hall TBY pada malam pembukaan. Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di atas panggung, Orkestra TBY yang dipimpin konduktor Oni Krisnerwinto tampil bersama Ndarboy Genk, Marcella Dee, Tyok Satrio, dan Princessia Alicia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pertemuan antartaman budaya penting karena lembaga tersebut tidak sekadar menjadi tempat pertunjukan seni. Menurut dia, Taman Budaya seharusnya menjadi ruang bertemunya karya, seniman, komunitas, tradisi, dan masyarakat.

"Jadi bagi kita melihat bahwa Taman Budaya ini harus menjadi ruang tempat karya bertemu dengan publik, seniman bertemu dengan komunitas, tradisi bertemu dengan penciptaan baru dengan karya-karya baru," kata Fadli saat membuka Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia XXV di Concert Hall TBY, Senin malam.

Fadli menyebut Taman Budaya sebagai bagian dari infrastruktur kebudayaan. Fungsinya bukan hanya sebagai gedung pertunjukan, tetapi juga sebagai ruang produksi pengetahuan dan karya, regenerasi talenta, eksperimen, pendidikan publik, serta tempat membangun jejaring kebudayaan.

Dia mengatakan Indonesia memiliki modal budaya yang besar dengan keberagaman etnis, bahasa, dan ekspresi budaya. Fadli menyebut Indonesia memiliki 1.340 etnis atau suku bangsa dan 718 bahasa yang merepresentasikan sekitar 10% bahasa di dunia.

"Jadi Taman-Taman Budaya ini adalah semacam cultural center, satu cultural enclave, satu kantong budaya yang sangat penting di dalam kemajuan kebudayaan," ujarnya.

Fadli juga menyampaikan data pencatatan warisan budaya oleh pemerintah. Hingga saat ini, terdapat 3.277 Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan 1.515 Cagar Budaya peringkat nasional yang telah tercatat.

Menurut Fadli, percepatan penetapan warisan budaya juga berlangsung dalam dua tahun terakhir. Sebanyak 514 Warisan Budaya Takbenda ditetapkan pada 2025 dan 550 lainnya hingga September 2026, kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan Temu Karya Taman Budaya kali ini memiliki arti khusus bagi Jogja. Sebab, 25 tahun lalu forum serupa juga berlangsung di Jogja sebelum kemudian berpindah dan digelar di berbagai daerah di Indonesia.

"Sehingga tahun ini adalah reuni pertama setelah 25 tahun pertemuan Temu Karya Taman Budaya berputar di seluruh Indonesia dan kembali ke Yogyakarta," kata Dian.

Sebanyak 17 Taman Budaya yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari Sumatra Utara, Jambi, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua, Bali, dan Taman Budaya Yogyakarta sebagai tuan rumah.

Pertemuan tersebut berlangsung pada Senin (28/9/2026) hingga Kamis (1/10/2026). Selain pertunjukan, terdapat forum Taman Budaya se-Indonesia yang menjadi ruang untuk bertukar pengalaman dan gagasan mengenai pengelolaan kebudayaan di daerah masing-masing.

"Temu karya ini merupakan forum nasional tahunan yang diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai ruang temu, berdialog, berkolaborasi antartaman budaya seluruh Nusantara," ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan pentas seni dari utusan Taman Budaya, karawitan, serta sejumlah kegiatan lain di TBY. Sebelum rangkaian Temu Karya berakhir, pataka tuan rumah Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia XXVI 2027 juga akan diserahkan kepada daerah yang menjadi penyelenggara berikutnya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online