Ahmad Luthfi Tegaskan Komitmen Optimalkan Pelayanan Publik
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.
Bregodo Suryatmojo berjaga malam di kawasan Malioboro, Minggu (27/9)./ Harian Jogja - Stefani Yulindriani
YOGYAKARTA — Bregodo Suryatmojo turut menjadi etalase budaya sekaligus pintu promosi potensi kampung wisata di wilayah asalnya saat bertugas di kawasan Malioboro, Minggu (27/9).
Keberadaan bregodo tersebut menarik perhatian wisatawan yang penasaran dengan pakaian, identitas, serta asal kelompok tersebut. Interaksi antara anggota bregodo dan wisatawan pun menjadi kesempatan untuk mengenalkan potensi budaya dan wisata di wilayah Kota Jogja.
Anggota Bregodo Suryatmojo, Teguh Wiyono, mengatakan penugasan bregodo di Malioboro merupakan bagian dari piket Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY. Menurutnya, keberadaan bregodo di kawasan Malioboro dapat menjadi sarana untuk mengenalkan berbagai potensi wisata yang ada di wilayah DIY.
Ia yang berasal dari wilayah Suryatmajan turut memperkenalkan potensi wisata yang ada di daerah tersebut kepada wisatawan. Menurut Teguh, wilayah Suryatmajan memiliki kampung wisata dengan berbagai potensi yang dapat dikenalkan kepada wisatawan.
Di antaranya terdapat pelaku UMKM serta lorong sayur yang menjadi bagian dari aktivitas dan potensi masyarakat setempat.
“Di daerah saya ada kampung wisata juga. UMKM ada, lorong sayur ada. Dari Kelurahan Suryatmajan ini juga banyak, wilayahnya juga lebar,” katanya saat ditemui di Jalan Malioboro, Minggu (27/9).
Teguh mengatakan keberadaan Bregodo Suryatmojo di Malioboro kerap memunculkan rasa penasaran wisatawan. Sejumlah wisatawan bahkan bertanya mengenai identitas kelompok tersebut.
Menurutnya, sebagian wisatawan mengira bregodo yang mereka lihat merupakan bagian dari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kondisi tersebut kemudian menjadi kesempatan bagi anggota bregodo untuk menjelaskan mengenai berbagai bregodo yang ada di Jogja.
Ketika wisatawan bertanya, kata Teguh, anggota bregodo memberikan penjelasan sesuai dengan informasi yang mereka ketahui. Interaksi tersebut sekaligus membuka peluang untuk mengenalkan budaya serta potensi wisata di wilayah lain di Kota Jogja.
Sementara itu, salah satu wisatawan asal Bogor, Khairul, mengaku tertarik melihat Bregodo Suryatmojo karena atraksi tersebut tidak ditemuinya di daerah asalnya. Ia juga penasaran dengan pakaian dan keberadaan bregodo di kawasan Malioboro.
Menurut Khairul, keberadaan bregodo dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mengenal lebih jauh budaya Jogja. Kehadiran bregodo juga dapat menjadi pintu awal bagi wisatawan untuk mengetahui berbagai destinasi dan potensi wisata lain di luar kawasan Malioboro.
“Bregodo ini menarik karena di tempat saya tidak ada yang seperti ini. Jadi lebih pengen mengenal budaya Jogja,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.