Panen Raya Jagung, Imigrasi DIY Cegah TPPO Lewat Program Pemberdayaan Masyarakat

Media Digital
Media Digital Selasa, 29 September 2026 17:22 WIB
Panen Raya Jagung, Imigrasi DIY Cegah TPPO Lewat Program Pemberdayaan Masyarakat

Dirjen Imigrasi, Hendarsam Marantoko (tengah), saat melakukan panen raya jagung di Desa Binaan Imigrasi di Kalurahan Bulurejo, Semin, Selasa (29/9/2026)./ Harian Jogja - David Kurniawan

GUNUNGKIDUL—Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI menggelar panen raya jagung di Desa Binaan Imigrasi di Kalurahan Bulurejo, Semin, Gunungkidul, Selasa (29/9/2026).

Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

Dirjen Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengatakan kasus TPPO dan TPPM salah satunya dipicu persoalan ekonomi. Kondisi tersebut dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab dengan menawarkan pekerjaan di luar negeri kepada masyarakat dengan iming-iming penghasilan lebih tinggi.

Menurut Hendarsam, upaya pencegahan perdagangan manusia terus dilakukan melalui Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa). Pada awalnya, petugas tersebut difokuskan pada kegiatan pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya TPPO dan TPPM.

Namun, setelah dilakukan identifikasi terhadap berbagai persoalan di masyarakat, termasuk faktor ekonomi yang menjadi salah satu kerentanan, pendekatan pencegahan kemudian diperluas melalui program pemberdayaan masyarakat.

Salah satunya dilakukan melalui sektor pertanian dengan menanam jagung seperti yang dilaksanakan di Kalurahan Bulurejo, Semin.

“Panen jagung ini tidak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, tapi juga menjadi upaya pemberdayaan masyarakat agar perekonomian dapat meningkat,” kata Hendarsam.

Menurut dia, program pemberdayaan masyarakat melalui Pimpasa akan diperluas di seluruh Indonesia. Seorang Pimpasa dapat membawahi hingga lima desa atau kalurahan. Dengan jumlah sekitar 1.000 petugas, program tersebut berpotensi menjangkau ribuan desa.

Hendarsam mengatakan pemberdayaan masyarakat tidak hanya akan dilakukan di sektor pertanian. Program akan disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

“Tujuannya agar ekonomi warga meningkat, makanya pengembangan harus berbasis potensi dimiliki. Sehingga segala bujuk rayu dari mereka-mereka yang ingin memperdagangkan orang, mempekerjakan orang ke luar negeri dengan iming-iming ini itu tidak membuat masyarakat terbujuk dan tergiur sehingga terhindar dari TPPO atau TPPM,” katanya.

Edukasi Migrasi Aman

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi DIY, Yuni Santi Nurani, mengatakan selain mengoptimalkan ketahanan pangan, Imigrasi menggunakan pendekatan kultural untuk memberikan edukasi mengenai migrasi aman dan risiko keberangkatan secara nonprosedural.

“Kami adakan pertunjukan wayang kulit yang menjangkau warga umum hingga generasi muda di SMK Muhammadiyah Semin dan SMAN 1 Semin, bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY,” kata Yuni.

Menurut Yuni, Desa Binaan Imigrasi di wilayah kerja Kanwil Ditjen Imigrasi Yogyakarta menjadi ruang kolaborasi agar masyarakat dapat memperoleh akses informasi keimigrasian dan migrasi aman secara lebih dekat melalui Pimpasa.

Selain itu, masyarakat juga mendapatkan manfaat melalui berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi wilayah.

Saat ini, di wilayah kerja Kantor Imigrasi Yogyakarta terdapat 15 Desa Binaan Imigrasi yang didampingi delapan Pimpasa. Desa-desa tersebut tersebar di Sleman, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta.

Kehadiran Pimpasa menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus memperkuat penyebarluasan informasi mengenai keimigrasian, migrasi aman, pencegahan TPPO, serta pencegahan keberangkatan pekerja migran secara nonprosedural.

“Kami harapkan melalui panen raya serta edukasi melalui pertunjukan wayang ini, Imigrasi bisa hadir lebih dekat, memberikan edukasi, mencegah kerentanan, serta memberdayakan masyarakat,” katanya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online