Pertamina SMEXPO 2026 Dorong UMKM Naik Kelas
Pertamina kembali mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Pertamina SMEXPO 2026 Regional Jogja.
Pertamina kembali mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Pertamina SMEXPO 2026 Regional Jogja./ Harian Jogja - Stefani Yulindriani
JOGJA— Pertamina kembali mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Pertamina SMEXPO 2026 Regional Jogja. Tidak sekadar menjadi ajang pameran, kegiatan yang mengusung tema “Lokal Jadi Vokal” tersebut mempertemukan UMKM dengan buyer, mitra bisnis, dan pasar sekaligus memberikan penguatan kapasitas usaha.
President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud, menuturkan SMEXPO dirancang sebagai sarana untuk menciptakan UMKM yang semakin berkembang dan memiliki daya saing. Konsep tersebut terus dikembangkan agar pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan ruang untuk memasarkan produk, tetapi juga memperoleh pengalaman dan masukan langsung dari pasar.
“SMEXPO ini didesain ataupun dirancang, dikembangkan oleh Mas Arry Atim dari Pertamina sebagai sarana untuk kita meng-create yang namanya UMKM naik kelas,” kata Agus saat pembukaan Pertamina SMEXPO 2026 Regional Jogja di Pasar Ngasem, Jumat (2/10/2026).
Menurut Agus, Pasar Ngasem dipilih sebagai lokasi SMEXPO Regional Jogja karena sekitar tiga tahun lalu dia melihat aktivitas dan keramaian kawasan tersebut memiliki potensi untuk menjadi lokasi penyelenggaraan SMEXPO.
Penyelenggaraan SMEXPO Regional Jogja dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan dari sisi jumlah pengunjung maupun transaksi. Pada 2024, transaksi langsung tercatat Rp147,75 juta, sedangkan transaksi business to business (B2B) mencapai Rp2,5 miliar.
Pada 2025, transaksi langsung meningkat menjadi Rp316 juta dengan transaksi B2B mencapai Rp2,2 miliar. Dengan demikian, nilai transaksi B2B selama dua tahun tersebut mencapai Rp4,7 miliar.
Dari sisi kunjungan, SMEXPO Regional Jogja juga menunjukkan pertumbuhan. Pada 2024 tercatat lebih dari 900 pengunjung, kemudian meningkat menjadi 3.030 pengunjung pada 2025.
“Bahkan dua tahun berturut-turut, 2024 kita bisa mendapatkan transaksi sampai dengan hampir Rp2 miliar. Kemudian 2025 kita juga menghasilkan tidak kalah jauh, Rp2 miliar lebih juga,” ujarnya.
Capaian tersebut turut membawa Pertamina Foundation memperoleh penghargaan dalam penyelenggaraan SMEXPO. Pada 2024, Pertamina Foundation terpilih sebagai salah satu the best SMEXPO berdasarkan tingkat transaksi yang dihasilkan. Setahun kemudian, Pertamina Foundation kembali mendapatkan predikat the best host SMEXPO 2025.
Agus mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengembangan SMEXPO sebagai program pembinaan UMKM Pertamina. Namun, pada 2026 konsep SMEXPO dikembangkan lebih jauh agar tidak berhenti sebagai pameran produk.
“Tahun 2026 kita jadikan SMEXPO tidak hanya exhibition, tetapi kita memberikan experience,” katanya.
Konsep experience-based exhibition tersebut mempertemukan berbagai unsur, mulai dari bisnis, kreativitas UMKM, komunitas, hingga gaya hidup. Salah satu fokus utamanya adalah mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli atau buyer.
Menurut Agus, pertemuan antara UMKM dan pasar penting karena pelaku usaha dapat memperoleh masukan langsung mengenai produk yang mereka tawarkan. Masukan tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan.
“Di sini adalah campuran, kita pertemukan antara buyer atau bisnis, kemudian kreativitas para UMKM. Yang tidak kalah penting, UMKM ini ketemu sama buyer-nya,” ujarnya.
Selain pameran, Pertamina SMEXPO 2026 memberikan capacity building bagi UMKM. Pertamina Foundation memberikan materi mengenai dasar-dasar kewirausahaan kepada pelaku usaha di Pasar Ngasem, mulai tingkat dasar hingga menengah.
Program tersebut ditujukan agar pelaku UMKM tidak hanya mampu menghasilkan dan menjual produk, tetapi juga memahami dasar pengelolaan usaha dan pengembangan bisnis.
“Selain gelaran exhibition, kita melakukan capacity building kepada seluruh UMKM yang ada di Pasar Ngasem. Dasar-dasar tentang entrepreneurship tingkat awal dan tingkat menengah kita sampaikan kepada mereka,” katanya.
SMEXPO 2026 juga membawa pendekatan sosial dengan menghadirkan UMKM dari sejumlah daerah di luar Jawa. Pertamina Foundation tidak hanya melibatkan UMKM dari Jogja, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, tetapi juga menghadirkan pelaku UMKM dari Aceh dan Sumatera Utara.
Kehadiran UMKM tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memberikan ruang pemasaran kepada pelaku usaha yang terdampak bencana alam di Aceh. Produk mereka diperkenalkan kepada pengunjung SMEXPO sehingga memiliki kesempatan memperoleh pasar baru.
“Di dalam SMEXPO ini uniknya adalah kita memberikan yang namanya insight sosial. Kita undang tidak hanya dari Jawa Tengah, Jawa Timur ataupun Jogja, tetapi kita datangkan dari Aceh dan Sumatera Utara,” ujarnya.
Selain UMKM terdampak bencana, SMEXPO juga memberikan ruang bagi seniman dengan kebutuhan khusus, termasuk seniman autis yang turut dihadirkan dalam rangkaian kegiatan.
Agus mengatakan keberagaman peserta tersebut menjadi bagian dari konsep SMEXPO yang tidak hanya mengejar transaksi, tetapi juga membangun pengalaman, jejaring, dan nilai sosial dalam satu kegiatan.
Berawal dari Pandemi
Pertamina SMEXPO 2026 merupakan pengembangan dari program pembinaan UMKM unggulan Pertamina yang telah berlangsung sejak 2020. Program tersebut pertama kali dikembangkan ketika pandemi Covid-19 membatasi aktivitas masyarakat dan mobilitas pelaku UMKM.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menuturkan pada awalnya SMEXPO dibuat sebagai salah satu cara membantu UMKM tetap memasarkan produk di tengah kondisi pandemi.
“Ini diciptakan dulu tahun 2020 waktu saat Covid. Waktu Covid kita enggak bisa ke mana-mana, kita coba membuat sebuah acara supaya teman-teman UMKM bisa jualan. Intinya itu,” katanya.
Dari gagasan tersebut, SMEXPO kemudian berkembang menjadi program yang dilakukan secara tematik dan regional. Selain agenda regional, Pertamina mengembangkan SMEXPO dalam berbagai momentum, seperti Ramadan, Hari Kartini, hingga peringatan 17 Agustus dengan tema Merah Putih.
Pertamina juga menyiapkan pelaksanaan SMEXPO dalam momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Untuk agenda regional, kegiatan telah dilaksanakan di Pekanbaru dan Jogja serta akan dilanjutkan di sejumlah daerah lainnya.
Setelah Jogja, SMEXPO regional dijadwalkan hadir di Cirebon, Bekasi, dan Cilacap sebelum agenda nasional digelar di Jakarta.
Arya mengatakan rangkaian SMEXPO tersebut melibatkan lebih dari 150 UMKM. Pelibatan tersebut diharapkan memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha, terutama melalui kesempatan bertemu langsung dengan mitra bisnis dan pasar yang berpotensi menyerap produk mereka.
“Harapannya ini bisa menjadi nilai tambah bagi teman-teman UMKM dan semoga juga laris dagangannya dan bisa dikenal lintas batas. Di SMEXPO ini teman-teman mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan mitra bisnis dan juga pasar yang bisa menyerap produk-produknya,” ujarnya.
Untuk SMEXPO Regional Jogja, terdapat 30 UMKM binaan unggulan yang terlibat. Ribuan produk UMKM dipasarkan dalam kegiatan tersebut dengan berbagai kategori, mulai dari kuliner, fashion, hingga kerajinan.
Data penyelenggaraan SMEXPO Regional Jogja menunjukkan total 6.687 produk terjual. Kategori dengan penjualan terbesar adalah kuliner sebanyak 2.532 produk, disusul fashion 2.313 produk dan kerajinan 1.802 produk.
Data tersebut menunjukkan produk UMKM yang ditampilkan dalam SMEXPO memiliki pasar yang cukup beragam. Kuliner menjadi kategori dengan jumlah produk terjual paling banyak, sementara produk fashion dan kerajinan juga mencatat penjualan signifikan.
Agus menekankan pelaku UMKM perlu memanfaatkan SMEXPO bukan hanya untuk mengejar transaksi selama pameran. Pertemuan dengan buyer dan konsumen perlu dimanfaatkan untuk mendapatkan masukan mengenai kualitas maupun kebutuhan pasar.
Dia juga mengingatkan pelaku UMKM agar tidak melihat peserta lain sebagai pesaing semata. Menurutnya, keberadaan berbagai UMKM dalam satu ekosistem dapat menjadi sumber inspirasi untuk mengembangkan usaha masing-masing.
“Jangan berkompetisi antar-UMKM. Yang ada adalah tentunya perlu kita menjadikan ini sebagai inspirator dan kemudian kita bersama-sama bisa terus melakukan perbaikan-perbaikan demi baiknya UMKM,” katanya.
Melalui konsep “Lokal Jadi Vokal”, Pertamina SMEXPO 2026 diarahkan untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi produk lokal agar dikenal dan memiliki daya saing. Pendekatan industrial modern yang digunakan tahun ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan wajah baru pembinaan UMKM Pertamina.
Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), SMEXPO tidak hanya menjadi wadah promosi, tetapi juga dikembangkan sebagai ruang kolaborasi dan akselerasi UMKM.
Pengembangan tersebut terlihat dari kombinasi antara pameran produk, capacity building, pertemuan B2B, keterlibatan komunitas, serta pemberian ruang kepada UMKM dari wilayah terdampak bencana dan seniman autis.
Penyelenggaraan SMEXPO Regional Jogja juga menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-270 Kota Jogja. Kehadiran kegiatan tersebut memperluas ruang promosi bagi produk UMKM sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan pengunjung yang datang ke kawasan Pasar Ngasem.
Dengan capaian transaksi B2B Rp4,7 miliar selama 2024-2025, pertumbuhan jumlah pengunjung hingga 3.030 orang pada 2025, serta 6.687 produk yang terjual, SMEXPO Regional Jogja menjadi salah satu ruang yang mempertemukan UMKM dengan pasar secara langsung.
Pada penyelenggaraan 2026, Pertamina Foundation kembali membawa konsep tersebut ke tahap berikutnya dengan menempatkan pengalaman, peningkatan kapasitas, jejaring bisnis, dan akses pasar sebagai bagian penting dari pengembangan UMKM.(Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina kembali mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Pertamina SMEXPO 2026 Regional Jogja.
Bapanas memastikan stok beras premium dan medium di pasar tradisional tersedia. Harga beras premium tercatat Rp14.200 per kg.
John Herdman ingin memutus rekor buruk Timnas Indonesia atas Thailand sekaligus membawa Garuda juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Kulit terasa kesat setelah cuci muka bukan tanda benar-benar bersih. Dokter menjelaskan cara cleansing yang efektif tanpa merusak kulit.
Gempa mengguncang Sukabumi dan Malang pada Minggu malam. Simak data BMKG serta panduan mitigasi gempa sebelum, saat, dan sesudah bencan
Kevin Diks meminta Timnas Indonesia tetap fokus dan tak terbawa emosi saat menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.